Jumat, 09 Januari 2009

Sajak untukmu (Lelaki II)

Jangan,
janganlah jadi.
Gulma.
Tiang jemuran.
Beo.

Iya,aku lelah berkata kata.
Jadi,kudoakan saja dirimu,
seperti yang sudah sudah,
tiap kali kau sentuh,hati dan pikiranku.
Dengan semua,semuanya.

Malam larut.
Namun,
hatiku belum juga terjaga,
dari luka yang masih sama.
Mungkin.
Mungkin memang inilah aku.

Tidak ada komentar: