Sabtu, 31 Desember 2011

Yum.


Im not really good in cooking. Masak bisa, tapi gak jago, paling resep yang gue banggain cuman nasi goreng Yang chao sm spaghetti. Udah. Itu juga enak bangetnya menurut gue, bukan menurut orang orang. Hihihihi.
But i kinda like cooking. Ada hal yang menyenanngkan dari meramu masakan, memasaknya diatas api..(nulis sambil begidik, kok jadi rada2 menye2) dan nungguin dia mateng sambil deg degan nyoba.. will it be good??


Resep yang barusan gue coba adalah Molten Cake. Tau kan, cake lava yang bagian tengahnya masih leleh leleh panas gitu??
Gue pertama kalinya makan cake semacam ini di Coffee Bean, namanya hot muffin. Sumpah itu endeus banget maaaakkk. Minute before serving, cake kecil ini dihangatkan dan dikasi taburan gula halus diatasnya. Such a perfect companion for a hot, bitter coffee.
And ever since, i've been dying to cook one.
Sampe akhirnya, gue nyoba masak pas di Malang kemaren.
The first attempt wasn't that good.
Gue dapet resepnya dari situs luar dan ada beberapa versi, yang bikin puyeng sih ukuran bahannya maaak.. mereka pake istilah macem CUP, STICK...
Lah cup berapa gram kan mana gue tau??
Tapi apa sih yang ga bisa didapet di internet?
AKhirnya, gue dapet salah satu situs yang bisa convert ukuran ukuran aneh macem itu ke dalam gram, pon, oz, stick.. you name it.
Udah pede dong dengan resep, bahan dan ukuran yang insyaallah tepat. Tapi cyiiin, namanya mental (sok) tukang masak ya, pas adonan kelar. kok ya gak sreg siiih. Kayaknya kurang gooey gitu, too thin to be a cake. So i added two spoons of flour.. dan.. kuenya bantet mak.
Gak bantet yang keras emang, jadi kuenya jadinya kayak kue sarang semut.. kebayang gak lo? Yang berongga rongga gitu, tapi lebih ke bronis kukus.. makin sepet kan lo bayanginya? sama, gue juga. Tapi tengahnya emang perfectly gooey. Enak sih, tapi ya gak kayak kue yang gue bayangin.

so i decided on aother attempt. Yang ini, gue ngasal malah resepnya. Karena gue ngerasa pas yang pertama itu butternya terlalu banyak, gue putusin buat ngurangin. Nah, pas yang kedua ini, telornya juga tinggal 2 biji. Jadi gue putuskan buat.... NGASAL lagi.
Ah, tinggal dua butir telor ini.
Tambah tepung, lelehin coklat, lelehin butter.. tambah vanili.. ah, tepungnya tambahin baking powder dikit kali ya... cemplung cemplung, aduk... Sambil setengah ngelamun, tanpa gue bener bener mikirin apa yang gue masukin, and then it turned out.....

JADI AJA GITU ENAK.
Gue kelar makan cuma bisa mikir, tadi gue masukin berapa takarannnyaaa??
You know, for some things, we have tried so hard but it failed. And on another things, we might be putting less hardwork, but it turns out to be the great thing. For some things, you couldnt succeed on a first attempt. It may take another, and maybe, many other atttempts.
Sama kayak masak, lo gak bisa bilang hal hal yang keliatan disgusting macem telor mentah, atau gak enak kayak tepung mentah( please, kalo ada yang bilang tepung mentah itu enak, monggo dicek loh otaknya.. ) itu adalah hal yang gak berguna dalam resep lo. Gak bisa. Each recipe needs their own disgusting ingredients to add.. i dont know.. but it wont be as good as it should be if you miss even just one ingredient.

This is just another form of connecting the dots ala Steve Jobs. You know, that every single thing on your life means something. Even that tear-jerking, heart-breaking, and that down-low-drowning moments. And there will be time after those tiring moment of stirring, mixing, measuring, burning by your own stove, or even a cutting...
You taste the food you made.. and.. ya bisa jadi gak enak sih. hihihi.
But then you try again, and when it turns out to be good, you know that it's worth it. And it it turns out to be another disaster, so what? Try again.

Udah ada resep yang diciptakan buat kita kok. tinggal ngikutin aja kan? kalo kita ngikutin tiap bahan dan instruksi dengan bener, INSYAALLAH jadinya enak. Kalaupun meleset meleset dikit, gue mah yakin jadinya tetep enak, ga jauh beda. Ya kecuali lo ngeganti tepungnya sama beras tumbuk, misalnya. Atau telur ayam lo ganti minyak goreng.
Kalo masih ga enak, start over, apa ada yang salah yang mungkin kita lupa masukkan di resep? apa udah semua?

I failed my previous recipe, and now i have to clean the mess first. I'd like to say that i spend times to think what have gone wrong? But to be honest, i was busy pointing things, ANYTHING, to be blamed. The stove? The bad-quality flour? But it wont do me any good. Unless you start over and stop that-gulung2 di meja dapur makan kue gagal sambil nangis nangis dan teriak WHYYYY? WHYYY??, you wont go anywhere.

Dear heart, i love you. I love you so much that i know things you do, is just merely defensive closing to stop anything from, hurting us again. It's okay to be afraid, but we both know that this wont take us anywhere. So, let's do the dishes, clean the mess.. and.. have some serious shopping.. Let's take a better look to the recipe, do hope and pray, that.. another attempt will be good. Bismillah. :)










Jumat, 30 Desember 2011

Pecahan bintang.

Cinta yang dipecah kecil kecil,
jadi bintang yang mungkin kerlipnya tak berarti, karena malam terlalu kelam.
Tapi aku berdoa ia membesar, jadi besar.
Karena ia kuandalkan.

Malam ini, aku berdoa sekuatnya,
reda badai di hatiku.
Lelah jariku menulis kisah yang sama, tentang pengembara yang berjalan menepakkan terompah pakunya, dalam ke jalur hidupku.

Doa ini sungguh tidak sederhana,
tapi Tuhan adalah pembaca makna maha kuasa.
Bahkan pejam adalah ribuan pinta,
jadi tuhan, malam ini senyumku,bukankah Kamu paling mengerti artinya?

Kulepas pena, dan ijinkan aku buta, hilang dalam Sayang-Mu paling kurindu.

Kamis, 29 Desember 2011

Halo.

True, that as we grow older, we get wiser.

+TSAHEILAH+
Kalau menurut HAfiz, ada peribahasa2 jaman dulu yang mungkin, seems unreal, atau kita tau artinya, but it doesnt fot any aspect in our life at that time.
Baru pas kita bener bener dewasalah, kita ngerti apa maknanya dan baru bener bener bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari.

As for me, it's not about understanding proverbs or finding true meaning of life.. (i mean.. Can you?) But on this day, what i really learn is.. the fact that sincerity does find a way to your heart.
Yang bikin gue seneng banget bangetan hari ini, adalah ucapan ucapan yang gue temuin... heartwarming banget.

Beberapa doa yang gue terima dari temen temen deket, itu bener2 bikin seneng dibacanya. Bukan sekedar ucapan template, tapi, ucapan yang dimaknai dan gue merasa itu bener2 mereka maksudkan buat gue. Not that im being ungrateful with the other greetings, tapi beberapa diantaranya bener bener bikin gue berkaca kaca karena seneng ngebacanya. :)

Im a truly believer that everything comes from the heart, goes straight to the heart. Sama kayak doa ya, ucapan selamat ulang tahun juga, kalo kita benar2 memaknai dan sepenuh hati mengucapakan doa itu dengan tujuan, nggak sekedar template HBDWYATB, gue yakin itu juga bakal nyampe kepada orang yang dimaksud.

Buat semua yang hari ini ngucapin selamat ulang tahun, kirim doa, mulai dari doa langsing paha sampe enteng jodo (Yang gak keitung banyaknya, geez people, please dont freak me out) i really really thank you. Terima aksih buat semua doanya, insyaallah semua doa baik itu dikabulkan, i really am a happy birthday girl today. :)




Senin, 12 Desember 2011

Halo, kamu.

Seperti cinta yang meledak tiba tiba,
adakah rasa itu bisa ditangkap untuk dimasukkan dalam toples kaca?
Agar bisa kita amati pendar indahnya,
daripada sekedar diam dan menikmati lukanya.

Kamu, kamu, kamu.
Aku seperti terbang lagi pada awan yang kelabu,
hilang di kabut biru.
Ini hembus yang tak ingin kurasa dulu.

Kalau aku jatuh, dan kamu tak menangkapku,
apa ada hakku untuk marah?
Jadi, kalau aku menjauh, jangan juga kamu marah.

Kita hanya dua insan yang bersisian jalan, itu saja.