Sendirian mengenang bulan,
tentang dongeng yang tak tersampaikan.
Mencuri sinar matahari,
muncul dan sembunyi.
Sendirian mengenang bulan,
untuk tiap kesetiaan dan kesediaan,
menghias malam. Ada atau tiada bintang.
Sendirian mengenang bulan.
Aku mencoba setenang danau,memantulkan gema gemilang keindahan.
Sendirian,
kukenang bulan dalam kemarahan dan gejolak yang berujung,sendirian aku ingin menjadi lahar, menjadi lidah api, segala yang menghancurkan.
Sendirian,kutepis perasaanku padamu.
Sederhana. Aku menyayangimu terlalu banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar