hari ini pun, kamu mendesak desakku,
tulislah, katamu.
apa apa yang muncul dalam benak dan ruang kecil hatimu.
aku tersanjung,
seakan membacaku adalah penting bagimu.
atau memang penting?
Tapi aku suka.
perimntaan permintaan kecilmu itu,
jadi alasan bagiku,
menyapamu lewat tulisan tulisanku.
Hai, kataku.
Apa kabarmu, tanyaku.
Tapi semua terbalut dalam bahasaku, sandi rahasiaku, mungkiiiinnnn
kamu pun pernah luput menyadari.
Lihat lihat, aku berlarian dan menembusi benakmu lewat tulisan tulisan ini,
dan aku tertawa.
Menulis untukmu, sekali lagi.
entah kapan baru ku jemu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar