pada malam dingin yang menggigit jakarta, saat hujan pelan pelan melenakan kami,
aku menangis untuk alasan yang tersembunyi dalam diamnya hati.
pilu, luka, dan biru.
Kekasihku berkata dia lelah menungguku sembuh.
Dan aku lelah berkejaran dengan waktu.
Lalu kami berpelukan.
Dan aku berhenti menangis.
Kalau bukan cinta yang menyembuhkan, ini apa namanya?
There are things that remain the same, the place you will always come home to.
Tampilkan postingan dengan label lovey dovey.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lovey dovey.. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Februari 2010
Senin, 12 Oktober 2009
The One That Got Away
Baca notesnya Mas Asra tentang Perceraian, ada komen yang sedikit menggelitik hati gue.
komen dari Mba ska.. gue kutip ya mbak...
kalo seandainya suatu hari lo menyadari kalo lo ga mencintai istri/suami lo, entah bagaimana cara penyadaran itu, dan meskipun hidup lo ga menderita,lo tahu hidup lo juga ga sebahagia dan seamazing kalo lo habiskan dengan orang yang bener2 lo cintai, apakah lo akan berani mengakhiri sebuah kapal yang udah lo bentangkan layarnya? tidakkah perjalanan itu menjadi sia2?
Terkadang, kita harus membuat sebuah pilihan, dan menurut gue, kadang pilihan itu adalah sesuatu yang nantinya akan kita sesali. Dalam kasus gue,tentang sebuah hubungan, gue pernah baca blog,gue lupa dimana.. Kalo ada yg tau,tolong infonya.. Yaitu tentang The One that Got Away.
Dalam komen Mb Ska, gue cuma sedikit mengambil, bisa dblg, ada seseorang yang kita inginkan tapi ga bisa kita dapatkan,entah karena sikon, timing, atau apapun itu.. Itulah The One That Got Away. Kita selalu berpikir, he/she is the one, he's perfect, he's everything u want, he's ur adrenaline pumper, he's just the one that fits ur heart everytime u see him. He is the one,that u feels amazing to be with. Those romantic-butterfly-in-stomach love.
But then he got away.
And we met another person,that we love,love them back,the person we are now with. But deep inside,there's this tingling,annoying, a bit painful sometimes about the one that got away..
Ada rasa sesal itu, yang muncul bersama perasaan bersalah karena kita merasa tidak mensyukuri apa yang ada sekarang, dan seperti apapun kita mencoba lupa, still. There is this.. oh-so-friggin-annoying-sensation yang mungkin muncul tiap kita kecentok sama hal hal yang mengingatkan kita dengan the one that got away itu.
Dan menurut gue, memang hal itu harus ada. Seperti semacam pengingat, sebuah memoar tentang seseorang yang seharusnya kita hargai dan kita jaga, yang seharusnya bisa kita pertahankan,namun gagal kita 'genggam'. Apakah hal itu untuk disesali? enggak, i think it's a good way for us to be really grateful for being us, right now.
Dan kalaupun kita merasa bahwa siapaun yang bersama kita sekarang adalah yang terbaik, jagalah baik baik. Don't let him/her to be The One That Got Away. Karena, apabila kita gagal menjaga seseoarang itu, butuh waktu lama untuk merubah dia dari "The One Who Breaks My Heart" menjadi "The One That Got Away". Needs effing lot of tears, efforts, and pain. Great dosage.
Karena disinilah gue sekarang, pernah menjadi "The One That Got Away" bagi seseorang, pernah kehilangan " The One That got Away", dan gak mau lagi gue kehilangan dia yang ada bersama gue, saat ini. No more getting away. I'm just way too tired and too old (yes, i admit) to do some relationship-stunt.
Kita bisa, kita punya kekuatan itu untuk merubah frase "The One That Got Away" itu menjadi "The One That Really Should Go, and Thank God He did.". Karena memang, seharusnya itulah yang terjadi sebagaimana yang Maha Kuasa menggariskan agar kita bisa sampai pada titik ini, Apa yang seharusnya terjadi pasti terjadi, ginaris. Dan Bersyukurlah, atas apa yang kita punya sekarang...
Bisakah?
komen dari Mba ska.. gue kutip ya mbak...
kalo seandainya suatu hari lo menyadari kalo lo ga mencintai istri/suami lo, entah bagaimana cara penyadaran itu, dan meskipun hidup lo ga menderita,lo tahu hidup lo juga ga sebahagia dan seamazing kalo lo habiskan dengan orang yang bener2 lo cintai, apakah lo akan berani mengakhiri sebuah kapal yang udah lo bentangkan layarnya? tidakkah perjalanan itu menjadi sia2?
Terkadang, kita harus membuat sebuah pilihan, dan menurut gue, kadang pilihan itu adalah sesuatu yang nantinya akan kita sesali. Dalam kasus gue,tentang sebuah hubungan, gue pernah baca blog,gue lupa dimana.. Kalo ada yg tau,tolong infonya.. Yaitu tentang The One that Got Away.
Dalam komen Mb Ska, gue cuma sedikit mengambil, bisa dblg, ada seseorang yang kita inginkan tapi ga bisa kita dapatkan,entah karena sikon, timing, atau apapun itu.. Itulah The One That Got Away. Kita selalu berpikir, he/she is the one, he's perfect, he's everything u want, he's ur adrenaline pumper, he's just the one that fits ur heart everytime u see him. He is the one,that u feels amazing to be with. Those romantic-butterfly-in-stomach love.
But then he got away.
And we met another person,that we love,love them back,the person we are now with. But deep inside,there's this tingling,annoying, a bit painful sometimes about the one that got away..
Ada rasa sesal itu, yang muncul bersama perasaan bersalah karena kita merasa tidak mensyukuri apa yang ada sekarang, dan seperti apapun kita mencoba lupa, still. There is this.. oh-so-friggin-annoying-sensation yang mungkin muncul tiap kita kecentok sama hal hal yang mengingatkan kita dengan the one that got away itu.
Dan menurut gue, memang hal itu harus ada. Seperti semacam pengingat, sebuah memoar tentang seseorang yang seharusnya kita hargai dan kita jaga, yang seharusnya bisa kita pertahankan,namun gagal kita 'genggam'. Apakah hal itu untuk disesali? enggak, i think it's a good way for us to be really grateful for being us, right now.
Dan kalaupun kita merasa bahwa siapaun yang bersama kita sekarang adalah yang terbaik, jagalah baik baik. Don't let him/her to be The One That Got Away. Karena, apabila kita gagal menjaga seseoarang itu, butuh waktu lama untuk merubah dia dari "The One Who Breaks My Heart" menjadi "The One That Got Away". Needs effing lot of tears, efforts, and pain. Great dosage.
Karena disinilah gue sekarang, pernah menjadi "The One That Got Away" bagi seseorang, pernah kehilangan " The One That got Away", dan gak mau lagi gue kehilangan dia yang ada bersama gue, saat ini. No more getting away. I'm just way too tired and too old (yes, i admit) to do some relationship-stunt.
Kita bisa, kita punya kekuatan itu untuk merubah frase "The One That Got Away" itu menjadi "The One That Really Should Go, and Thank God He did.". Karena memang, seharusnya itulah yang terjadi sebagaimana yang Maha Kuasa menggariskan agar kita bisa sampai pada titik ini, Apa yang seharusnya terjadi pasti terjadi, ginaris. Dan Bersyukurlah, atas apa yang kita punya sekarang...
Bisakah?
Rabu, 05 November 2008
Sesuatu yang menyenangkan..
Tau lagu yang di Sound of Music ga?
Lupa judulnya apa, tapi ada liriknya..
These are the few of my favorite things....
Lucu...
Hari ini, sebenarnya ga ada kejadian yang nyenengin si.
Life just goes on, and i seize it...
Carpe diem.
Hmmmm.
*mengheningkan cipta*
Hari ini, tadi pagi nungguin travel sama tiduran di ruang tamu.
PElor banget nih sekarang, cepeeet banget tidur kalo ketemu yang empuk empuk. hehehe.
Pas keadaan setengah tidur, samar ngeliat mama lagi nyelimutin pake selimut.
Pengen nangiss....
Tiba tiba jadi kepikiran,nanti di Jakarta bakal jarang pulang.
Bakal jarang ketemu mama lagi.
Padahal, sekarang ketemu tiap minggu....
Hiks.
Sedih.
Karena kepikiran itu.
Dan hal lain yang mengganggu.
Karena dia, dia dia dia dan dia.
Tapi udahlah, im not going to spoil it here.
Karena tema postingnya adalah sesuatu yang menyenangkan.
So i closed my eyes and simply remember things that makes me smile..
Hujan di sore sore dan secangkir kopi hangat,
bukankah musim hujan sempurna untuk orang orang yang suka merenung?
Just want to say,
welcome rainy days!!!!
^_^
Lupa judulnya apa, tapi ada liriknya..
These are the few of my favorite things....
Lucu...
Hari ini, sebenarnya ga ada kejadian yang nyenengin si.
Life just goes on, and i seize it...
Carpe diem.
Hmmmm.
*mengheningkan cipta*
Hari ini, tadi pagi nungguin travel sama tiduran di ruang tamu.
PElor banget nih sekarang, cepeeet banget tidur kalo ketemu yang empuk empuk. hehehe.
Pas keadaan setengah tidur, samar ngeliat mama lagi nyelimutin pake selimut.
Pengen nangiss....
Tiba tiba jadi kepikiran,nanti di Jakarta bakal jarang pulang.
Bakal jarang ketemu mama lagi.
Padahal, sekarang ketemu tiap minggu....
Hiks.
Sedih.
Karena kepikiran itu.
Dan hal lain yang mengganggu.
Karena dia, dia dia dia dan dia.
Tapi udahlah, im not going to spoil it here.
Karena tema postingnya adalah sesuatu yang menyenangkan.
So i closed my eyes and simply remember things that makes me smile..
Hujan di sore sore dan secangkir kopi hangat,
bukankah musim hujan sempurna untuk orang orang yang suka merenung?
Just want to say,
welcome rainy days!!!!
^_^
Jumat, 25 Juli 2008
Rendezvouz
Mencumbu ujung jarimu saja,
membuat seribu kupu kupu terbang.
Malam ini saja, mari kita berjanji bertemu.
Di tepi jalan pelangi biruku,
tepi jalan pelangi biruku.
membuat seribu kupu kupu terbang.
Malam ini saja, mari kita berjanji bertemu.
Di tepi jalan pelangi biruku,
tepi jalan pelangi biruku.
Langganan:
Postingan (Atom)