Senin, 12 Oktober 2009

The One That Got Away

Baca notesnya Mas Asra tentang Perceraian, ada komen yang sedikit menggelitik hati gue.
komen dari Mba ska.. gue kutip ya mbak...

kalo seandainya suatu hari lo menyadari kalo lo ga mencintai istri/suami lo, entah bagaimana cara penyadaran itu, dan meskipun hidup lo ga menderita,lo tahu hidup lo juga ga sebahagia dan seamazing kalo lo habiskan dengan orang yang bener2 lo cintai, apakah lo akan berani mengakhiri sebuah kapal yang udah lo bentangkan layarnya? tidakkah perjalanan itu menjadi sia2?

Terkadang, kita harus membuat sebuah pilihan, dan menurut gue, kadang pilihan itu adalah sesuatu yang nantinya akan kita sesali. Dalam kasus gue,tentang sebuah hubungan, gue pernah baca blog,gue lupa dimana.. Kalo ada yg tau,tolong infonya.. Yaitu tentang The One that Got Away.
Dalam komen Mb Ska, gue cuma sedikit mengambil, bisa dblg, ada seseorang yang kita inginkan tapi ga bisa kita dapatkan,entah karena sikon, timing, atau apapun itu.. Itulah The One That Got Away. Kita selalu berpikir, he/she is the one, he's perfect, he's everything u want, he's ur adrenaline pumper, he's just the one that fits ur heart everytime u see him. He is the one,that u feels amazing to be with. Those romantic-butterfly-in-stomach love.

But then he got away.
And we met another person,that we love,love them back,the person we are now with. But deep inside,there's this tingling,annoying, a bit painful sometimes about the one that got away..
Ada rasa sesal itu, yang muncul bersama perasaan bersalah karena kita merasa tidak mensyukuri apa yang ada sekarang, dan seperti apapun kita mencoba lupa, still. There is this.. oh-so-friggin-annoying-sensation yang mungkin muncul tiap kita kecentok sama hal hal yang mengingatkan kita dengan the one that got away itu.

Dan menurut gue, memang hal itu harus ada. Seperti semacam pengingat, sebuah memoar tentang seseorang yang seharusnya kita hargai dan kita jaga, yang seharusnya bisa kita pertahankan,namun gagal kita 'genggam'. Apakah hal itu untuk disesali? enggak, i think it's a good way for us to be really grateful for being us, right now.
Dan kalaupun kita merasa bahwa siapaun yang bersama kita sekarang adalah yang terbaik, jagalah baik baik. Don't let him/her to be The One That Got Away. Karena, apabila kita gagal menjaga seseoarang itu, butuh waktu lama untuk merubah dia dari "The One Who Breaks My Heart" menjadi "The One That Got Away". Needs effing lot of tears, efforts, and pain. Great dosage.


Karena disinilah gue sekarang, pernah menjadi "The One That Got Away" bagi seseorang, pernah kehilangan " The One That got Away", dan gak mau lagi gue kehilangan dia yang ada bersama gue, saat ini. No more getting away. I'm just way too tired and too old (yes, i admit) to do some relationship-stunt.

Kita bisa, kita punya kekuatan itu untuk merubah frase "The One That Got Away" itu menjadi "The One That Really Should Go, and Thank God He did.". Karena memang, seharusnya itulah yang terjadi sebagaimana yang Maha Kuasa menggariskan agar kita bisa sampai pada titik ini, Apa yang seharusnya terjadi pasti terjadi, ginaris. Dan Bersyukurlah, atas apa yang kita punya sekarang...
Bisakah?

18 komentar:

Anonim mengatakan...

setuju... ^_^

klo dah pernah sayang biasanya ya g akan lupa..

tapi syukuri yang ada.. n choose the life that u can lived with..

Vio mengatakan...

Amiin, semoga bisa....^^

Anonim mengatakan...

uughhh...vio...ngewakilin rasa bnyk orng..good job dear....

Vio mengatakan...

Makasiii..^^

Ariza mengatakan...

gw? belum bisa. :)

Anonim mengatakan...

Be thankful and grateful for his coming in our life n let him go?...
Susah yaa...
Tp ure really givin great spirit with ur words..
keren...

Anonim mengatakan...

@Icha : belum kan Chaa,bknnya enggak.. ^^ semangat!

Vio

Anonim mengatakan...

@anonim : amiin,makasiih..
Susah,ini juga br bisa butuh waktu lama..

Vio

Ana mengatakan...

pernah ngerasa kaya gitu..
tapi setelah dipikir2, ada alesan dibalik kenapa dia ga bisa sama aku, menurutku, karena kalau aku beneran bisa menggenggamnya, hidup ga akan seindah kelihatannya..

intinya, apa yang kita anggap indah, belum tentu sebenernya kaya gitu

Anonim mengatakan...

Tuhan bisa memberi kita sepuluh orang atau lebih untuk dilabeli "The One That Got Away", tapi Tuhan hanya akan memberi satu saja "The One and Only".. Mudah2an apa yang kamu punya sekarang merupakan satu2nya yang dikehendaki Tuhan.. Amin..



-kinder bueno-

kriwul mengatakan...

hmmm... for me, the one that got away will remain forever. karena apa? karena cinta lebih indah kalo qt ga bisa memiliki. kalo romeo juliet merit, bisa aja pernikahan mereka berakhir di tahun keenam. dan ga jadi legenda.

btw, the one that got away (usually) will be the one to whom you give your greatest and deepest feelings. its something we can deny.

the good thing is, we could always love somebody else. but it doesnt change our feeling for the one that got away. trust me. nothing can really be forgotten.

kamu bisa mencintai siapapun tanpa mengurangi rasa cintamu pada seseorang yang lain (versi yg lebih klisenya:cinta tak harus memiliki, he3)

Jengskaa mengatakan...

i hate this post. i hate the comment you quote. i hate me. but i dont hate him, the one i really belong to. right now, this moment. he fulfil me, just by being himself.

and i know, i'll figure out someday, just give me some time more.

*bingung ga sama komen ini??? ah, seharusnya gw ga seterbuka itu. maen komen aja di post nya asra, dan sekarang beberapa orang menganggap gw ga cinta sama laki gw. halooo, pliss ya orang2 outthere, how can i sleep beside him every single nite kalo gw ga cinta??? hahhh?? hahhhh??? (oh, dan pertanyaan ini bukan buat lo vi... nitip ngomel2 aja ya. boleh ya boleh??)

+menggenggam tangan mr hubby erat2+

Jengskaa mengatakan...

eh, i dont hate this post. it's just so jleeeb jleeeb jleeeeeeebbb!

Anonim mengatakan...

@Sapidudunk :mungkin, tapi menurut gue, karena kita tidak tahu itulah, kita terus menerus bertanya dan mampertanyakan bagaimana jadinya kalo dengan dia, paahal apa yang ada bersama kita saat ini, bisa jadi jauh lebih indah...
@Mr.A : hei you, makasih banget..:) semoga benar adanya. Kamu juga, ya...
@Kriw : huaaaa, itu sedih bangetttt... T.T
Engga tau ya Kriw, tapi cinta tanpa memiliki itu, semoga nantinya bisa dikurangi intensitasnya, atau mungkin hilang dan tinggal rasa manisnya aja.. *TSAH*
@Mba Ska : i know..*hugs hugs hugs*


Vio

kacrut mengatakan...

maca ciehh... *sok imyut* haha

Anonim mengatakan...

apa yang telah terjadi adalah yang terbaik, tergantung bagaimana kita bisa mengambil hikmah daripadanya saja!

udin mengatakan...

begitulah cinta, siksaannya sampia akhir jaman
*)patkay mode

Anonim mengatakan...

@Kacrut : *huh*
@Kangmaseganang : *manggut manggut*
@Udinnya Dyra : hahahah..*sigh*

Vio