Senin, 27 Desember 2010

Tuhan Berpuisi

Tuhan tersenyum dalam lengkung pelangi.

Ditegurnya kita dalam lamunan panjang sesudah hujan.

Ini senyum, kata Tuhan.

Bukankah itu adalah apa yang terpahat di wajahmu dan sesungguhnya tak akan kaulupa?



Tuhan tertawa dalam senja yang merah.

Saat matahari menyerah pasrah dipelum kelam,

dan gelak siang masih terngiang sampai jauh, jauh.

Ada hangat yang kuat saga, bahkan dalam ketergesaan menuju hitam yang hilang.



Tuhan menangis dalam hujan yang panjang,

tentang rintik yang turun sampai berhari hari.

Menenggelamkan kota, manusia, Tuhan menelan dalam kasih yang mungkin tidak kita pahami.

Tuhan memeluk kita lewat malam yang panjang,

dingin menggigit sampai ke sumsum tulang.

Dengan gigil paling beku, meniupi syaraf yang paling kaku.

Dan kita geming dalam selimut hangat, bicara tentang mimpi yang kunjung reda.

Tuhan menunggu kita bangun dan memeluknya kembali.



Tuhan berpuisi dalam lidah alam.

Kau tahu,

terkadang kita beruntung mendengarnya dalam diam,

dalam pasrah sumarah saat hati ada dalam gelisah.

Bahkan mungkin kita mendengarnya dalam kosong yang panjang menjeda,

saat gemerlap lampu kota menelan warasmu,dan alkohol perlahan memburamkan sadarmu.

Mungkin juga, kita pernah terpaku, saat ada hangat yang menyelusup dalam kalbu,

Lalu kita diam, menengok kebelakang, mencari suara entah apa.

Yang meminta kita untuk berhenti.



Tuhan berpuisi,

dan aku masih sama seperti yang sudah sudah,

menengadahkan kepala memasang telinga,

mencari frekuensi hati paling hakiki,

ingin beruntung mendengarnya.

Selasa, 21 Desember 2010

Setengah.


Rintik perlahan melunturkan nama cinta diatas kartu nama, tintanya biru meluruhi luka.
Lukaku.
Ada yang getir, hati yang berpaling pada tikungan komitmen.
Kamu, aku, sama terbawa rasa tentang janji yang menyerpih dilindas jarak.
Padam pada asa yang kian lama suram mengelam.
Hujan pada bahu kita, airmata di pipi kita, payung yang sama menaungi kita.
Kita, tersenyum pada luka yang serupa.
Aku diam menantimu, kamu diam menantinya.


Sore itu, kamu diam di sampingku, bercerita tentang namanya yang tinggal lama di teras hatimu.
Ada pendar yang datang pada tangan kita yang bersisian dalam ketidak sengajaan.
Aku merasakannya.
Menanti jurusan yang sama di halte, entah untuk keberapa kalinya.
Menjemput senyum paling pelangi.
Masihkan lelah hatimu memuai dalam penantian yang belum juga sampai pada nadirnya?
Aku menatapmu, lekat dalam titik air yang pecah di lintasan pipimu.
Kalau nanti janjinya lepas dari genggammu sekali lagi, mungkin akan terbit maumu untuk berpaling padaku.


Kamu masih terus bercerita dalam hujan yang kian lama kian kencang tangisnya.
Aku menyelipkan harap dalam bagasi hati yang kukemas sedari dulu.
Satu kata darimu,
dan aku berjanji akan membawamu lari dari penantian ini.
Mungkin cinta bukan sekedar rasa yang lama dan kita jaga,
tapi tentang pendar yang aku tahu, kamu juga rasa.
Bisakan kita tumbuhkan ia bersama?

Jalan masih panjang membentang, kalau saja tangan ini kausambut dalam pelukmu.





10 kata : @benzbara





Jumat, 10 Desember 2010

Moving, orrrr.

Akhirnya perkuliahan bener bener berakhir. Setelah semua hustle bustle sidang, skripsi, kompre dan semua tetek bengek itu, i can finally kiss D4 goodbye. Well, ga bener2 goodbye. Masih ada yudisium hari senin.

Selanjutnya apa?
Gue, being drama queen as usual, mulai memikirkan banyak hal yang sebenernya ga nyambung nyambung amat ke lulus d4, eh tapi nyambung juga sik.
Pertama. Penempatan.
Gue ga tau, bok, malash penempatan ini ntar gimana. Kabar terakhir yang beredar adalah penempatan dikocok ulang. Innalillahi aja deh kalo gitu. Biasanya penempatan berdasarkan IP. IP gue emang diatas 3. Masalahnya, semua anak STAN juga IPnya diatas 3. buahahahhaha.
Kalo balik ke Surabaya, alhamdulillah, masih dikasih deket sama keluarga lagi.. :)
Kedua. Suasana Baru.
Dua tahun biasa maen maen begajulan, well, nggak sih. Semester 7-8 hectic abis, semester 9 leha leha, dan semester 10 setengah leha setangah mewek karena skripsi...
Sekarang balik lagi ke rutinitas 8-5 kantor. Atau 8-3am. atau 8-12pm. Kalo pas PS yang lembur lembur ngehe itu. hihihihihi.


Apapun itu, selama dua tahun ini banyak banget hal yang kejadian di gue. I fell out of love, i fell in love again, fell out of love again, met new friends, learnt new things, but i refused to let anything that happen to me to be.. just things. You know, karena kalau kita bikin kesalahan tapi ga belajar, itu berarti kita cuma jadi orang yang pathetic. Statis.

Semoga apapun yang kejadian di gue dua tahun ini nggak sia sia ya.. Alhamdulillah selama dua tahun ini ngerti apa definisi temen. Ketemu orang orang baik yang insyaallah selalu gue inget, walau mungkin nggak bisa gue sapa selalu karena satu dan lain hal, but i'll always pray for them.


Ngomong ngomong, kenapa jadi pamitan gini sik? belum lagiiiii. Masih ada dua-tiga bulan di Jakartaaa.. +tepok tepok pipi+


HHHHH. Okey. Intinya adalah..
+bingung+

aahhhh.


Udah ah.


+ngeloyor pergi+



Selasa, 07 Desember 2010

Menulis.

Mari menulis sajalah,
sampai air matamu habis.
Sampai semua rasa terkikis.
Sampai lelah jari jamari menggesek kertas.
Mengetikkan kata, memunculkan makna.

Aku hanya bisa menulis.
Sampai air mataku habis.

Jumat, 03 Desember 2010

Love


Dear God.
Ga pengen apa apa.
Tolong, Maret ini pertemukan saya dengan dia...

Saya gagal ketemu my Mr. Curiosity. Dan saya tau saya ga akan kuat menonton Secondhand Serenade.

Tapi dia..
Dia saja...



Amiin.





Is it okay to call you mine?

what i'm trying to say isn't really new
it's just the things that happen to me when i'm reminded of you
like when i hear your name or see a place that you've been
or see a picture of your grin
or pass a house that you've been in one time or another
it sets of something in me that i can't explain....
















Kamis, 25 November 2010

Eat and Eat!! Review..

Hahahahhahahahaha.
+apa deh ini, baru awal nulis udah ketawa+

Jadi yaa, sebagai mahasiswi belasan tahun yang baru banget beres ujian komrehensif skripsi dan tetek bengek jahanam itu, bisa dibilang gue sekarang punya waktu luang yang.. uhm.. plenty. Bisa dibilang luang terus sih. +gegoleran+


Awal awal masih lucu sik, sempet nonton INAFF, jalan ama Banu Roid Inul Aaf, karaokean ampe jelek, masih lucu lucu lah yaa acaranya walaupun gue sekarang ga punya pacar buat diajak maen. +hening+ +ga ada yang nanya+


+tersuruk suruk mewek di pojokan+



OKEEEEEEEEEEEE. Jadi, setelah beberapa kali keluar maen, mulailah gue mati gaya karena Banu kompre, Aaf pulkam, dan Roid kena sipilis. KRIK. Nggak deng, dia kena Infeksi saluran Kencing ampe demam demam. Ga heran, CD aja gantinya dua hari sekali.

Eh, balik ke topik, tadi kan niatnya ngreview. Krik krik krik.
Ya, jadi gara gara bingung mau ngapain lagi,maka gue mengajak neng ini untuk nyobain Eat n Eat di Gandaria City.
Dua kali dateng, ini beberapa menu yang gue coba :

1. Carrot Cake-Newton
Sebenernya, pengen banget nyobain ini karena beberapa akun twitter yang ngetweet kalo seneng sekarang ada carrot cake di Eat n Eat, ga usah jauh jauh ke Singapore. Okee. Kalo gue, ya karena belum ke Singapore, kita coba makanannya dulu aja lah ya.. wkwkkwkkw.
Despite the name "CAKE", Carrot cake is actually a.. food. +oke, ini ga bantu+ . hahahah, mungkin kalian ngebayangin carrot cake itu cake yang dibuat dari wortel gitu kan ya, tapi bukan. Kalo gue bilang ini kayak orak arik telor. Dengan bakso. Seriously.





Foto ini diambil dari sini . Maap, ga sempet moto.
Nah yang ada si foto ini Black Carrot Cake. Kalo yang gue pesen kemaren mixed Carrot Cake. Jadi setengah hitam, setengahnya lagi putih. Kalo Black CC, dia labih manis, kayanya dicampur kecap ya. Yang putih dia cenderung asin dan gurih. Rasanya? cukup enak, gue pesen pedes.
Rasanya beneran kaya orak arik telor sama baso. Basonya lebih enak sih, semacam adonan tepung yang gurih gitu. But sadly i have to say that it's overpriced. 30 rebu buat orak arik telor dan bakso.
Enak, tapi overpriced.

Verdict :
Rasa : 3/5
Price : 2/5 (30 K)

2. Es Durian Monthong
This is good. 17 ribu.
Mahal? mungkin.
Tapi enak bangettt. T.T
I'm not into sweet food, but this , get me hooked.

Porsinya sebenernya keliatan kecil, tapi cukup buat berdua. Durennya bener bener berasa, kuah duriannya juga kental dan manisnya pas. Enak banget, beda ama es durian yang biasanya lah pokoknya.

Verdict :
Rasa : 4/5
Price : 3/5 (17 K)

IYEEE kaga ada foto. Plis dong ah. +menangisi hape yang ilang kemaren+ +padahal udah lama+

3. Nasi Goreng Babat Semarang

Maapkan kepada situs ini. saya pinjem gambarnya yaa. ^^



Hmm. Bentuknya mirip mirip gini soalnya. +ditampar+
Hahahhaha. Kali kdua maen ke Eat n Eat, gue penasaran ama Nasi Goreng Babat Semarang yang emang katanya enak itu. Jadilah gue pesen Nasi Goreng Babat ini.
Rasanya, seperti yang sudah saya duga, manis, gurih dengan potongan babat yang empuk dan taburan bawang goreng yang royal. Dilengkapi juga dengan krupuk udang dan acar mentimun yang agak layu. +tapi tetetp gue abisin+.
Porsinya banyak, nampol buat porsi cowok juga kok. Dan gue habis aja looh. ampe tandas, bwahahahahah.
Tapi, jujur enaknya enak yang biasa aja sih, nggak yang bisa bikin gue kayang kaya si Juri di komik roti rotian itu. +as if bakalan ada makanan yang enaknya bikin kayang+
Still, the best nasi goreng for me adalah nasi goreng Kediri yang dijual mamang2 di Malang dan Nasi Goreng Bima Surabaya.
Verdict :
Rasa :3,5/5
Price : 3/5. (29,5 K) . babatnya dikit bok. +Banci jerohan+


Tanteng Eat n Eat sendiri, interiornya lucuuuk. Enak buat dipake nongkrong nongkrong lucu bareng temen, tapi buat beberapa makanan gue bilang emang rada overpriced. Apa harganya sama kaya di counter aslinya ya? Eat n Eat ini sendiri konsepnya kaya food court, tapi dia ngumpulin stall stall makanan yang emang terkenal, kaya Baso Tahu Wibisana bandung-Nasi Goreng Babat Semarang-ada juga soto Kedai tiga Nyonya dan Pindang Iga dari Tangerang.
Kita makannya semacam bazaar, jadi bikin kartu dulu yang bisa diisi sejumlah nominal uang, baru kita belanjain di counter makanan yang kita mau. Mirip sama Foodcourt Mall Taman Anggrek. Dan gue baca, yang bikin Eat n Eat sama kaya yang bikin Marche ya? apa sejenis kaya Ismaya? hmmm.

Anyway, gue sendiri ga kapok buat balik sana. Masih pengen nyobain Baso Tahu, Nasi Langgi, Steak Jawa.. +ngeces sendiri+ . So, see you soon, Eat n Eat!! :D









Selasa, 23 November 2010

Dari Huesca : Mengenang.

dan jika untung malang menghamparkan
aku dalam kuburan dangkal
ingatlah sebisamu segala yang baik
dan cintaku yang kekal.



Sepenggal paragraf itu adalah bagian dari puisi Chairil Anwar, saduran dari puisi John Conford yang berjudul " To Margot Heinneman".
Saya suka bagaimana dia berkata,
"ingatlah sebisamu segala yang baik dan cintaku yang kekal".


Itu menarik. Tapi, apakah kita bisa memilih seperti apa kita mengenang seseorang? bahkan dalam saduran ini pun, kata yang digunakan adalah "Ingatlah sebisamu". Sebisamu. Bukankah kata sebisamu adalah dorongan, usaha, sebisa kita? berarti kalo ga bisa... ga apa apa? :P
Salah satu hal yang paling susah dalam melupakan kenangan bersama seseorang adalah semua hal yang berhubungan dengan kenangan itu.Places. songs. Pictures.
Kenangan, IMO, bukan hal yang bisa dipilih dan dipanggil. Kenangan, adalah sedikit dari masa lalu yang melekat pada waktu lampaumu. Kalau indah, maka yang tersisa ya yang indah indah,kalau nggak, ya nikmati rasa sakitnya saat mengenang semua hal yang nggak enak dikenang.


Dalam beberapa hal, kenangan itu akan melekat selamanya, dan mungkin kita nggak bisa memilih apa emosi yang muncul saat kenangan itu muncul ke permukaan. Tapi, seperti kata Chairil Anwar, sebisamu. Sebisamu.

Dan aku, memilih mengenangmu dengan semua kebaikan yang kamu punya.
Bagaimana kamu mengajariku menjadi pribadi yang lebih, lebih baik dengan semua kata kata dan kalimatmu. Bagaimana kamu muncul dan menjadi pelangi yang muncul membuka hari. Kamu.
Dalam banyak hal, masih begitu banyak pertanyaan yang bermuara di dada, dan terkadang hal itu masih saja menyesakkan. Tapi, mungkin hal ini bukan untuk dimengerti. Kamu pergi, aku pergi, kita hanya sempat bersisian.

Kamu pernah ada, dan meskipun pada akhirnya kamu memilih pergi,



+acak acak rambut soalnya mellow lagi+

+tarik nafas+

+hembus nafas+


Semoga kita bisa sama sama lebih dewasa, dan aku tidak mau berakhir membencimu, karena aku tahu tidak ada yang layak dibenci dari kamu.
Aku ingin mengenangmu sebisamu, dengan semua kebaikan yang kamu punya...
Kamu berharga. :)

Kamu sangat berharga.














Senin, 15 November 2010

Love is overrated?

I wrote it wiyh question mark, because honestly.. i need to ensure myself.

Kenapa gue bilang kalo love is overrated? Karena, gue juga pernah kok ngerasain perasaan yang parah banget sampe berbunga bunga dan berasa pengen deket dia terus. Kangen yang tiap hari, yang kalo ngebayangin baunya orang itu aja udah bikin lemes +apa cobaaa ini+.
I was there.
Merasakan jatuh cinta yang sejatuh jatuhnya, sakit yang sesakit sakitnya karena perasaan itu. Tapi, semakin kesini, ada hal hal yang perlu kita pertimbangkan juga dalam memiliki hubungan dengan orang lain. Gue masih pegang kok kalo dalam hubungan chemistry juga perlu, tapi, jangan sampai terbawa perasaan. Jangan sampai kamu lupa kalo, apapun yang dikatakan, seberapapun bagusnya janji itu didengar, seberapa manisnya suatu kata kata diucapkan..


Nobody loves you more that yourself and Allah. And then, you have your parents.

Gue ga minta kita buat apatis dan berhenti being a love sucker. It's good. Jatuh cinta itu menyenangkan kok. Tapi untuk sepenuhnya percaya dan menggantungkan dirimu sepenuhnya, jangan.
Gue bilang begini, karena gue juga, once.. or.. maybe twice? :)) or even three times?? :P being that silly little girl, crazy in love. Literally, crazy.
I forgot to hold on to earth, i flew too high, and i fell so hard i cracked my heart.
I cracked my parent's trust. I cracked myself. I betrayed myself. :)
Dan gue butuh waktu bertahun tahun untuk menyadari kalau, "love never hurt, people do" (via Indra Herlambang) . and if that person hurt you, he doesnt love you that much. :)
Sampai tiba saatnya menyerahkan diri sepenuhnya dibawah sumpah agama, jaga hatimu sebaik baiknya, iya, gue juga bilang ini ke diri gue sendiri kok.
Love is good, but we need to be a little bit aware. a little bit mature, karena kalau kita ga jago mengelola perasaan, kita sendiri yang kemakan. Dan itu, sakit.



Jatuh cinta, dengan segala resikonya, adalah hal yang patut disyukuri.
Sampai pada satu titik dimana kita menyadari bahwa fondasi utama dalam sutu hubungan bukanlah sekedar perasaan..
I failed. But i do hope sincerely kalau buat semua orang di dunia ini, love could be tale comes true. And maybe, better luck for me next time. :)




Sabtu, 13 November 2010

Rabu, 10 November 2010

Sebuah hati untuk menghakimi

Kulemparkan padamu,
rajaman pisau yang terbit dari marahku.
Tantang kata, tentang durjana, tentang pikiran yang muncul dari relungku,
yang mungkin tak akan pernah lagi bisa terobati.

Jangankan kamu, aku terluka.
Jangankan kamu, aku merasa.

Entahlah, mungkin saat ini akan lebih baik bagi kita.
Berdua saling bicara.
Mugkin melepaskan,
mungkan merelakan.
Karena seperti kata katamu setepat tepatnya.
Bukan sekedar rasa, tapi percaya.
Bukan sekedar kata, tapi mencoba.


Seperti berjalan kembali menyusuri luka.
Seperti berusaha lagi menengok kebelakang.
APakah aku durga?
apakah aku kala?
karena semua yang kusentuh jadi luka, terbakar habis.
Dan simpuh pada kita yang mengabu,

aku sungguh ingin mengatakan langsung padamu,
aku merelakanmu.

Minggu, 07 November 2010

hati.

Mungkin liar dalam kediamannya,
karena itu hatiku butuh sebuah penjara.
Dengan jeruji besi dan tembok beton, kalau bisa tambahkan tegangan listrik ribuan voltase.
Biarkan dia tersengat mati, saat mencoba lari.

Kuikat dengan simpul mati,
ribuan doa agar dia tak lagi jatuh dan tersakiti.
Sebuah mantra untuk mengunci dan membutakan matanya.
Bukalah, dan cintailah pria pertama yang mencium keningmu disaat ijabku nanti.

Berhentilah berlari.
Berhentilah jatuh.
Berhentilah tersandung dan hancur beribu lagi.
Berhentilah pecah.
Berhentilah berdarah.
aku janji akan memelukmu erat, menimangmu, menjagamu sepenuh hati, tapi dengarkan aku.
Berjanjilah untuk tegar sekuatnya, tak akan pecah meski kamu harus jatuh berulang kali.



Dilemma

I miss you and at the same time, i hate you.
I wait for the phone to ring,
but i deleted your name from the list.
I peek to the chat room, wishing so much that you'll come up and say hi.
But i blocked you.

Pretty butterflies inside my stomach, are lurking, i catched them and caged them inside the jar,
but none of the jar were strong enough to hold them,
They were broken, shattered into pieces with a crystallic-sound, i found them so beautiful.
Broken tune.
I am longing for you.

Waiting in vain, respectively.
When your love turns life into an impossible tale.
I took my part as a damsel in distress, waiting for the prince to come up and save me.
but maybe this time i have enough.




So i put on my black cloak.
Witch needs to be bitchier, this..
i can do.



Pandora.

It's here.
Only, this time, it's no longer containing hope.

Jumat, 05 November 2010

On Merapi. Mentawai. The disater we are in.

I have nothing to say on this. Kita semua ga tau apa sebabnya sampai Indonesia mendadak dikepung bencana alam. Salah kita? Azab? Alam marah karena kita sia siakan? Apapun itu, kita hanya bisa menjalani seikhlasnya, sabar dan nggak berprasangka apa apa kepada Dia.
Yang sabar ya, sodara sodaraku disana....


Mari kita bantu sebisanya. Sumbangan. Doa. apapun.




Semoga, segera berlalu bencana ini, dan semuanya baik baik saja. :(

Rabu, 03 November 2010

Menata satu persatu

botol botol parfum.
Dari besar ke kecil.
Bersama bedak, lotion, pelembab dan semua yang ada diatas lemari.
Kulipat rapi baju, satu persatu.
Baju baju yang tergantung di pintu,
barang barang yang berserakan di lantai.
Semacam takut saat orang lain datang mereka melihat sampai isi hati terdalam.
Berantakan.


Akan ada saatnya seseorang datang dan menongok hati kita sampai relung terdalam.
Tapi kamu tahu?
Aku sedikit lelah berbasa basi.
Jadi, pintu itu mungkin akan kubuka sedikit saja.
Karena seperti mengijinkan sesorang masuk ke dalam kamar dan bercengkrama,
saat dia pergi....


Kamu akan merasa kamar yang tadinya nyaman untuk ditinggali sendiri,
terasa begitu luang dan lapang.


Dan kamu akan mati dibunuh sepi.
Mungkin, harus kudahului sepi itu.

Membaca sebuah lagu.

im not a die hard fans of music, but i do agree that on some magical way, music brings us this whole emotional experience,bahkan meskipun kadang kita ga mengerti artinya, maupun ga nangkep maksudnya apa, bahkan yang tanpa kata2.
Ada beberapa lagu yang kalo didengerin itu.. rasanya bikin kita pengen lompat ke jurang terdekat, apalagi kalo didengerin pas ujan ujan. +manggut manggut sendiri+
Beberapa musik yang gue masukkin ke golongan ini adalah : karya karya Sigur Ros, Secondhand Serenade, Everybody Loves Irene. Yang terakhir ini baru gue dapet (pinjem) dari Mba Ska dan jadi korban karena dipasang seharian dan diputer ulang.
Beatnya cenderung pelan, suara penyanyinya menyayat.. (vokalisnya ELI yang cewe itu siapa sih? gue nyetel lagunya yang dia teriak teriak nyayat itu ngepet bener deh. Kalo diputer malem malem nyeremin.)
Ada juga musik yang emang fun, didengerin bikin kita seneng, contohnya Mika. Beatnya cepet, ceria, suara penyanyinya juga nyenengin.


Seperti apapun jenis musiknya, menurut gue, musisi itu hebat. Gue selalu percaya kalo karya yang berasal dari hati dan ditulis sungguh sungguh, itu bakal nyampe ke hati orang yang membaca/ mendengarnya juga. Musisi itu sama seperti penyair, bahkan tugas mereka labih susah. Ga cuma bikin lirik, mereka juga harus menciptakan atmosfir dengan alat musik mereka sehingga menghasilkan musik yang sesuai dengan apa yang mereka ingin sampaikan ke pendengarnya.

Ada lagu yang pengen gue bahas disini. Lagu yang mayan ngaruh buat gue, dan bersifat rada personal, karena lagu ini bukan lagu yang dikasih siapa siapa (setengah curcol) ataupun gue tujuin buat siapa siapa. Lagu yang sering banget gue puter, hampir tiap hari. Lagu yang buat gue cocok banget buat didengerin pas sedih, pas seneng, bahkan pas marah.


Lagunya Belle and Sebastian yang judulnya "Fuck this Shit".

Dari judulnya Hardcore bener yak? Apa yang ada di pikiran mereka ya saat bikin lagu ini?
Ini lagu, judulnya aja yang hardcore, but really, dengerinnya itu enak banget. Damai. cuma ada instrumental doang. Paduan suara harmonika yang gitar yang manis banget. Dengan suara harmonika yang dominan, beat yang nyante abis.. Everytime i listen to this song, i feel like... everything's gonna be okay. Awalnya gue mikir judulnya ga nyambung bener. This song is so.. sweet and soothing you dont wanna relate it with fuck, moreover shit.

According to Urban Dictionary...
Fuck This Shit is a phrase, that means :
1. A more polite way to say "I disagree with you or I may have another plan that may be different than yours."
Contoh penggunaan :
My homeys gonna rob the liquor stoh again tonite. I say fuck that shit, I got home work! It's a goddamn school night!

2. A perfectly acceptable social answer to almost any question.
Contoh penggunaan :
Spit: Did you file your taxes for this year yet?
Slim: Man, fuck that shit.

3. Forget it.
Contoh penggunaan :
I was getting really frustrated with my homework so I said "fuck that shit."


And then i realize, the title is just perfect. This song bring us to a world where problem is just something to forget. Where there's nothing matter in this world but you. You have that right to say "Fuck This Shit" when you feel like you are about to explode.
Lagu ini, pas baget didengerin sambil bayangin kita lagi ada di padang rumput di.. New Zealand kali ya. Maen ama sapi. +kenapa sapi, coba?+ . Liat kangguru. Tiduran di rumput sambl baca buku. Sun is shining, not too bright. Dan angin sepoi sepoi.. #TSAHH.

+dibanjur aer karena terlalu banyak berkhayal+

This is what i feel about this song. This is how i relate to this song. Karena lagu ini ngebantu gue pas lagi bad mood atau galau, ngasi tau gue kalo selalu ada tempat lari di dalam otak gue yang nggak terjamah siapa siapa, ya, kecuali Dia yang Maha Kuasa. :)

Lagu ini, sejauh ini, bisa bikin gue "sedikit" lupa kalo ada masalah apapun yang lagi kejadian ama gue, capek, dan gimana gimana.. gue sering diem dan dengerin lagu ini aja. bukan lari. Tapi buat gue, ada saat dimana saat gue merasa dunia terlalu bingar, and this song gives a little hideaway, for a moment, where you could sit back, and say selfishly.. Fuck this Shit.. i just wanna lie down right now.....

Selasa, 02 November 2010

Barisan rinduku untukmu.

KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen
KangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangenKangen

Self-analyzing. or public suicide? +sigh+

Mencari Pembenaran.


Im good at it. *ngaku*

Temen temen gue yang kenal deket pasti nyadar, lha wong gue aja nyadar kok kalo gue itu kelewat egois sampai kesalahan apapun yang gue lakuin, gue bisa mencari pembenaran atas hal tersebut.

Semuanya. Pasti ada alasan apaaa gitu yang ketemu, dan walaupun alasan tersebut tidak menjadikannya benar, tapi bisa mengurangi rasa bersalah gue. :P. Iya nggak sih? #nanyaamakaca

Hal yang paling susah yang gue lakuin adalah berubah. Dalam artian ini, mengakui kalo gue salah, dan berubah. Gengsi gue itu GEDAY. Keliatannya aja cengangas cengenges ga punya malu tapi aslinya, ya, bisa dibilang im too small for my own pride.

Gue cenderung memandang apa yang terjadi dalam hidup gue sebagai kesalahan orang lain. You know, like getting pregnant and blaming the man, padahal ga mungkin hamil juga kalo kitanya ga ngangkang. *this is rude, but true*.

Bahkan, dalam menjalani suatu hubungan, gue merasa kalau gagalnya hubungan gue ini, gue selalu menyalahkan orang dari masa lalu tersebut. Padahal, gue juga menanggung kesalahan yang gede disana. Tiap kali curhat dan dinasehatin, ya ga ada yang bisa disalahkan disini, atau kita berdua sama sama salah, atau " lo juga salah kali, Vio, lo kan, bla bla bla.." gue pasti hooh hooh. Padahal mah, dalemnya mikir, "Ih, tapi kan dia......" (Isi titik titiknya dengan hal buruk apapun yang terpikir dalam otakmu)

To be honest, i stil cant get rid of it. :) Selalu ada alasan atau pembenaran atas kesalahan yang gue lakukan. Hal ini nggak selalu gue keluarkan ke permukaan. Nggak selalu gue bilang ke orang lain, tapi gue nyadar ini nggak bagus buat gue, karena gue jadi terperangkap dan nggak mengijinkan diri gue sendiri untuk berubah ke arah yang lebih baik. Kalau gue berubah, itu bukan karena gue salah, tapi karena gue mau. Yah, i am that selfish.

I dont even know why im doing this. Tadinya gue mau minta aja buat sekalan yang komen (dan kenal ama gue) sekalian nulis apa iya, gue seperti itu? Apa aja sifat buruk gue.. But then i've to face my own mistake, and i dont want it. (See?? *swallowing pride*)



Kita ngomongin hal lain aja yuk? #dijumroh.
Oke oke, here's the deal. buat lo. Lo. lo. iya, lo juga, yang kebetulan kenal ama gue. Leave a comment, on how should i face this... problem. If you happen to know me in real life and think that yes, i tend to seek conformity rather that face my own mistake, raise your hand. Those who think that i am selfish, raise your hand. Bilang aja, gapapa. Paling kalo ketemu di dunia nyata gue gamparin. #siulsiul

Sial. Jadinya gue merasa gali kubur sendiri. Oh, well. *pasrah*. Bantu ya bantu ya, prok prok prok. Leave a comment. +muah muah+








Senin, 01 November 2010

Perasaan saya pagi ini.

Dulu banyak banyak saya berdoa supaya cepat bisa lupa sesorang, karena saya tahu mencintai tanpa balasan itu menyakitkan. Sekali. dua kali. Sakit hati jangan sampai datang lagi, amit amit jabang bayii.
Sampai menyadari akhir akhir ini bangun tanpa ada pikiran saya terpaut ke sesiapa. Seperti bangun dan sepi saja, begitu, Bangun tadi yang pertama terpikir adalah revisi skripsi. Baguslah, Vio.
Lalu saya menatap jendela yang tampias cahaya matahari banyak banyak. Cerah yang sudah lama sembunyi karena berhari hari Jakarta dikepung mendung. Dan saya merasa sedih. Saya rindu dicekam rindu yang membuat saya menggambar garis biru di pipi saya sendiri. Saya rindu hingar kelebat bayang seseorang yang ramai bersahut sahutan.
Semoga, perasaan ini adalah tanda kalau saya siap untuk sekali lagi merindukan seseorang sampai jauh malam. Amin.










Minggu, 31 Oktober 2010

The trouble i put my self into.

Falling in love.

Social Network. Movies. boys.


GUYAAAAAA. Hyak hyak.
Dalam bulan ini bisa dibilang gue udah nonton hampir semua film film terbaru. #sombong #ditampar (ditampar bumil yang agak iri karena ga bisa kemana mana)
Semalam akhirnya nonton juga Social Network, film tentang pendiri Facebook, si Mark Zuckerberg yang jadi BILLIONAIRE termuda saat ini. Mas, kawini akuuuh. #ditamparlagi #lostfocus
Okah, gue ga akan ngeresensi disini, itu mah udah tugas si sexy ini. JAdi kita tunggu aja resensi dia.
Lah, terus, gue ngomongin apa? yaaaaaaaaaaa... Kaga ngarti juga sik. Tapi bok, WINKLEVOSS yang kembar itu YUMM ya.
Lately, gue baru tau tadi setelah baca di IMDB kalo pemeran Winklevoss bersaudara ga kembar. Tapi kok bisa kembar? Iyaaaa, jadi si Josh Pence dan Army Hammer memerankan Tyler dan Cameron Winklevoss dengan menggunakan semacam.. CGI apa ya? teknologi gituh, jadi si Josh Pence cuma memerankan sebatas LEHER KEBAWAH. Yasalam, menyakitkan bener yak. Mukanya diganti muka Arnie Hammer. Padahal gantengan Josh Pence loh. Model. Ralph Lauren. Mari kita mengheningkan cipta sejenak.



image taken from fashiontography.blogspot.com

ini mas Josh ama Mbak Giselle *menahan diri untuk ga ngekrop mukanya* . Kejauhan yak mukanya?Sori, dari yang gue google ini yang paling sopan. uhuk.


image taken from themovieblog.com
Nah, ini mas Arnie Hammer.


AAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH.
Speaking of cowo ganteng.. ada juga mas mas GUANTENG (oke, lebay) yang maen di kemaren gue tonton.. The takers. Mas Hayden.

image taken from moviewatchlist.com
AUUUUUUUUUUUUUUUU. Mass, aku hamil anakmuuuu.

Ah, inti postingan ini apa sih? errr. Oke, i admit. ini sih sebenernya juga gue ga ada ide nulis, tapi udah janji, mau posting tiap hari selama seminggu berturut2. Abisnya, gara2 twitter jadi males nulis. gue juga jadi rada susah nulis yang rada panjang dikit.-_____-
Dan ya, gue ga mau kemampuan (ceileh, kemampuaaan) gue menulis jadi menurun karena keseringan ngetwit. ihihihii. Jadilah gue bikin semacam janji itu, untuk keep writing walaupun twitter terus mengiming2. Wow i rhyme.

Skripsi gmna Vio? Kan nulis juga tuh? #JEJELINSEPATU

See? i even write things in hashtag now. #twitterOD
AH, i do it again.

So there, people, maapkan tulisan yang ga makna dan isinya cuma memuja muja para pria ini. Lah? Cewe mana si yang ga suka pria? Ahem. Gue si, terakhir ngecek, masih doyan. LOL.
Uhm. entah kenapa, gue merasa bersalah kalo ngepost postingan ga makna ini. Tanpa pesan moral apa2. Ah.

#melipirpelanpelan


Sabtu, 30 Oktober 2010

On Twitter and words.

Gue percaya akan kekuatan kata kata. Lah iya, kata kata itu bisa jadi semuanya. Coba aja lo bilang ke seseorang yang baru putus dari pacarnya dan galau galaunya kalau dia emang jelek, ga pantes buat cowonya, dan dia cuma pecundang yang hidupnya sedih melulu (sumpah ini bukan gue) trus lo kasi silet ke tangannya dan lo bilang "Mati aja sono".
Apa yang bakal terjadi?
1. Dia bunuh diri
2. Dia bunuh lo trus bunuh diri.
3. Dia bunuh semua orang di sekitarnya sambil teriak teriak.
4. Dia nangis. Hilang harapan hidup. trus langsung ke Saritem jual diri. +astaghfirullah, amit amit+

The thing is, buat gue, kata kata itu bisa jadi kejam sekaligus bisa jadi penolong. Bukankah itu ajaib? apa yang kita ucapkan bisa menggerakkan hati orang lain. sesuatu yang kita tulis, kita nyanyikan, kita ucapkan adalah sesuatu yang BENAR BENAR didengar orang lain, dan menyentuh hati mereka?
Apakah kita akan memilih untuk mengatakan sesuatu yang ga enak didengar?

Uhm. gue nulis ini, karena sejujurnya, twitter has became sort of social bashing media, dimana saat satu orang berkata salah, semua menimpali dengan kejamnya, semua ikut ikutan apa yang lagi rame di twitter.
e.g, Kasus Renny Sutiyoso.
I dont see what the fuss is all about. Katanya, dia nge-RT masalah bokapnya yang disuruh jadi gubernur lagi. Dan dia ngetwit "Jakarta, same shit, different day. "
Semua orang muntab karena merasa dia ga pantas ngetwit itu. Lah? dia org Jakarta juga bukan? kena macet juga bukan? Not that i think people are allowed to curse di tengah macet ya, but come on, siapa si yang ga pengen cursing di tengah macetnya Jakarta yang siakek itu??
Masalah dia nge-RT beberapa org yg minta bapaknya buat ngejabat lg, emang kenapa kl dia bangga ama bapaknya?
Bapaknya mungkin salah, okelah, tapi apa ya pantas kita menyalahkan anaknya? Atas banjir dan macet yang kejadian di Jakarta?
Setelah itu, memang ada yang nyalahin twit dia yang becandain tentang becandaan Merapi. Okay, itu mungkin salah. Tapi sebelum itu, udah banyak yang bashing dia, bahkan ampe mocking physically..
Ya ya ya. Gue rasa orang udah pada hilang akal.
You tweet, you RT, dan semua follower lo langsung ikutan rame.



"Why hurt people who have never wronged you? " (Asmara Letizia @miund, 2010)









Jumat, 29 Oktober 2010

Jarak (lagi)

Sekali lagi, aku menemu jarak sialan yang terbentang diatas hubungan basi bernama cinta.
Bukan jarak sesungguhnya, namun ini sungguh menyiksa.
Jarak yang tersembunyi diatas rutinitas dan senyum, sapa yang kauberi selama ini.
Tidak terasa. Dan ia hanya sepoi membelai hatiku.

Namun bukankah waktu adalah jawabanmu paling lugas atas jarak yang kaubentang atas nama entah apa?
Karena bagiku, selalu rasa yang menjadi dasar atas segalanya.
Dan saat kita menyerah atas nama ego, tolong jangan sebut itu cinta.

Dan malam ini, sungguh jarak itu mengganas.
Ia meremas hatiku kuat kuat, dan mendadak aku pusing mencerna semua tanda yang kauberi,
memaksa pemahaman paling mendasar atas semua pertanyaan muncul ke ubun ubun dan aku mengerti.





Aku. pergi. karena kamu yang mengingini.

Minggu, 24 Oktober 2010

Plagiarism is the highest form of admiration. Yeah.

So, buat kamu, mbak-siapa-ya-gue-ga-kenal-tapi-makasih-loh-udah-admire-gue-sebegitu-rupa.
Kamu menulis tentang MENGHARGAI ORANG LAIN KALO MAU DIHARGAI? Kamu lupa menulis dimana? Mungkin karena kamu kebanyakan ngopas isi blog orang laen kali ya. Lemme give you clue. Kamu menulis itu disini.
Sudah ingat?
Nah, then why are tou mumbling about menghargai orang lain kalo disaat yang sama, kamu tidak menghargai saya sebagai penulis?
Banyak, banyak tulisan kamu yang kopas dari blog saya tanpa menyertakan nama saya sebagai penulis di dalamnya.
Maaf kalau saya begitu marah. Karena apa yang anda tulis, semuanya adalah hal hal privat yang terjadi, senyata nyatanya dalam hidup saya. I write them all, dari hati. Saya ga masalah kalau anda minta ijin dulu, kopas, DAN memberi kredit kepada saya sebagai penulis.
Dan saya juga kaget, banyak banget ya tulisan saya yang anda kopas. Lucu. Mungkin kisah hidup kita sebegitu samanya?
Ah, tidak. Jelas beda. Saya masih cukup punya hati untuk menghargai orang lain dan tidak pernah kopas tulisan orang lain tanpa menghargai penulisnya.
Anehnya, tulisan ini sama dengan tulisan saya yang ini.
Dan tulisan anda tentang mendengarkan kata hati ini wah, sama bener yaa ama tulisan saya yang ini.
Daaan.. tulisan anda tentang pernikahan , well it rings a bell in my head about my own writing.. this one.
Ini dan ini?
Bahkan, anda juga menuliskan tentang sesorang yang got away , sama seperti saya.
Bahkan, puisi anda juga kopas sebagian dari saya. Anda mencintai sampai sakit? waaah.. saya jugaaa.

+Standing Ovation+

Masih banyak lagi. Tapi saya cape sendiri mbak. Makin banyak yang membuat saya tidak respek dengan kamu. Padahal Kalau mau, kamu bisa kan meninggalkan komen di blog saya dengan sopan, menulis kisah kita yang mungkin sama dari sudut pandang lain, dan kita menjadi teman, sesama blogger?

Blog anda, headernya "It's My Life". Well, apparently some of them are stolen from my life.
Kalau mbak masih punya malu, tolong dihapus. Kalau masih ingin ditulis di blog mbak, at least cantumkan sumber aslinya. No big deal.
Maaf kalau saya menulis seperti ini tanpa menegur mbak terlebih dulu lewat komen di blog mbak. I was about to do that, saat saya sadar ternyata banyak banget yang kopas. -__-

+udah bingung gue mau ngomong apa lagi+
Saya tunggu klarifikasinya loh mbak.. +senyum manis+