Kamu bukan matahari buatku, sayang.
Atau dunia seisinya.
Atau bulan, bintang, dan apalah pujangga punya kata.
Duniaku, duniaku berputar ada atau tiada eksistensimu di dalamnya.
Kauminta aku, menganalogikan dirimu dalam keindahan kata.
Baiklah,
dirimu prisma kaca bagiku.
Denganmu,
bisa kubuat pelangi dimana mana.
Kubiaskan sinar di tembok, di balik jendela, di lantai.
Kamu indah,bahkan tanpa kauproduksi pelangi pelangi imitasi itu.
Dan aku menyayangimu.
Cukupkah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar