Aku mencari belahan.
Seperti mencari kesempurnaan.
Sungguh, sungguh luar biasa melelahkan.
Saat tiba thba datang kesadaran.
Tidak ada,seorangpun, yang mampu bertahan disisiku.
Karena aku api,dan cintaku selalu habis terbakar menjadi abu.
Aku angin.
Aku hujan.
Aku mendung.
Aku pelangi.
Aku tidak butuh sesiapa untuk melengkapiku.
Aku mencari cinta, sambil tertatih dibawa pedih.
Saat kemudian kudapat,
kubuang pergi ke arah muara.
Mungkin, ceruk kecil tempat pulang itu,
tak akan pernah sanggup menampungku, hatiku yang selalu banjir pertanyaan, pikiran, dan sejuta ledakan..