Jumat, 07 Oktober 2011

Ending.

Membaca ulang kisah kita sendiri itu rasanya seperti mimpi.
Kitq semua pernah jatuh, sakit, karam, patah, mungkin gak sedikit yang merasa cukup, muak, atau capek.

Gue pernah sayang seseorang, untuk patah, untuk sembuh, dan patah lagi. Gue pernah dihajar masalah, dibantu temen, dijerumuskan temen juga, banyak hal yang terjadi tanpa kita punya kemampuan untuk tahu sebelumnya, dan mungkin, menyiapkan hati.
Saat ini, gue nggak berada dimana mana.
Gue juga nggak tau, Gusti Allah mau bawa gue kemana lagi, tapi gue tau endingnya gimana.

Life is just a trip, a very long trip that you may not even realize that you are on one. Beberapa nyadar, beberapa lupa, dan beberapa bahkan clueless.

We're heading towards a thick mist, and we could only see what's left behind.

Im not, a good person, i know.
Banyak hal yang gue nggak banggain. kepleset berkali kali, belok, salah arah..
dan sejauh ini, i always try to find the way back, to the right path.

Karena, seperti sebuah perjalanan, yang perlu kita ingat adalah tujuan. Yang perlu kita ingat adalah ending perjalanan. Yang perlu kita ingat adalah arah. Yang perlu kita ingat, perjalanan ini cuma sebentar.

Dont get lost and end up in the ravine, eventually. Gue percaya, meskipun sekarang ibaratnya tiap kita ngrasa lagi jatuh, dan nggak kemana mana, kita bakal jalan kok. Kita bakal tau, nantinya. Dan noleh ke belakang sambil bilang, wow, i've been there.

And in the end, i dont wanna be but somebody who proudly say that i chose the right path..

Astaghfirullahalazhiim. Ingat.
Bukankah hidup hanya sementara?

2 orang meong meong:

Anonim mengatakan...

karena tiap insan piunya target mengarah pada Rabb Nya.
Terima kasih alarm nya, neng.

--Renotxa--

Vio mengatakan...

Amiin, amiin. :) sama sama Neneng...