Sabtu, 31 Januari 2009

Trivial

Resahku,
kusampaikan pada susuran jalan di kotamu.
Merindumu,
dan sejenak kutitipkan rasa pada gelenyar tawa yang menguap di udara.

Masih sama,
seperti dulu.

Tapi,
kali ini aku tidak hendak menyapamu,
hanya ingin
mengingat pijar pijar itu di sudut kota.

Tawaku semu.
Dan sesungguhnya, itu akan baik bagimu,
karena aku tak ingin memberimu neraka.

Jumat, 30 Januari 2009

Satu masa dimana aku ingin sendiri

Aku mencari belahan.
Seperti mencari kesempurnaan.
Sungguh, sungguh luar biasa melelahkan.
Saat tiba thba datang kesadaran.

Tidak ada,seorangpun, yang mampu bertahan disisiku.
Karena aku api,dan cintaku selalu habis terbakar menjadi abu.

Aku angin.
Aku hujan.
Aku mendung.
Aku pelangi.
Aku tidak butuh sesiapa untuk melengkapiku.

Aku mencari cinta, sambil tertatih dibawa pedih.
Saat kemudian kudapat,
kubuang pergi ke arah muara.

Mungkin, ceruk kecil tempat pulang itu,
tak akan pernah sanggup menampungku, hatiku yang selalu banjir pertanyaan, pikiran, dan sejuta ledakan..

Kamis, 29 Januari 2009

Lajang

Lajang bukanlah jalang,
jadi kumohon berhentilah kalian bertanya berulang ulang.

Lajang bukanlah kesalahan,
jadi berhentilah mencercaku dengan pertanyaan.

Lajang bukanlah beban bagiku,
jadi berhentilah mengasihaniku.

Dan kalian,
sungguh mati ingin kukembalikan pertanyaan.
Siapa juga yang mau hidup sendiri?
Lelakiku hanya belum sampai disini.

Aku lajang,dan aku bangga.
Kalian mungkin berkeluarga.
Tapi aku merasa masih cukup kaya.
Masih merasa bahagia.


Just shut up, people.

Kue apem, daun pisang, dan tanah becek.

Si kecil penjaja kue apem,
berteriak teriak mengusik pintu hatiku.
Menjajakan apem, menjual cerita, sekeping duka,
yang tersembunyi di balik senyum lucunya.

Hujan turun,dan berpayung daun pisang dia berlari,
menembusi pekarangan becek berlumpur.
Masih kekeuh dengan apem dan kue kue entah apa namanya.

Kecil,
kue apemmu itu, dan teriakanmu itu,
kaki mungilmu yang berlari menembusi jalan dan tanah becek itu..
Kenapa aku selalu merasa kamu datang pada serambi hatiku?

Dan siang ini Jakarta sungguh panas,
aku merindukan sosokmu yang selalu datang tiap hari..
Menembusi terik nuraniku dengan sejuk senyum dan perjuanganmu.

Apa kabarmu, lelaki kecilku..

Banci

Di sudut gelap kamu berdiri,
menjajakan vagina imitasi.

Sekeping, dua keping,
melacurkan hati dan nurani.

Dan aku terpekur.
Apakah air matamu imitasi juga?
Apakah hatimu lembut hati wanita?
Apakah cintamu murni, dan pada siapa?

Apa siapa,
aku tak hendak menghakimi.
Kalian cantik, sungguh cantik.

Aku hanya kebetulan sedih saja.
Mungkin,
tidak ada sangkut pautnya dengan kalian.
Mungkin.

Prisma

Kamu bukan matahari buatku, sayang.
Atau dunia seisinya.
Atau bulan, bintang, dan apalah pujangga punya kata.

Duniaku, duniaku berputar ada atau tiada eksistensimu di dalamnya.

Kauminta aku, menganalogikan dirimu dalam keindahan kata.
Baiklah,
dirimu prisma kaca bagiku.

Denganmu,
bisa kubuat pelangi dimana mana.
Kubiaskan sinar di tembok, di balik jendela, di lantai.

Kamu indah,bahkan tanpa kauproduksi pelangi pelangi imitasi itu.
Dan aku menyayangimu.
Cukupkah?

Rabu, 28 Januari 2009

sore

hari ini pun, kamu mendesak desakku,
tulislah, katamu.
apa apa yang muncul dalam benak dan ruang kecil hatimu.

aku tersanjung,
seakan membacaku adalah penting bagimu.
atau memang penting?

Tapi aku suka.
perimntaan permintaan kecilmu itu,
jadi alasan bagiku,
menyapamu lewat tulisan tulisanku.
Hai, kataku.
Apa kabarmu, tanyaku.
Tapi semua terbalut dalam bahasaku, sandi rahasiaku, mungkiiiinnnn
kamu pun pernah luput menyadari.

Lihat lihat, aku berlarian dan menembusi benakmu lewat tulisan tulisan ini,
dan aku tertawa.
Menulis untukmu, sekali lagi.
entah kapan baru ku jemu.

meledak

Enggg.
Hati manusia itu, diciptakan begitu kompleks ya?
bisa sakit, seneng, kangen, jatuh cinta, marah, bingung, bahkan,
tidak merasa.
NUMB.

Trus, trus, otak
mekanisme apa yang menyambungkan pikiran dengan hati,
sehingga apa apa yang kita pikirkan
berpengaruh pada perasaan,
dan merubah, bahkan mungkin bagi sebagian orang,
Otak adalah hati.
Trus, bingung deh
cogito ergo Sum
apa sih itu?
aku berpikir maka aku ada

maksudnya, eksistensi kita adalah ditentukan oleh kita sendiri?
orang gila?
mereka eksis gak?
mereka mikir gak ya?
mikir gak si?

eksistensi
pikiran
ya tuhan

manusia itu sangan kompleks, ya, sangat sangat kompleks.
tiap individu adalah unik.
i dont believe in Zodiac
atau Shio
atau apalah itu yang membagi manusia kedalam pengkotak kotakkan

people do change
dulu, i was a riot
ngomong mulu, make otak,
i didnt use my heart.

trus trus makin kesini
i change.
do you?
do we?

IYALAH VIO.
gak mungkin kan orang statis.
IH ANEH ya.

Hebat gitu, bisa ada mahluk sekompleks kita.
anehhh.
tanaman
hewan.
apa sekompleks kita?

kita gak cuma mahluk hidup, yang di buku biologi didefinisikan dengan:
1. bergerak
2. bernafas
3. berkembang biak
4. tumbuh
5. makan
6. mengeluarkan ekskresi (atau sekresi?)

ahaha apa lagi ya lupa.
NO.

kita lebih dari itu,
iya, manusia kan emang punya tujuan agung di balik penciptaannya.
Buat beribadah, ya kan, kalo dalam Alquran.
dan beribadah kan ada dua jalur,
hablum minallah hablum minanaas.

TApi kan ada hewan2 dan tumbuhan ini juga?
apa aku yang gak nyimak?

oh trus trus,
kadang aku mikir apa kalo kita pake otak
hati mati
vice cersa?

EHHH tapi ga juga.

Ambil contoh:
Kamu lapar. punya uang 500. ada pengemis laper juga.


1. Otak 1: Jangan ngasih, beli makanan aja. hati ga kepake.
2. Otak 1: ini investasi akhirat, buy him a bread. hati juga kepake disini.



ooo, jadi memang tergantung bagaimana kita manfaatin otak dan hati ya.
ternyata ada jembatannya.
agama.

Nautical

Jangkar dilempar sekelebut,
ke dalam laut berpaut,
menanti kabar dari layang tak bertuan
hinggap, mendarat, rindu dikirimkan.

Duhai Tuan pemilik panutan,
Sayalah hendak singgah, menitip seketip dua ketip, selarik hati puan.
ke tanah landai, ke pulau peri
tempat hati dititip sendiri.

singgah di tepian pantai
nyiur masih juga melambai,
memanggil manggil Raja pujaan,
Raja pujaan, segenap hati saya haturkan.

ada laut panjang membentang,
bukan maksud sirna menyeberang,
tapi jarak bukan segantang dua gantang,
maka kubisikkan rindu pada sang layang..

Di Jawadwipa kutunggu dirimu,
masih terus menunggu.

Nada

Kamu seperti nada ,
indah berdentang walau sendirian.
sekedar do atau mi atau fa,
yang manapun aku suka.

tadinya,
aku ingin membuat sebuah sajak panjang tentang merdumu,
tapi aku hanya diam tak sanggup lagi berkata kata.

Jadi, izinkan aku larut dalam hening ini,
menanti lagi nada-mu, nada-mu.

Indah.

Senin, 26 Januari 2009

Pulang

Hatiku,akan selalu hujan tiap kali mengingatmu,
mendung, bintang dan senja di matamu.
Yang sesaat turun dan cerah dan mendung lagi.

Dunia sungguh luas,
tapi tempatku di dekatmu,
untuk menangis, jatuh, lelah dan tertawa di ceruk kecil di bahumu,
yang selalu terasa nyeri tiap kuingat lagi.

Terkadang, semua ketegaran ini ingin jatuh luruh saja.
Aku ingin lemah, ingin jadi perempuan itu.

Dentang

Aku tidak pernah,
sungguh sungguh menyelamimu,

ternyata begitu sederhana,
pungkas lugas dan sahaja.

Muncul di kepalaku seperti dentang.

Dan aku tidak perlu menyelam.
Aku duduk di tepinya, merendam kaki kaki penatku,yang seharian mencari alamat relungmu.

Langit sungguh biru,
terik. Terik. Terik membakarku habis.

Bimbang.
Bagaimana aku akan menyelam dan berendam di dalamnya?

Sambil lalu kukenakan kembali alas kakiku, merapikan gulungan celana, dan

mencari danau lain untuk disinggahi.
Tentu saja, setelah kupancangkan tiang
itu di tepimu.

Terik.
Sungguh terik.

Minggu, 25 Januari 2009

TAGS TAGS TAGS

Hoo.. dapet tugas dari si SEXY ROID.
Copy paste ah.
JAwab pertanyaan di bawah ini dengan gambar dari google, harus post gambar di halaman pertama yang muncul sebagai jawaban, gitu bukan? kayaknya gitu.
1. The age of my next birthday;




Hihi.. tua yaa..
*Sialan*
TAdinya mu pasang 17 atau 18. TApi, yasulah, semakin matang semakin dicari. Wakakakaka. Duren kalee mateng....

2. A place (or places) I’d like to travel to;




Definitely. BAGUUUUSSS YIAAAAA...
*drooling*


3. A favorite place;


Adeuuhhh. andai ada. Pokonya ruang yang dipenuhi buku, cukuplahhh...
Trus ada sofanya, ber AC, ada coffee makernya, ada cemilan.. wahahahaha..

4. A favorite food;



OOhh i love love spicy food...
Pedes, spicy, Hmmm....


5. Favorite things



Things, ya. Buku buku kan Things juga. hohoho.
I dont pagefold my books. kalo ada yang minjem dan balik balik udah pagefolded. I'LL KILL YOU.

6. A favorite color;



entah sejak kapan, jadi jatuh cinta sama warna ini...
Menenangkan dan.. uhhh, adem aja, gitu.


7. Where I was born;


cantik, yaaa....
^_^

8. A city I’ve lived in;



sama... di Malang juga...


9. A nickname I have




Dulu waktu SMP ada cowok dengan nama yang sama, jadi kalo nyebut pasti Vio cowok atau Vio cewek?




BRENTI DULU. LAMAAAAA. ternyata harus bener2 nganggur buat ngerjain tugas ini. Siyal.
*bernapas*
Oke . lanjut.

10. College major



Akunting Akunting. Boriiinnngggg.

11. Hobby



Bisa langsung autis kalo ketemu buku bagus.. ahahaha...

12. A bad habit


Oh yess baby, dig deeper..
i love to do it anywhere, anytime....
Asal gak ketauan.. ahahahaha..
Habis enak.. Gyahahahaha..

13. Name of my love



HAhahaha.
*Sighing*
Yang jelas cowok lahhh.

14. Wishlist


Oh, it's so obvious. i know. shuddup, people. STOP LAUGHING.


Disuruh ngetag 7 orang lagi. Hng. but i doubt that they will do it, actually.
yang gak bisa atau gak sempat, hmmh. *PLAKKK*
aku ngetag Mbak Indah, Ami, HAfiz, Rukma, Nur, Heni, satu lagiii.. uhmm.. *bingung*.
Sapa aja deh!!!! ahahahaha..

Sabtu, 24 Januari 2009

Apakah

Di ujung jemarimu,
terasa juga hentakan hentakan perasaan,
ini kukirimkan padamu,
pada

pada

pada.

Entah pada apa.

Aku hanya ingin.
Berjanjilah untuk selalu ada.
Untukku, dengan kata katamu yang selalu sejuk itu..

Kamis, 22 Januari 2009

LIEUR

Ngga tau knapa, beberapa hari ini bawaannya lieuuur terus.
Pusing. Pusing. Disorientasi.
Mungkin, mungkin, gara gara:

1. PMS
2. Cape kuliah. Jalan kaki. Gyahahaha. Sumpah jalaaan mulu isinya.
3. Ngebayangin tugas resume dan presentasi. Belum ngerjainnya. Gyahahaha.
4. HAREDANG, euy.
Kangen dinginnya Malang, AC kantor..

Diluar itu, nggak tau kenapa. Pengen pulang mulu.

Habis, di Jakarta gak enak.

(LHE)

Rabu, 21 Januari 2009

Papasan

Dunia menyapaku hari ini.
Aku tersenyum, dan balas menyapa.

Hei kamu, katanya.
Masihkah romansa menyibukkan hatimu?

Aku tertawa mendengarnya.
Memang, ada apa dengan romansa?
Bukankah, romansa yang membuatmu indah selama ini?

Dunia tertegun.
Raut mukanya mendadak sedih.
Tidak juga, katanya. Romansa itu ilusi, kacamata.
Love doesnt make the world go round. But it makes the ride worth while.
Tapi, romansa kadang membuatmu, ride outside the track. Kamu lupa pada aku sendiri.

Aku menghela nafas. Ya ya. Mungkin.
Mungkin.

Belum sempat aku konfirmasi, dunia berlari lagi.

Yasudah. Malam ini, aku akan bercinta dengan romansa sekali lagi. Ilusi, memang,karena dia bisa kita munculkan dan matikan kapan saja.

Dia Testamen

Di tempat ini, dulu, pernah kugenggam tanganmu,
erat.

Terima kasih,
untuk tak pernah melepaskan aku.

Dan memaafkan saat aku melepaskan.

Menunggu.

Gawat. Hujan semakin menderas di Malang. Sore baru juga menjelang, tapi langit sudah sekelam petang.
Anjani, nama si cantik berambut panjang itu. Berdiri untuk berteduh di bawah kanopi kecil di kedai penjual pulsa. Tidak banyak menolong, karena hujan benar benar ganas, bukan sekedar gerimis kecil. Berkali kali, diliriknya jam tangan, seakan perbedaan waktu satu menit begitu berarti.
Sepuluh, dua puluh, tiga puluh menit, gadis bertubuh semampai itu mulai tak sabar.

"Duh, mana si dia.."

Anjani menghela nafas tak sabar. Dingin, dan basah. Bukan perpaduan kondisi yang nyaman untuk menunggu.
Anjani tidak keberatan menunggu kalau ditemani secangkir kopi hangat, sofa, dan sebuah novel karangan pengarang kesukaannya. Oho tidak, dia bisa menunggu berjam jam kalau kondisinya seperti itu.
Tapi saat ini tidak banyak pilihan. Dia harus menunggu. Titik.
Menunggu di bawah hujan,yang entah mengapa makin menderas. Anjani melirik jam tangannya,entah untuk keberapa kali. Hujan belum juga bersahabat padanya, dan hari ini, dia terlupa membawa jaket.
Anjani mengeluh pelan. Tidak mengumpat, karena sejak kecil bundanya selalu menekankan, jangan menyerah pada emosi. Sabarlah, sabar. Satu hal yang selalu diingat oleh gadis cantik bermata indah itu.
Anjani menatap langit sekali lagi.
Belum ada tanda akan mereda. Dan dia yang ditunggu belum juga datang.
Anjani terpekur, sungguh dia mulai ragu. Tidak biasanya seperti ini.
Ada sesuatu yang salah, batinnya. Dia belum tahu apa, tapi pasti ada sesuatu. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
Hampir sejam Anjani menanti, dan belum ada tanda tanda dia akan tiba. Sama sekali.

"Nunggu siapa mbak? Mari masuk, nunggu di dalam saja.."
Anjani menoleh. Ibu pemilik kedai rupanya. Anjani tersenyum malu.
Ia menggeleng.
"Nggak apa apa,bu. Saya diluar saja."
Si ibu tersenyum mahfum. Diamatinya gadis itu.
Cantik, berambut panjang, semampai dan tampak seperti anak orang berada. Mungkin menunggu kekasihnya.
"Mbak, permisi lho ya, kedainya mau saya tutup, silahkan menunggu ya. Bener nggak mau ikut ke dalam?"
Ibu pemilik kedai bertanya sekali lagi. Entah sungguh atau sopan santun, Anjani benar benar tidak tahu. Sekali lagi,ia menggeleng.
Kedai itu pun tutup.
Di bawah kanopi, Anjani kembali menunggu sendiri.

Menunggu, sungguh, menunggu itu pekerjaan paling meragukan dan melelahkan hati. Menanti, bertanya tanya, berharap, tanpa bisa berbuat apa apa.

Sudah hampir dua jam.
Anjani hampir menangis. Rumahnya jauh, jauh dari terminal. Masih dua jam perjalanan lagi. Harus,ya, dia harus melakukan sesuatu.
Tapi apa?

Ah! Anjani terpekik girang! Dia datang! Di saat terakhir, dia datang juga akhirnya. Anjani melambaikan tangan. Dia menepi.

"Lama bgt pak,kok nggak ada angkot ya dari tadi?"

"Oh,tadi pada demo di kantor DPRD mbak. Mbak mau kemana?"

"kesini pak" Anjani menyebutkan nama tempat tujuan terakhir angkot jurusan tersebut.

"nggak sampe mbak. Udah kesorean"
Angkot itupun berlalu dari hadapan Anjani.

Anjani tertegun. Entah kenapa, hari ini dia begitu bodoh. Menunggu begitu lama,untuk dikecewakan.

Anjani mengumpat. Sekali saja ya, bunda. Tak apa apalah sekali saja mengumpat.

Selasa, 20 Januari 2009

^_^

Kamu bisa melakukan,
apa saja padaku saat ini.

Karena,satu hal bagiku pasti.
Sehancur dan sesedih apapun hatiku,
dunia masih tetap sama,
dan aku akan bangkit lagi dan lagi.

Keajaiban pikiran,
untuk menyembuhkan..
Injak, sayat, dan tusuklah aku,
namun selamanya,
tidak akan pernah kau genggam aku seutuhnya.

Selasa, 13 Januari 2009

...

Entah mengapa,
sesorean ini,air mataku tidak bisa berhenti berderai.
Bertanya tanya, apakah disana sama, serupa, adakah keinginan itu muncul untuk melengkapi?

Aku tidak dapat berhenti.
Dan seperti aliran air yang abadi,
keresahan menyakitkan itu selalu muncul.
Kegamangan.

Dan apakah harus selalu sesakit ini?
Sudahi, tolong seseorang sudahi saja.

Selama belum dapat bertaut atau melupakan,hatiku selalu merindukan.
Katakan, katakan sedikit, sedikit saja, adakah aku berkelebat di dalam anganmu?

Buta aku buta untuk meraba hatimu.
Maafkan aku.

Senin, 12 Januari 2009

HOMICIDE

Hmm hmmm.
Rencana pembunuhan yang sempurna?
TING!!
*langsung terbayang dexter.
YAK.
Kita culik orangnya, trus gebukin dulu. Jitakin dulu,. gelitikin sampe mampus.
Kalo Dexter kan dipotong potong tu,
GAK SERU.
Ini kita blender orangnya.
Potong dulu kecil kecil pake pisau daging yang punyanya butcher itu loh, yang gede.
trus masukin deh ke blender.
BLLLRRRR. hmm hmm. Trus...
Msukin kawah gunung berapi kayak di MAdagascar 2...
Kalo pala, mungkin susah ya.
Kan KEras..
Digetokin aja apa ya?
Ihh tapi serem,ntar matanya ngebuka.
*ngebunuh orang tapi jiperan. hahahaha.
Oh tau tau.
PAlanya dikeringin. trus jadi manisan pala. Ahahaha
*Garing*
Oia. Diawetin aja. KAsih ke suku Asmat atau Dani gitu, atau suku Bunian yang masih hobi ngawetin pala orang. Jual kiloan. atau kasih gratis bonus kulkas.

ADuhaii, malem malem gini tiba tiba pengen bunuh orang. hyahahahahaha.
*SAkit lu Vi!!*



BIARIN. BODO AMAT. RESEEEEEEEEEEE....
Hhh Hhhh Hhhh
*ngos ngosan abis ngatain orang*

Dialog pertamaku pagi ini

Pagi,cinta.
Apa kabarmu hari ini?
Are u in the mood to talk?
Karena, aku ingin berdamai denganmu.

Pagi masih pagi.
Dan hujan sudah berhenti.
Suasana hatiku sungguh senang, tolong jangan kaukacaukan.

Apa?
Tuntutan ekstra?
Hmm. Baiklah.
Kenaikan gaji?
Cuti hamil? (entah kenapa, dalam bayanganku, cinta selalu wanita)
baiklah. Baiklah. Ill give them all.

Satu. Satuuu saja syaratnya.
Kau lihat bangku hijau di sudut sana?
Nah, sit back and relax.
Sudah kusediakan berton ton dvd, buku2, laptop dan sambungan internet 1mbps.
Diamlah. Tenanglah. Bersantailah.

Waktuku masih panjang, sungguh masih panjang.
Jadi, sampai saatnya tiba, kuminta kau duduk tenang.

Setuju?
Pagi ini? Nah. Mari kita bersalaman.

Udang Saos Padang

Yak pemirsa. Jumpa lagi dengan chef Vio dalam acara 'Masak? Yuk,mari.."
hari mendung gini (kenapa ya tiap gw masak pasti mendung) enaknya bikin yang anget, pedes, spicy, Nendaaang!
Sandal jepit bakar,contohnya. Hehe.
*jayus. Krik krik krik*

oke. Lanjut. *cuek*

Jadi, tadi pagi si mama bangunin gw dengan miskol. Yak. Aneh memang. Gw bangun, subuh, berniat tidur lagi pas si mama ngajakin ke pasar.
Apaaa? Ke pasar?
Kayaknya kasur lebi mengundang deh. Masalahnya si mama ngajaknya sama ngancem si. Megang celurit. Okay,berlebihan. Pokonya gw tadi diomelin lah. Perawan kok hobi bangun siang.
*ih mama sok tau deh. Kalo g perawan bole bangun siang doong..
Enakan g perawan kalo gt mah. (astaga. Ngom apa si gw. Lanjut)

Perburuan pagi itu akhirnya dapet udang gede gede sama kentang kecil. Kentang kecil bukan karena kecil ya tapi emang ukurannya mini mini gt. Lucu.
Masak udang saos padang sama kentaaang.. Ohohoho.

Mama pun bersiap kerja. Gw disuruh masak.
Pokonya, mama beres mandi udah kelar ya.
Bath hostaging. Gyahahaha.
Iya, kalo lagi males masak suka gitu tuh. Gw yang jadi korban. Cih.

Ngeliatin bahan,gw nyadar. Nyet, emang SAOS PADANG bumbunya apeee?
Masa gw ngarang?
Okelah, gw ngarang aja. Gyahahaha.
Kayaknya si, di resto sifut itu ada jahe2nya, bawang putih.. Mmh. Bisa deh dikarang karang. Saos padang bkn yang pedesnya dari 3 macem : cabe, jahe, merica. Kalo ada andaliman makin mantep iniii. Sayang g ada.

Bahan :
1. Udang
2. Kentang
3. Cabe merah
4. Cabe rawit
5. Bawang merah
6. Bawang bombay
7. Bawang putih
8. Jahe
9. Serai
10. Merica
11. Daun jeruk
12. Gula
13. Garam
14. Gula jawa
15. Asem jawa.
16. Tomat
17. Daun bawang
18. Saos tiram

Cara bikinnya:
1. Goreng kentang setengah mateng. Angkat.
2. Siangi udang. Cuci bersih
3. Geprek bawang putih. Cincang halus bersama bawang bawang lain,trmasuk daun bawang.
4. Blender cabe merah dgn sedikit aer.
5. Tumis bawang2an tadi, bawang putih yg pertama ya. Tambah cabe rawit. Uuui pedess.
6. Tuang blenderan cabe merah.
7. Masukkan kentang dan udang.
8. Geprek jahe dan serai yang udah dicuci bersih. Masukin.
9. Tambahkan bumbu bumbu lain.. Gula garam gula jawa merica daun jeruk tomat. Asemnya dikit aja. Saos tiram terakhir yaa. Masak dengan api kecil sampe menyusut kuahnya. Hmmmh. Menyusut? Diksi yang aneh untuk menggambarkan zat cair. Halah. Intinya gitulah.

Udah deh, mateng. Sekarang gw bisa tidur lagi..

Sajak

Malam ini,hatiku bersajak lagi.
Tentang cita cinta dunia Dia dan semuanya.
Sajak sajak itu seakan mencicit minta dilahirkan,
disampaikan,
dikabarkan..

Aku akan terus dan terus bersajak.
Mungkin pahit mungkin manis tapi bagiku semua madu.
Hangat dan menenangkan hati.

Sajak sajakku, seperti apapun mereka, adalah anak anak perasaan, yang tiap dilahirkan memberikan senyum kepadaku.

Sajakku adalah tentang kejujuran.
Tak perlu diartikan, tolong jangan diartikan.
Merekalah rahasia rahasia dalam hatiku.

Minggu, 11 Januari 2009

Angka

879.

Dan masih saja.
Aku menatap angka itu.

879.
Apakah disana, nyawa serupa sampah, dibuang seperti tidak berguna? Deretan angka.

Mungkin seratus, mati tertembak.
Mungkin dua ratus, hancur bersama serpih misil besi.
Mungkin tiga ratus, bersama ledakan dan reruntuhan yang selalu sama, mematikan.

Apakah 879 nyawa itu, sama hangat, berdetak, dan berdarah seperti aku saat ini?
Hidup?
Lalu, menjemput ajal tiba tiba.
879. Untuk luka dan pedih yang akan selalu nestapa nelangsa di bumi kita.

1. 2. 3. 5. 7. 9. 11. 879.
Prima. Hidup. Prima. Mati.

879.
Hanya angka, mungkin,
namun sejujur jujurnya, angka itu mencekik dan memeluk hatiku erat, hampir aku tak dapat bernafas.

879.
Ya Tuhan, ya Allah.
Aku tidak sanggup bertanya.

Dengan ini

Kuputuskan.
Berhenti mencintaimu,
Seperti jantung yang berhenti berdetak tiba tiba.

KEheningan absolut,
yang muncul dan terbit tanpa kata kata.
Sudah.

Dan aku akan bisa berjalan lagi,
menatap mentari yang kemarin kemarin kuacuhkan,
karena terlalu sibuk mencari siluetmu di pelataran kenangan.

Dan aku akan bisa tertawa lagi,
tanpa mengingat semua lelucon leluconmu,
atau tawamu sendiri,
yang entah kenapa selalu menular kepadaku.

Lalu, aku akan
bangkit dengan sejuta rencana tentang aku, dan cita cita yang selalu tertunda.
Tersimpan rapi di susut istana pasir kita.
yang sekarang runtuh
dan terabaikan.

Lalu, lalu, aku akan bangkit dari kebisuan kelam itu,
dan memnguti kepingan hati satu persatu.
melekatkan sebisa mungkin,
entah apa jadinya nanti.




bukankah, sangat mudah untuk berharap?

Pahit

"Kenapa mesti kamu yang ditelpon? Kamu g deket ma dia kan?"

Sore itu, beredar kabar bahwa gadis itu menghilang. Lenyap. Aku sempat bersenandung senang. Diam diam.
Kecemburuan memang racun.

Tapi kesenangan tak berlangsung lama. Dia menghubungimu,iya, kekasihku sayang, nomormu. Kosong delapan satu sekian sekian.
Aku memaki. Lalu bertanya, mengapa kamu?

Kamu mengangkat bahu. Kamu abaikan panggilan itu. Aku tahu,kamu mengabaikannya karena ada aku.
Aku sungguh malas,sedang malas berdebat denganmu. Jadi,sudahlah.

Ternyata, kecemburuan itu pertanda. Panggilan itu pertanda.
Keesokannya, aku mengetahuinya dari bibirmu sendiri.
Kamu memang tidak pernah menyentuhku. Tapi kamu main gila dengannya. Kamu berjanji dengannya,dengan tubuhmu.
Dan kepadamu, dia ingin berpaling. Dia hilang, tenggelam, dan dia berpegang padamu.
Busuk. Aku memaki pelan.
Penghianatan. Sungguh busuk aromanya.

Aku diam,sayangku. Aku menangis dan menangis sampai letih.
Dari senja ke senja. Dari petang ke petang.
Menyerah pada perasaan. Kalau menangis bisa membunuh, matilah aku.

Kau menyembahku. Meminta kembali. Kutampar pelan pipimu, karena aku masih terlalu menyayangimu.
Lalu, bagaimana dengan dia? Mau kamu kemanakan janji yang kamu buat dengan tubuhmu itu?
Kamu bilang, aku,hanya aku satu satunya yang kamu sayang. Kamu rela berjanji.

Dan seperti semua kekasih yang sakit hati, aku luluh pada mata, tangan dan kata katamu. Aku berubah menjadi setan egois tak tahu diri. Kukatakan kepadamu, jauhi dia. Bunuh dia. Hapus dia.

Dan selamanya,kita akan berbahagia.






Trus, gw bangun dan menemukan pipi gw basah. Astaghfirullah.. Semoga gw ga sampai dibutakan cinta. Amiin.
Serem pisan euy. Naudzubillah,mg2 g kejadian beneeer ma gw. Ahahahaha.
^_^'

Sabtu, 10 Januari 2009

Resah

Dari desau rinai hujan yang berkabar setitik haru dan dingin yang singgah di kulitku,aku belajar.
Bahwa.
Rindu itu manis,
dan hangat.
Meleleh.
Dan melingkupi hatimu,
seperti yang selalu aku rasakan dulu.

Deja vu.
Setangkup keharuan yang muncul, menyebar, menelusup pelan ke dalam kalbu,
untuk kemudian.
Meninggalkanmu.
Menangis.
Sendirian.

Jumat, 09 Januari 2009

Sonic

Boneka biru sialan itu.
Susah betul nyarinya.
Di Surabaya.
Di Malang.
Bahkan,di Jakarta. (ya baru Bintaro aja si)

dan si Tito mendapatkan kado boneka Sonic itu, 2 mggu sebelum ulang tahun gw. Aggh. Ga sopan.

And he dont even care about that blue little rascal. Tapi kalo diminta ga mau. Uhhhh.

KEPENGEEEEEN.

Malam ini. Ill hunt it down. OSSH!

Misuh

Sungguh sungguh ingin
kulontarkan tai kuda itu ke mukamu,
agar kata kata beracunmu itu,
tak dapat kudengar lagi.
teredam
kalau bisa,
matilah keracunan tai kuda itu.

Lalu,
aku akan tertawa lantang terbahak bahak
Kemudian menangisimu.

Karena, aku sangat, sangat,
membenci sekaligus.
Ahhh.

Sedang sangat membencimu untuk mengucapkan kata kata itu. maaf.

Pangsit Kuah

Mmmh. Ujaan.. Ujaan..
Mu maen maless dehh. Enaknya ngapain yaa?
Hehehe. Dari kemaren emang udah niat si mu bkn yang anget anget.. Pangsit kuah! Eng ing eng..

1. Ayam. Cincang halus. Sisihkan tulangnya buat kaldu.
2. Wortel. Cincang juga.
3. Daun bawang
4. Bawang putih, haluskan.
5. Merica
6. Garam
7. Gula
8. Seledri
9. Tomat,buat yang suka
10. Daun selada
11. Tahu putih. Goreng,jangan kering. Bisa juga direbus.
12. Bawang goreng.
13. Bakso instan.
14. Tepung maizena.
15. Aer
16. Kulit pangsit

ahahaha. Acakadut urutannya. Biaaar..
Bikin kuahnya duluu,
1. Rebus tulang ayam,kalo pgn bs dtambah kaldu dalam sepanci air. Sekitar 30menitan.
2. Haluskan bwg putih, dan cincang daun bawang. Tumis sampai wangi. Masukkan dalam air kaldu. Kalo pgn kuah bersih, bungkus dalam kain bersih, masukkan air kaldu. Rebus lagi.
3. Tmbahkan garam, gula, merica..
4. Seledrinya terakhir yaa.

Nah. Pas nunggu kuah kaldu jd,bkn pangsitnya.
1. Tumis bawang putih halus.
2. Masukkan ayam. Aduk aduk. Sampai matang.
3. Tambahkan wortel cincang.
4. Daun bawang cincang halus yang banyak.
4. Aduk, tmbahkan sedikit air.
Biarkan. Tambahkan bumbu bumbu.. Garam, gula, merica.. Ahahaha. Simpel simpel bumbunya. Yang penting pas takarannya.
5. Terakhir, aduk 2sdm maizena dan segelas air. Campur sampai rata. Tuangkan ke tumisan, aduk aduk..
Angkat. Ini ragout buat isi pangsit. Biarkan dingin, br isikan ke dalam kulit pangsit pake putih telur sebagai perekat.
Goreng sebagian. Rebus sebagian.
Oiya, bakso instan td drebus juga yaa.

Penyajiannyaaa:
1. Taruh daun selada di dasar mangkok bersama tomat, pangsit, bakso, tahu..
2. Siram dengan kuah panas.
3. Taburi bawang goreng..

Voila!

Lelaki IV

Sampai sekarang pun,
sebagian puisi puisi itu.
Masih bermuara padamu.

Lelaki III

Memelukku.
Dengan kehangatan semu,
dan menangisiku,
dengan air mata semu.

Untuk,
selalu pulang padaku.

Ya Tuhan,
pegang,pegangi saya.

Sajak untukmu (Lelaki II)

Jangan,
janganlah jadi.
Gulma.
Tiang jemuran.
Beo.

Iya,aku lelah berkata kata.
Jadi,kudoakan saja dirimu,
seperti yang sudah sudah,
tiap kali kau sentuh,hati dan pikiranku.
Dengan semua,semuanya.

Malam larut.
Namun,
hatiku belum juga terjaga,
dari luka yang masih sama.
Mungkin.
Mungkin memang inilah aku.

Rabu, 07 Januari 2009

Melamun.

Case I.

Habis mandi.
Nyuci kaos.
Ngejemur anduk di belakang.
Jalan ke depan.
Ngejemur kaos.
Susah. Sempit.

*kesel. Ini jemuran kok gak bs dpake njemur sih*

astaghfirullah. Ini rak piring.


Case II

Mama : itu lho salad buah ada di kulkas.
Tito : mbak mbak laptopnya pinjem.
*diucapkan hampir bersamaan pas lg asyik baca buku*

Somehow,dua kalimat itu ngeblend. What i heard is laptop.. Kulkas..

And i replied :
lho ma,laptopku jangan dmasukin kulkas!

Lelaki

Tahukah kamu,
ibumu dulu mengandung kamu sakit sakit 9 bulan,
bukan untuk melahirkan tiang jemuran?
Bambu,dari jenis yang paling mudah didapat di barongan.
Mudah patah,meliuk, jamuran dan bau apak.
Untuk, dijadikan gandholan beha, celana dalam, daster dan perkakas wanita.
Bukan.

Tahukah kamu,
ibumu dulu mendoakan kamu, menangis, diberinya kamu nama yang indah indah dari Alquran. Dari Kitab. Nama yang mengandung harapan.
Bukan untuk menjadikan kamu sebagai gulma!
Parasit. Tak berguna.
Numpang pada wanita.
Tumbuh serupa jamur. Oh,maaf. Jamur sebagian bisa dimakan ya. Masih berguna.

Tahukah kamu,ibumu dulu melahirkan, bertaruh nyawa,
bukan untuk menjadikan kamu Burung Beo?
Tiru sana tiru sini, mengumbar kata kata sampah,padahal tidak mengerti artinya?
Bukan. Sama sekali bukan.

Jadilah fondasi beton. Kuat. Menyangga. Dalam persembunyian. Diam. Namun ia sabar menyangga.

Jadilah tanaman kelapa. Dari akar sampai buah,semua dapat digunakan.

Jadilah jujur.
Jangan katakan yang tidak kaurasakan. Jangan umbar apa yang dapat menyakitkan.

Sungguh,lelaki.
Apa apa yang kaukatakan kelak adalah amanah dan perintah bagi kami,istri istrimu,kelak.

Maaf,aku tidak hendak menggugat,
hanya,merasa ada sesuatu di dalam hati ini,hendak meledak.

Selasa, 06 Januari 2009

Pemandangan sore itu

Merah. Jingga. Unggu.
Siluet.
Semburat di langitmu.
Seperti lukisan raksasa, milik sang Maha Sempurna.

Sore itu,
muncul di jendelaku,
mengingatkan aku bahwa,
keindahan tak terbantahkan akan selalu muncul di tiap langkah kita,
karena semua tempat, kenangan, dan pemandangan, adalah milikNya seorang.

Disini,
disana,
dimanapun,
bukankah Ia selalu ada?
Lalu mengapa bersedih?
Sungguh,aku tak pernah sendirian.

(Not so) Comfort Zone

Farewell.
Saat ini,lagi ada di mobil travel menuju ke Bandara SoeHat,trus naik pesawat ke Juanda. Dari situ,ke Malang.

Di sebelah gw,ada seorang cewek,sama sama mau ke SoeHat juga. Tp pesawat dia tujuan Medan. Tadi dianter temen2nya. Tangis tangisan. Saat ini pun,she's crying. Ke Medan bwt kerja,katanya. Maharani,nama gadis itu.
Nggak mau interupsi nangisnya,i stop asking.

Kemaren,waktu mau berangkat ke Jakarta, ngobrol sama seorang temen.
(kira kira,gni percakapannya)
V : uh,sedih deh mu ninggalin Malang lagi..
D : lho kenapa?
V : ya,im leaving my comfort zone.
D : orang yang suka kemana mana kaya kamu,punya comfort zone?

Apa sih, definisi COMFORT ZONE?
Zona nyaman? Zona pewe?
Comfort Zone,adalah suatu area, tempat, moment, dimana kita merasa aman,nyaman, merasa 'hmm'. CMIIW.

Bisakah kita berada dalam comfort zone selamanya? Definitely not.
Selalu ada pemicu, pendorong,stimulan agar kita keluar dari CZ tersebut. Masuk SD pertama kali. Kuliah keluar kota. Kerja. Menikah.

Comfort Zone tersebut,terhubung dengan Comfort Zone orang lain. Mungkin seperti Diagram Venn.
We affect other's CZ when we're leaving our.

Dan farewell,goodbye, tangis2an dkk itu mungkin manifestasi akan kehilangan rasa comfort tersebut.
Orang tua akan merasa kehilangan anak.
Teman kehilangan teman.
Kekasih kehilangan kekasih.

Id like to say,my (maybe) most comfort zone right now is Malang. Home,where my heart is.
Pay attention, right now. Knapa Right now? Karena saya tahu, CZ itu enggak statis. Dia terus berubah. Kita berubah,CZ berubah juga.
Diagram diagram Venn itu berubah bentuk, berpindah, saling bersinggungan..

Kalau ingin punya CZ yang truly yours,well, dont talk,dont be anything to anyone. Dont do anything. Jangan lahir. Karena tiap kelahiran kita, pasti membawa arti untuk seseorang.

Tapi. Ada cara untuk meminimalisir CZ kita,agar, orang lain tidak akan sedih atau menangis kehilangan kita.
Jadikan seluruh area,sebagai CZ.
Lebarkan lingkaran itu. Dont put on sad face. Dont put on dependent attitude. Dont say goodbye.
Dont be afraid to do something new,dont be afraid,karena, semua tempat bisa jadi Comfort Zone buat kita.
Lagipula, kita ga akan kehilangan kontak dengan teman, kekasih, keluarga..
Mereka masih dalam lingkaran kita, kita masih berada dalam zona itu.
Ehehehe. Bingung? Sama.





P.S : please,please stop worrying about me. Im just enjoying everything and being grateful.. U should stop worrying, panicking, and regretting everything we had before.
We'll be just fine.

Sabtu, 03 Januari 2009

Rindu sakit rindu

Sedang berkecamuk,
dan seperti badai badai lainnya,
ia disertai hujan tak henti,
pusaran, kegelisahan,
dan kemarahan yang entah mengapa,hampir hampir tak kukenal.

Apa ini?
Rasa sakit dan nyeri tak tertahankan,
banjir ingatan,
dan kekacauan perasaan.

Apa?
Apa?
Apa?

Ia tidak sekedar menggelitik,tapi menguasai hatiku,
dan

ah.

Kerinduan ini,sungguh tak tertahankan.

Sendirian

Sendirian mengenang bulan,
tentang dongeng yang tak tersampaikan.
Mencuri sinar matahari,
muncul dan sembunyi.

Sendirian mengenang bulan,
untuk tiap kesetiaan dan kesediaan,
menghias malam. Ada atau tiada bintang.

Sendirian mengenang bulan.
Aku mencoba setenang danau,memantulkan gema gemilang keindahan.

Sendirian,
kukenang bulan dalam kemarahan dan gejolak yang berujung,sendirian aku ingin menjadi lahar, menjadi lidah api, segala yang menghancurkan.
Sendirian,kutepis perasaanku padamu.

Sederhana. Aku menyayangimu terlalu banyak.

Jantung

Dorsal. Ventral. Lateral.
Kubuka sedikit kulitmu,
dengan pisau pembuka surat.
Perak, dua puluh senti, berkilau. Tajam.

Maaf sebentar,
kututup mukamu dengan bantal,karena aku muak melihatnya.

Gelenyar, lembut dan mengundang,
jantungmu berdetak.
Sedetik aku terpana.
Begitu hidup dan indah,
kenapa tidak hitam seperti bayanganku?

Ternyata,kamu manusia juga.
Lalu,kenapa sekejam ini?

Mawar

Hei,si cantik berduri,
apakah kau liar berbisa juga?

Karena,kebencian ini amat sangat padamu.
Bukankah,cinta itu membutakan?

Duh, mawar, mawar.
Pergilah tumbuh liar di pekarangan tak bertuan.
Maaf,taman ini milikku seorang.

The Sleeping Traveller

Gw br menyadari sesuatu.

1. Gw sering banget travelling, pergi kemana mana.
2. Gw selalu tidur di jalan. Dalam perjalanan kemana mana.

Therefore,gw mentahbiskan diri gw sendiri sebagai.. Eng ing eng.. *drum roll*
THE SLEEPING TRAVELLER.
*bangga*
keren kan,keren kan? TIDUR tp bs kmana mana.. Ahahaha..

Okay.
Gw emang pelor bgt. Gw jarang terjaga di jalan. Biasanya gw naek,apapun media perpindahannya,tidur,nyampe.

Gw pernah naek pesawat ke Manado bareng bos gw.
Yang gw g tahu adalah,pesawat gw sempat masuk turbulensi udara. Semua orang udah pada berdoa,deg degan,istighfar. Pesawat sempet goncang.
Gw? Tidur dong. Ga merasa terganggu.
Dan baru bgn 5 menit menjelang landing. Believe me,gw punya semacam radar yang bs ngasi tau kalo udah mu nyampe. Hahaha.
Gw jg g tau,gw autis apa gmna,tp gw ga pernah takut naek pesawat,kereta,atau kapal. Santay gt. Makanya gw gampang tidur bgt.
Bahkan,naek motor pun gw bs tidur. Yang pernah jadi korban mental si Fian dan si Aa. Gw ktduran sampe hampir jatoh dari motor. Mereka langsung nyuruh gw turun.
Dasar sadis.
Yap. Sehebat itulah gw dalam hal molor.

Waktu pulang ke Malang pas taun baru,gw g ngrasa macet tuh. Duduk. Tidur. Bangun dah di Malang. Gyahaha. Gw emang... Aneh.
Untunglah gw cantik. (LHE?)

Ke Jogja.
Aceh.
Bali.
Manado.
Medan.
Belitung.
Jakarta.
Bandung.
Kediri.
Surabaya.
Madura.

Mmmh. Sepanjang ingatan gw yang selevel ingatan ayam,gw tidur mulu.

Hehehe. Diluar itu,gw rasa gw adalah orang yang beruntung punya kesempatan bwt jalan2. Karena banyak lohh yang bisa diliat dan dipelajari..
Misalnya :
1. *uhuk* makanan di kereta yang ditawar2in itu g gratis
2. Air Asia itu ga enak. Mesti jago tackling bwt dpt seat yang pewe.
3. Check in sedini mungkin supaya bisa milih emergency seat.
Ahahaha. G penting itu mah.
No,seriously. Jalanlah, lihatlah, dan pelajari banyak hal baru. Budaya, iklim, perilaku orang yg lucu2.. Makanan2 aneh.. Kaya Pakkat, ayam betutu, jangan mercon, gangan darat,sop kuda, gulai kacang ijo..
*teteup*
hal hal menarik.. Seperti..
1. Batu Bata di Madura berwarna putih.
2. Di Sumatra pemandangannya UOOOH. Keren abis. G ada jalan kereta,krna konturnya berbukit bukit.
3. Danau Toba itu, bs dcapai dr beberapa kota. Saking luasnya,dia masuk ke wilayah beberapa kota.
4. Jalan one way di bandung, Bentor Medan, Champs de Elysses *bnr gni g ya tulisannya* di KEDIRI. Mahalnya nasi di hotel laknat brnama hotel *Tiiit* di Bali. Hohoho.

FOTO FOTO. Ini wajib bok.

Yah,skrg gw pgn bgt ke luar negeri. Tapi.
DUIT SIAPA?

Btw,gw nulis ini ma liat Kontak Jodoh. Jih. Menjijikan deh dialognya.

Oke. Kembali ke topik. Hyuuk.
Gw buka lowongan deh. Siapapun yang mau,segera hubungi gw di fesbuk.
Siltavia@gmail.com
hehe.

DIBUTUHKAN SEGERA.

Donatur kaya untuk membiayai perjalanan ilmiah 'Efek perjalanan udara jarak jauh ke negeri Eropa menggunakan pesawat kelas eksekutif terhadap konsistensi tidur The Sleeping Traveler ditinjau dari sisi euphoria dan excitement'

nah. Tertarik untuk membiayai? Yuk mari.
Kontak eike ya bok.

Terjal

Duri.
Perih.
Luka.
Apakah aku harus sebrangi juga,lautan magma,sekedar untuk singgah di hati liarmu?

Jawablah perasaanku.