Sabtu, 26 Desember 2009

Butuh koma.

Aku terlalu tergesa.
Berlari menyusuri lorong waktu.
Saat kemudian aku jatuh,terjegal dan sakit.
Lalu aku lanjut.
Tapi jalan ini,
terkadang begitu terjal dan memenatkan.
Ampuni aku Gusti,
tapi saat ini aku bertanya tanya,
gerangan apa yang membuatMu begitu konstan mengujiku?

Aku lelah.
Dan aku butuh koma, sebuah jeda.
Bukan titik, seperti apa yang pernah ingin kutulis sendiri.
Dalam kisah yang belum sampai klimaks dan happy ending.

Tuhan,aku butuh koma.
Dan maafkan aku untuk berani berani,
meminta kepadamu.
Aku. Takut tersandung dan tak sengaja menorehkan titik itu, sekali lagi.

Kamis, 24 Desember 2009

Ada seribu alasan.

Untuk beranjak pergi dan melupakanmu.
Untuk berlari dan berlalu.
Untuk melaju dan tak kembali lagi.
Untuk benar benar pergi.

Tapi,diatas semua itu.
Ada satu alasan,
kenapa,aku memilihmu untuk benar benar tinggal dalam ruang terdalam.
Dan membiarkanmu pelan pelan mengganggu malam malamku,
dengan sakit yang kadang tak terperi.
Dengan isak tanpa suara,
dan garis air mata,pagi pagi.
Dengan mimpi mimpi buruk tak berkesudahan.
Dengan sebuah kenyataan,
bahwa..
Hidupku tak akan sama,tak akan pernah sama lagi.

Karena,sungguh teramat sangat aku jauh..
Jatuh padamu.

Selasa, 15 Desember 2009

Sirik

Gue sirik mampus.
IYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA


KENAPA?? KENAPA SIKKK??
KENAPA HARUS TERJADI BERTUBI TUBI DAN BIKIN GUE MESTI MIKIR TERCENUNG TERCENTOK DANNNNNNNNNNNNNN.



Oh well.

Allah save the best for last. I love you, dear god. :-)

Senin, 07 Desember 2009

These things wont last,and that is why..

When i see you,
i know that sooner you'll be gone.
These are little things that wont last forever,dear baby.
Our love, your love,mine.
And these words,they arent meant to be real.
And those miseries, promises, hugs,kisses stolen between hours,secrets.

You are closer that everyone i ever let in.
But like a needle, u got thru with unavoidable pain.
An injection.
Because everytime you touch me i know exactly..
This little space between your beating heart and mine..
Is everything.



And when the time is right,
you walk away out of my life..
Maybe ill surrender into faith and let u go in no time.

And that is, darling.
The only thing that's real.
Resurrection, foreordained fate,
painful,painful life.

Selasa, 01 Desember 2009

Ada kalanya

Aku ingin berdansa bersama hujan dan rembulan di tangan kanan,
menggila dalam musik alam tak bertuan.
Memelukmu jauh, jauh masuk ke dalam jiwaku,
agar bisa sedikit kubagi nada rahasia dalam labirin ini.

Lalu kamu akan mengerti,
bahwa sebuah perasaan kadang tak akan bisa tergambar dalam kata,
dan kamu akan berhenti bertanya.

Dan berdua,
kita akan saling memeluk dan menatap dalam dalam,
bertukar bahasa yang hanya kita tahu artinya.
Dalam sunyi.

Senin, 16 November 2009

Karam

Cinta adalah anomali

Yang liar,lompat kesana kemari.

Ia merobek-robek hatiku,seperti sepotong roti.

Ia bilang,ia melengkapi aku.

Tapi aku tau ia berdusta.

Karena aku tak pernah sesepi ini.

Aku ingin menangkap cinta itu.

Mengikatnya di kursi,mungkin sedikit introgasi.

Seharusnya cinta dihukum mati….

Minggu, 15 November 2009

Waking up, sad.

What happened to me, lately?

Rabu, 11 November 2009

Random Beneran

1. Tentang Palak Memalak...
Okay, ada apa dengan gue dan palakan?? entah kenapa, temen temen gue selalu mengkondisikan gue sebagai ratu palak..
PAdahal..
Enggak loh.
Pernah sih. Sekali. Eh, maksud gue beberapa kali.

Oke. Sering.
Gue pernah nih, malak teman gue si Opa *dipanggil opa gara2 dia paling tuwir sekelas*..
Gue suka Pocky, tapi gue g tau kalo ada beberapa jenis Pocky yang.. MAHAL SANGAT.
Huahahahahha.
*asli, tiap inget gue pengen ketawa sekaligue kasian*
Nah, ceritanya, si Opa berjanji untuk traktir Pocky.. SELUSIN...
Mwahahahahahha.

Pocky yang biasa gue beli itu yang coklat,atau strawberry biasa, tau kan?? itu harganya berkisar 6-7ribuan..
Nah..
Nyampe di BP, gue nemu Pocky Stawberry Flake, yang keknya enak deeeh... jadi ada starwberry crustnya gitu diluar nempel2 ke coklatnya... Karena gue belum pernah, gue ambil dan mengasumsikan harganya sama... Ahahahhahahahhaha.
Si opa, ngambil KACANG ATOM. i repeat, KACANG ATOM. Satu bungkus. Yang kecil.
Ternyata, JRENG.

Harga satu kotak Pocky itu.. adalah.. 16 ribu.
MATEK. Huahahahhaha. Kalikan aja ama selusin.


Opa : "berapa, mbak??"
Mbak2 Kasir : XXXXXXXXXXXXXXXX.
Opa : ............. *nglirik gue*
Gue : *melipir pergi pelan pelan...*


Opa : "kacang atom termahal yang pernah gue beli....."
Gue : *ngakak guling2 dan ngerasa bersalah, dikit..*


Bahkan, gue sukses memalak siPNSrajairittukanghedonyangsukanumpangtaksikagakbayarsamakekgue !!!!
Hihihii.. Jadi, pas si Roid ilang kartu ATMnya, dia kan ngutang2 tu ma si Banu...
Nahhh,pas itu, kita lagi janjian ketemuan sama jeng ini
. Dan kebetulan sekali si jeng Nora ini bawa sepupunya yang super imut,namanya Mildha.
Secara Roid niat jaim,pas gue mu ngom kalo tadi si Roid belanja baju ngutang Banu,dy ngasi tanda buat zip my mouth. Oh.
Yah well,i gotta do what i should do. U want me to zip my mouth? Pocky.
Deal. Mwahahahaha.
*gue pasti digampar deh posting ttg ini. Ngahahahaha*

2. Tentang Trans Bintaro
tadinya gue cuek2 aja loh tentang kendaraan ini. BOK TERNYATA. It's amazing! Superb! Bravo! Tres Bien! *lebay*
asli ketolong bgt. Wiken2 kalo si Medi ngapel,dy naek itu dr Ratu Plaza. BerAC cepet dan jauuuh lbh brsahabat drpada Taxi. Gue jg,kalo ke PIM sndrian naek aja TB. Turun dpannya pas. Oh,i love Transbintaro. Kemane aje neng selama ini? *timpuk*

3. Kesandung,jatuh, kepentok.
Gue sering deh,pas mandi menyadari adanya memar memar aneh di tempat tempat aneh. Kaki,sikut, lengan. Selama ini cm ngebatin. Ini dari mana sih?
Trnyata yaaa..
Gue itu super ceroboh.
Gampang kesandung.
Hampir tiap jalan.
Pasti nyandung,nabrak, atau kepentok apa gitu.
Wew.
Pantesan ujung sepatu gue udah benjut benjut. T.T

4. Im a scent fetish.
Gue itu sensi masalah bau bau. Kalo bau aneh2 dikit pasti mual mual. Kalo liat cowo ganteng,cium2 dulu,wangi gak.
*lo kate ikaaan dicium2 seger ape kagak*
pokonya u got my point lah.
Gue benci cowok bau.
Dan oooh.. Alhamdulillah, pacar gue wangi.
Yang gue gak sadar adalah. Eng ing eng. Gue suka tanpa sadar ngendus2 badannya. Iya. Jreng. Lg jalan brg trus ngendus2. Tweew.
Sniffing.
Sniff. Sniff.
Dan kalo kepergok,gue sok2 merepet merepet manja.
Oh shit. Dia baca blog ini juga si. Ah well.

4.Mati lampu.
Sumpah PLN BANGKE BANGET. Apaan si ini Jakarta jadi kek kota terpencil mati lampu mulu
lg enak2 ngadem dpn kipas angin... Preketek. MATEK AJAH GITU BALING2NYA.
Lg onlen.. Mak cleput. KOK LAYAR GUE GELAP SEH? Huhuhu. Maklum,kdg gue g pasang batere bok, lgs nyolok ke listrik.
Lg asik2 ngliatin sinetron Cicak malang Buaya sayang.. Gue matiin si,emang bosen...

Yah,segitu aja si hidup gue. Dadah..

5. Gua barusan ditegor dosen gara2 gak merhatiin pelajaran.

Oncom.

Selasa, 10 November 2009

I Wanna Have Your Babies

What happens in Vegas stays in
Vegas
But what if it don't?
What happens in my head stays
in my head
But sometimes it won't
What if you knew what I was
thinking
Would it make you like
WOHHHHH!
Don't wanna risk puttin' my
foot in it
So ill keep my mouth closed!
All you hear is...
mmm mmm m m m m
Gonna button my lip So the
truth don't slip
mmm mmm m m m m m
Gotta beep out what I really
wanna shout
Woops Did I say it out loud, did
you find out
I wanna have your babies
It's serious like crazy
I wanna have your babies
I see 'em springing up like
daisies
Some of my feelings keep
escapin'
so I make it a joke
Nonchalant I keep on fakin'
So my heart don't get broke
I'm in a big big big big ocean in
a tiny little boat
Ill only put the idea out there If I
know its gonna float
All you hear is...
mmm mmm m m m m m
Gonna button my lip
So the truth don't slip
mmm mmm m m m m m
Gotta beep out
What I really wanna shout
Woops Did I say it out loud
Did you find out
I wanna have your babies
It's serious like crazy
I wanna have your babies
I see 'em springing up like
daisy's
In my head there's a slot
machine
And I'm bettin' you're the one in
my hopes and dreams
Trust me it would scare you if
you knew what was goin' on in
my brain
Trust me it would scare you that
I've picked out the church all the
schools all the names
If you knew it was all about you
every wish Every candle every
coin in a fountain
Trust me it would scare you
Thats why I go...
mmm mmm m m m m m
mmm mmm m m m m m
Gonna button my lip
So the truth don't slip
mmm mmm m m m m m
Gotta beep out
What I really wanna shout
Woops Did I say it out loud
Did you find out
I wanna have your babies
It's serious like crazy
I wanna have your babies
I see 'em springing up like
daisy's
mmm mmm m m m m m
Gonna button my lip
So the truth don't slip
mmm mmm m m m m m
Gotta beep out
What I really wanna shout
Woops Did I say it out loud
Did you find out
I wanna have your babies
It's serious like crazy
I wanna have your babies
I see 'em springing up like
daisy's
mmm mmm m m m m m

Kamis, 05 November 2009

Love is

Thing u reaaaalllly wanted to know when ur younger,and then regret it once u fall out of it.

Random

Nganuu.. Ada yang pake aplikasi EBUDDY g di hape?

Gue br nyadar, jadi di aplikasi ini teh, suka ada IKLAN IKLAN AJAIB GITU DEH. Huahahahaha. Ganti ganti tiap sign in,tapi semuanya senada,coba ya :

VIDEO CEWE AMATIR,GRATIS.
*mending yg pro dong*

BERKENALAN DENGAN WANDA SI CEWE BISPAK.
*bispak katanyeee*

GRATIS VIDEO CEWEK SEKRETARIS BERSTOKING HITAM.
*ngakak*
emang napa kalo stoking item? Ngaruh gt? Sekalian ajah outfitnya disebut semua,wekekek.

VIDEO GADIS AYU JAKARTA HAUS BELAIAN
anjrot. *ngakak gak kontrol*

*menghapus airmata*
ini aplikasi kok jahanam betul iklannya. Wkwkwk.

Okeh okeh. Tadinya mu cerita panjang lebar,byk kejadian si,huahahaha. Tapi tunggu ol di laptop deh,ribet ini ol pake HAPE.. Oh,hape gue bkn blekberi ya,mind you,jd g ada niat pamer.. APOSEEE VIOO HUAHAHAHA.

Lagi banyak tugas,huhuhu. BANGET. *mewek*
doain gue ya temen temeeen.. Bntar lg UAS.. Amiin..

Minggu, 01 November 2009

Duri

Sebuah rasa dari masa lalu itu, tertinggal seperti duri.
Tersimpan rapi dibawah permukaan.
Lalu ditimpa.
Selapis, dua lapis, tiga lapis, empat lapis.
Tiap lapisan adalah harapan, doa, dan sebuah keinginan.
Untuk hidup dan bertahan.

Sebuah friksi.
Tekanan dari duri,
sebuah rasa nyeri yang terkadang muncul tiap kita berjalan dan melangkah pergi.

Tapi, pilihan adalah sebuah motivasi,
dan melangkah adalah apa yang harus dilakukan, setelah diam dan hancur dalam sebuah keputus asaan.
Cogito Ergo Sum.
Maka, dengan seluruh akal sehat yang aku punya,
aku berjalan.

dan sebuah duri, cukuplah menjadi duri dan diam.



Watching you walk out of my life does not make me bitter or cynical about love. Rather it makes me realize that if I wanted so much to be with the wrong person, how wonderful it will be when the right one comes along. -Javan

Rabu, 28 Oktober 2009

made.

Malem malem, dan gue benong karena ga ngerti mesti ngapain. Ini adalah jeleknya gue, kalo tidur kecepetan *dibawah jam 10* pasti bangun entah itu jam berapa di tengah malem dan.. MELEK.
MELEKNYA LAMA. >.<

Dan sebagai seorang drama queen yang ribet, gue suka mellow jellow sendiri kalo lagi bangun sendirian di tengah malam and got nobody to talk with.
Sepi. I hate silence, karena selalu memaksa gue buat mikir, apapun itu.
I hate silence. period.
eh ga ding, ada juga silence yang gue sebut comforting silence, yaitu pas lo lagi bareng sama seseorang yang deket ama lo, trus lo.. ah sudahlah. Gue yakin semua udah pada tau ttg comforting silence itu.

Dulu, kalo lagi sendirian gini, pasti gue bisa dipastikan lagi.. nangis. BAGOOSSSS. Ketawain aja. Emang gue drama queen !! mau apa? Gak suka? huh.

But right now, bahkan disaat gue mendengarkan Dreaming with a Broken Heart-nya Mas Mayer yang biasanya never fail me to cry, gue memikirkan hal lain.
bukan, bukan Medi. *dikit* hahahhaha.

Gue memikirkan tentang gimana hidup itu, luar biasa aneh, a bit unfair, maybe, tapi Tuhan maha adil. Untuk setiap airmata yang kita keluarkan, Insyaallah diganti dengan kebahagiaan.
Pernah ga si, kita sejenak berhenti dan berkontemplasi, bahwa hidup ini, ternyata oh, wow.

tiap peristiwa adalah tanda, dan membawa kita pada sebuah jalur, yang membawa kita pada sesuatu yang lain, yang mempengaruhi hidup kita satu sama lain. hidup itu seperti jalur jalur ga terlihat di sebuah jaring laba laba.
We can't see the path, as we are the spider. Kita g tau, bahwa ternyata jalur jalur itu membentuk suatu pola yang luar biasa indah, yang kita tau kita ngejalanin itu sambil kadang mengutuk kadang sedih kadang senang, tapi kita ga bisa ngeliat polanya. but God.






Sadar ga si, dear?
Kalo waktu itu dia ga ngenalin kamu ke aku di Warung Seafood, kita mungkin aja ended up ga saling kenal?

Kalo waktu itu aku ga iseng sms kamu ngajakin nonton PIM pas aku lagi sinting itu, kita ga akan sesantai itu maen bareng berdua?
*IYEEEE, gue duluan yang ngajak dia maen, tapi waktu itu sebagai temen, ASLI*
*timpuk yang nyela*

Kalo aku ga putus ama dia, kita cuma sekedar temen di Facebook, you are his bestfriend, and im his.....

Aku tau kamu benci pengandaian banget bangetan. but i cant help thinking about it.
Kalo semua luka, semua sedih, semua jalur yang aku lewatin buat sampai ke kamu itu, semuanya bukan sekedar jalan, tapi juga pilihan.
Mungkinkah nasib ga ngebawa kita buat bareng? Jodoh emang ditentukan, tapi kita juga perlu berikhtiar kan??






That's why, i learned that loving someone, emang iya, terkadang sebuah pilihan.
Apa yang akan terjadi nantinya, kita ga tau, we are completely blind, yang kita bisa adalah menjalani apa yang ada sebaik baiknya.
Thank you, ay, for choosing me and taking me into your life.
Bisa aja kamu milih yang lain *we both know what*, buat i thank God that you chose me. dan masalah kedepan, kita ga perlu tau atau menebak nebak, simply jalanin sebaik baiknya, kalo jodoh juga g akan kemana ya? hehehheheh.
Kalaupun ga bareng, pasti karena itu pola yang uah digariskan buat kita.


And Dear, i miss you tonight. Im not crying. Not again. :-)

Jumat, 23 Oktober 2009

Fraktur. 06.47

...__ __ __ ...

Kamis, 22 Oktober 2009

Bandung

I did say i hate Bandung for giving me those painful-tingling-sensation for every inch of it.
Tapi, gimana dong? gue dapetnya orang bandung lagi!!! *sigh*
I guess i have a thing for sundanese accent *ngaku* hahahahha..


And sooo, ga seru rasanya kalo pacaran kita ga maen ke Bandung..
Jadi dibuatlah rencana buat one-day-trip minus nginep ke Bandung...
Dengan tujuan utama
1. Gedebage
2. Kampung Daun

Gedebage ini, adalah pasar yang jual baju, aksesoris, tapi second gitu, dan ada juga barang2 branded/import, tapi second...
Kalo kata Medi si, mesti benerbener pinter milih. Medi ini, bareng adeknya si Thia, adalah pemain kawakan *tsahh* yang udah sering beli di Gedebage. Gimana gue ga ngiler? Masa ada kaos2 2500... kemeja kemaja 10ribuaan.. *haaahhh*
Bener bener membangkitkan naluri belanja, hahah...

Kalo Kampung Daun, mungkin udah banyak yang tau ya.. tempat makan di Daerah Lembang yang ajib punya tempatnya.. baguss... makanannya sih biasa aja, tapi suasananya ituuu.. heuuuu
Dari dulu gue punya cita cita mau pacaran, makan romantis di Kampung Daun kalo gue punya pacar!! Dan berhubung lagi pacaran ma si Medi, dialah korbannya, huahahha.

Jadi, hari Jumat, berangkatlah si Medi ke Bandung. Gue? ga ikut. hahaha. Gue nyusul besoknya, biar dia bisa langsung jemput gue di tempat travel gitu deh rencananya. Kalo bareng kan ribet, mesti ke rumah dia dulu, ngambil mobil, endebray endebray...
JAdilah hari Sabtu pagi gue naek travel jam 6 ke Bandung!!
Tentang jam berangkat ini gue sempet berantem dikit. Kata dia si kepagian. Nah, gue kan cuma sehari gituuuu di Bandung!!

Medi : Kalo dateng pagi mu ngapain ay di Banduuung... belum pada buka..
Vio : urusan kamu ituu, aku tinggal duduk manis, dijemput, diajak maen, tidur di mobil..
Medi : .....

Oke, jadi hari sabtu berangkatlah gue ke Bandung. Naek travel ku duduk di muka.. *bukan lirik lagu, emang gue duduk deket supir*
Nyampe di Bandung, dijemput Medi di tempat travel.. dan..
Kita bengong dulu aja gituh, bingung mau kemana, hahahahha..
Akhirnya gue merengek rengek minta makan, gue baru makan Chitato doang pagi itu!!
So, tujuan pertama adalah..
WARUNG MAKAN.
Apapun, asal makanan, dan pilihan kita jatuh ke tempat makan pinggir jalan daerah Gasibu gitu, sepertinya rame. Gue pesen Nasi Kuning dan Medi makan Lontong Kari. Nasi kuningnya enak, lumayan, tapi karinya rada hambar gitu..
Ternyata tempat makan itu specialtynya bubur. Bodoh, kita malah pesen yang laen. Pasangan bodoh.


Pasangan bodoh


Kelar makan, muter muter dikit, kita ke...
SOP BUAH MANG OYENK. *bener itu namanya ga ay?*
ENAKKKKKKKKK!!! MAKNYUSSS!!



Buahnya banyak bener deh, gue puas!!
Ad sawo, strawberry, Timun suri, Melon, apel, Mangga, nangka, kelapa ahhh, banyak deh pokonya. Ada durennya juga, tapi berhubung masi pagi dan takut perut kita masi incapable *halah* buat makan duren, yasudalah..
Ternyata di deket Sopbuah itu,ada yang jualan nasi bakar, dan kata Medi ENAK!! tapi dia lupa,huh. Kan udah makaannn *higs*

Kelar makan Sop Buah, kita langsung cabut ke.. GEDEBAGE..ENG ING ENG....

Memang, surga belanja banget.
U could find almost anything disini..
Bahkan UNDERWEAR BEKAS!!! yuck.
Intinya, mesti bener bener jago milih dan jago nawar.

Gue, yang bangga banget bangetan dapet kemeja 3 biji 40 ribu, terpaksa harus bete dan kesel waktu Medi dengan nada ngremehin dan ketawa bilang..
"Kemeja itu 20 ribu dapet 3 juga bisa ay.."
kampret. Ternyata dia emang sengaja ngebiarin gue buat ngeliat skill gue nawar. *higs*
Gimana ga bete? Gue rugi 20 rebu!!!
I did find a veryyyyyyyyyyyyyy cute top,dan berhubung kita liatnya di awal,pas kita cari cari lagi tokonya, ilang aja gitu tokonya!! oke, ga ilang, tapi ga talah ada dimana. Kita puterin satu satu ampe sandal si Medi putus. Pas ketemu, gue bikin deal ama si Medi. Ga akan beli kalo harganya diatas duapuluh rebu.
Dan si mas masnya nawarin paling mentok 35ribu gara2 gua langsung nanya "pasnya berapa". Dudul.

Sebenernya gue ga puas banget muterin Gedebage, bener2 ga puas banget..
Ga dapet mood belanjanya, ga tau kenapa.. Jadi kebanyakan cuma liat liat dan moto moto..



Abis dari Gedebage, kita sholat dulu di MAsjid Salman ITB, karena gue ngidam Pizza Crunchy di Warung Pasta deket ITB.. Pizza ini rekomen banget deh.. murah, dan enaaak... Gue nyari yang Crunchy kek gini di Jakarta dapet di PIM dengan harga 5 kali lipat..T.T
Sayang, pelayanannya lelet!! Tapi tempatnya lumayan, harganya juga murahh....
Gue pesen Chunky Tuna, pasta yang pedes pedes rasa asem asem pedes gitu..*ngiler*. Medi pesen Meat something, pasta ama daging cincang, bakso, beef bacon.....dan satu loyang pizza crunchy, just for 15000... ^^




Dari situ, kita ke..
Cuanki Serayu. Stop laughing people, i know ini isinya tentang makanan semua, tapi kapan lagi gue ke Bandung? *membela diri*
Cuanki itu semacam bakso gitu, isinya macem macem, Dan enak!! beneran!! sayang karena tempatnya penuh gue terpaksa makan di mobil.. pesen cuanki komplit satu doang, karena kita udah sama sama kenyang, dan karena gue cuma pengen nyoba. Tapi abis. Huahhaha. PAdahal isinya asli banyak banget. Ada tahu, batagor, bakso, semacam apa gitu digoreng goreng, cakwe *oke gue ga tau apa namanya* pokonya banyak!!



Kelar dari situ, kita mmpir bantar ke deretan distro buat beli sandal Medi yang putus di Gedebage, ikat pinggang, trus gue beli sweater. Dari situ kita ke...
KAmpung Daun.
ASTAGA. Gue merasa membuka aib sendiri..T.T. Makan mulu.
Dan.. OHHHHH. Kampung Daun emang bagussss. gue kesananya sore sore, karena gue emang ga pernah kesana selain malem, dan gue pengen liat viewnya kalo lagi terang gimana.. Kalo malem sih romantis abis, banyak lampu lampu gitu. Rencananya si bakal disana ampe setengah 8an, baru Medi nganter gue ke travel buat balik ke Jakarta.

di Kampung Daun, si Medi udah nyerah, ga mau pesen makanan berat dia.. JAdi kita pesen:
1. Pisang bakar keju
2. TEmpe Mendoan
3. Wedang ronde
4. Tenderloin Steak *buat gue* hahahah
5. Aqua
6. Juice *gue lupa jus apaan*
Which is. Banyak banget. Ga abis kita. Nongkrong disana, turun sholat ke bawah yang jauh banget, soalnya Kampung Daun ini landscapenya naek turun gitu, bertangga tangga, an kita milih tempat yang diatas, biar keliatan view kebawahnya.. baru juga turun Ashar, udah turun lagi buat Maghrib T.T Jauuuhh..
Sayang gue dan dia bukannya ngob serius romantis malah maen gampar gamparan. higs.
Pinter yang punya Kampung Daun, suasananya dapet banget. Bagus. Gue suka. Makanannya lumayan mahal sayangnya.
Di bawah juga ada toko yang jual baju baju, sepatu, aksesoris lucu lucu yang unik unik.. Gue udah mu ngambil sepatu sebenernya, huehhehe. *sadar diri kalo dah bokek*


Lucu


*pengen*


*pardon muka sengaknya Medi, emang udah ga ketolong*


*see? sengak*


view depan Butik di Kampung Daun

Segitu aja si gue di Bandung, cape nulisnya.. ^^


RALAT :
1. Es Buah PAK EWOK bukan MANK OYENK. Jangan tanya kenapa bisa jauh gitu.
2. Makan NAsi Kuningnya di Cisarua, bukan dekat Gasibu.
3. di kampung daun pesen Hot chocolate..*ga penting* hahaah..

Sabtu, 17 Oktober 2009

PMS

Oh, shuddup you guys. Gak usah bete gitu baca judul PMS ini, emang cewek cewek ngerasain kok. And yes, kadang kita menggunakan PMS sebagai alasan untuk berbuat sewenang wenang :p.
But seriously, rasanya emang ga enak.
Gue sendiri, selain suka mendadak mellow jellow dan sensitif, selalu pusing pusing, gampang haus, dan tentu saja semua tanda tanda PMS normal lainnya. Sore breast, rasa " bengah" di perut...

Dua hari yang lalu gue PMS.
Tadinya gue ga nyadar sama sekali kalo udah deket tanggalnya.
Pas ketemu dia, gue ngrasa bawaan ga enaaaaaakkk banget. Gue sensi karena dia kalo ngomong tonenya naek setengah oktaf. Gue sedih mendadak dan pengen nangis. Dan kangen banget bangetan. Dan mewek waktu dibilang lebay.

Dan si pacar ini suka bete kalo gue kait kaitin itu sama PMS. Apa apa dikaitin PMS, huehehehhe. Bilang kangen aja gue bilangnya pasti gara2 PMS. huhahahahhaha. Padahal emang gue kangenan. wkwkkw. Laperan, pengen makan ini, itu juga gue bilang gara gara PMS. huahahahhaha.
Liat aja chat gue ma dia.

saya:
ay
km tau ga?
tempat makan
yg jual penyet2an gitu

medi: dmn ?

saya: ga tauuu
ini nanya ayang
T.T
aku ngidam
hahahhaa


medi: kmu pms ato hamil sih ??
malah ngidam
hahahahaha

Sialan, gue dituduh hamil!!! *gampar mesra*
apa apain dulu dong , baru nuduh hamil, huahahahhahahah *menggampar diri sendiri*


Hingga akhirnya, kemaren..

si pacar nelpon, jam 5 sharp. Langka itu, biasanya dia ga pernah nelpon pas jam kantor.
V : AYYYYYYYYYYYY *senang lebay*
M : Assalamualaikum
V : Waalaikum salam, tumben nelpon ay?
M : ga, gapapa.. disana ada rame rame ga?
V : heu? rame rame? ga ada tuh? ada apaan emang?
M : engga, ini tadi gedungnya goyang dikit..
V : *setengah panik* Hah, GEMPA? ada gempa? kapan? trus km dimana? udah turun? hah? seriusan?
M : masih di ruangan, gapapa kok, semua juga masi di ruangan..
V : deg degan. Kok, aku ga berasa ya ay..
M : g tau deh..
skip skip skip *pamitan*


Gak lama, gue sms dia.

"OHIYA. Semua bilang kalo gempanya berasa. Kok aku enggak ya?"
(Info dari twitter dan Facebook, tentunya, wkwkwkkwkw)

dia bales...

" karena kamu lagi PMS ay... "

JDERRRRR. Segitunyaaaaaaaaaaaaaaaa..
Emang aku suka bawa bawa PMS apa? hah? jawab ay!! Jawab!! Aku ga terima!!! huahahhahah...
*jitak jitak si Medi*

Jumat, 16 Oktober 2009

Tentang

Sebuah rasa,
yang terbit dan hinggap di selasarku,
aku belajar
untuk jatuh pada titik paling bawah,
agar mengerti.

Sebentuk keharusan.
Diamlah,dan berserahlah.
Pada Tuhan,pada Gusti yang Maha Mengerti,
padaNya bertanyalah.

Tentang pusaran,
tentang api,
tentang bara yang bersemayam dalam sekammu.

Syukur.
Sebentuk penghambaan primitif yang sejak dulu telah tersurat,
Syukur.

Diam dan Menghambalah.
Jatuh dan Berserahlah.
Agar mampu bahagia,
agar mampu bahagia..

Rabu, 14 Oktober 2009

Fit in his shoes.

Terkadang, untuk beberapa hal,gue adalah orang yang sangat sangat gak berpikir panjang. Melakukan segala hal atas dasar apa yang gue pengenin sekarang,dan later on, menyesali hal bodoh itu.

Dan jeleknya adalah,i tend to treat some problem like it's just.. A problem. No big deal.
Bahasa perancisnya, menggampangkan masalah.
But then i found out, there are some things that definitely not just "a problem" when it comes to trust. What we see is not what they see. And just being me,i tried to find myself a reason to justify the lie i did.

but one thing..
Things wont be the same again. It's like breaking the bubble me,and him,used to live in. Me,moi,im the one who pinch the bubble for the sake of justification. No matter what the reason is, lie remains a lie. Small or big, matters or not,lie wont give you any good.

And i tried to fit in his shoes, what if it is me being the one get fooled?
Trust is something merely sacred,thing that once broken, wont be the same again.
Apapun itu. Dibohongin rasanya pasti ga enak banget.

And this stupid me is still banging her head all over the wall. The bubbles are disappeared alredy, and...
I dont know where it leads to.
Right now? It feels like hell..

Because i miss him but i dont have the gut to say it,like i dont even have the right to text or give him a call.
Im no longer inside the bubble.

Senin, 12 Oktober 2009

The One That Got Away

Baca notesnya Mas Asra tentang Perceraian, ada komen yang sedikit menggelitik hati gue.
komen dari Mba ska.. gue kutip ya mbak...

kalo seandainya suatu hari lo menyadari kalo lo ga mencintai istri/suami lo, entah bagaimana cara penyadaran itu, dan meskipun hidup lo ga menderita,lo tahu hidup lo juga ga sebahagia dan seamazing kalo lo habiskan dengan orang yang bener2 lo cintai, apakah lo akan berani mengakhiri sebuah kapal yang udah lo bentangkan layarnya? tidakkah perjalanan itu menjadi sia2?

Terkadang, kita harus membuat sebuah pilihan, dan menurut gue, kadang pilihan itu adalah sesuatu yang nantinya akan kita sesali. Dalam kasus gue,tentang sebuah hubungan, gue pernah baca blog,gue lupa dimana.. Kalo ada yg tau,tolong infonya.. Yaitu tentang The One that Got Away.
Dalam komen Mb Ska, gue cuma sedikit mengambil, bisa dblg, ada seseorang yang kita inginkan tapi ga bisa kita dapatkan,entah karena sikon, timing, atau apapun itu.. Itulah The One That Got Away. Kita selalu berpikir, he/she is the one, he's perfect, he's everything u want, he's ur adrenaline pumper, he's just the one that fits ur heart everytime u see him. He is the one,that u feels amazing to be with. Those romantic-butterfly-in-stomach love.

But then he got away.
And we met another person,that we love,love them back,the person we are now with. But deep inside,there's this tingling,annoying, a bit painful sometimes about the one that got away..
Ada rasa sesal itu, yang muncul bersama perasaan bersalah karena kita merasa tidak mensyukuri apa yang ada sekarang, dan seperti apapun kita mencoba lupa, still. There is this.. oh-so-friggin-annoying-sensation yang mungkin muncul tiap kita kecentok sama hal hal yang mengingatkan kita dengan the one that got away itu.

Dan menurut gue, memang hal itu harus ada. Seperti semacam pengingat, sebuah memoar tentang seseorang yang seharusnya kita hargai dan kita jaga, yang seharusnya bisa kita pertahankan,namun gagal kita 'genggam'. Apakah hal itu untuk disesali? enggak, i think it's a good way for us to be really grateful for being us, right now.
Dan kalaupun kita merasa bahwa siapaun yang bersama kita sekarang adalah yang terbaik, jagalah baik baik. Don't let him/her to be The One That Got Away. Karena, apabila kita gagal menjaga seseoarang itu, butuh waktu lama untuk merubah dia dari "The One Who Breaks My Heart" menjadi "The One That Got Away". Needs effing lot of tears, efforts, and pain. Great dosage.


Karena disinilah gue sekarang, pernah menjadi "The One That Got Away" bagi seseorang, pernah kehilangan " The One That got Away", dan gak mau lagi gue kehilangan dia yang ada bersama gue, saat ini. No more getting away. I'm just way too tired and too old (yes, i admit) to do some relationship-stunt.

Kita bisa, kita punya kekuatan itu untuk merubah frase "The One That Got Away" itu menjadi "The One That Really Should Go, and Thank God He did.". Karena memang, seharusnya itulah yang terjadi sebagaimana yang Maha Kuasa menggariskan agar kita bisa sampai pada titik ini, Apa yang seharusnya terjadi pasti terjadi, ginaris. Dan Bersyukurlah, atas apa yang kita punya sekarang...
Bisakah?

Kamis, 08 Oktober 2009

<3

AWHHHHH

Maap,gue lagi dimabuk cinta *NAJOOONG BAHASANYAAA HAHAHHAHHA*
Jadi kali ini gue mu posting (lagi) tentang si pacar yang imut ganteng baik hati dan suka membela kebenaran..*shoot me in the head, cant help being lebay*

Jadi ceritanya hari Minggu kemaren dia ada kondangan di Jakarta timur, daerah Kramat djati gitulah.. Gue sebagai pacar yang baik, tentu saja menyiapkan diri untuk menemeninya *baca : NGAREP diajak*
Untung diajak, hahaha, kalo ga, pasti gue yang menawarkan diri untuk nemenin, mwahahaa...

Berhubung kosan gue ada di ujung Jakarta Permai dan kosan dia ada di KOTA *sense the tone*, kesepakatannya adalah gue naek taksi duluan ke tempat dia di Gatsu *pacar macam apa kamu ay, masa aku gak dijemput,HUH* baru kita lanjut naek taksi ke Kramat Djati, trus lanjut maen deeeh.
Sebenernya sempet agak debat masalah naek apa ke kondangan..
Pacar : katanya si rame rame ay, mu pada naek taksi.
Gue : heu, jauh ya?
Pacar : luamayan, jauh.. katanya bisa naek busway..
Gue : *semangat* naek busway aja ay!! *terbayang duit taksi yang dihemat bisa buat makan sushi Tei..
Pacar : ...."kamu mau naek busway?"
Gue : MAULAAAH...
Oke, kesepakatan awal adalah gue naek taksi, trus nyamper dia, lanjut ke Gatsu.

Pacar : Eh, si Diwan ga ikut.. kita naek motor aja Ay.
Gue : Oh, motor ya..ya deh.
Pacar : kok pake deh?
Gue : Yasalam ayyyy, kalo naek motor nyampe sana udah kucel atuuh *kebayang panas2an naek motor* Busway aja!!!
Pacar : Yaudah, taksi aja..
Gue : Loh?
Pacar : kata anak2, kalo dari halte busway mesti ngangkot lagi sekali,kamu mau?
Gue : terima kasih, kita naik taksi. *lemah*


Hari H-nya, minggu pagi, rencanya adalah gue berangkat jam 11an ke kosan dia..
Jam 9 si pacar nelpon
Pacar : ay, kita bareng si Jaya, naek mobil
Gue : Alhamdulillah *sujud syukur* murah dan nyamaaan, hahah..
Pacar : tapi kamu nyampe sini jam setengah sebelas, bisa ga? Kita jemput cewenya Jaya dulu ay..
Gye : *nglirik jam* *siap siap kurang dari setengah jam? berangkat jam 9.45.. yaiks....* BISA, AY.. *demi penghematan*

Nah, dari kosan dia ke tempat cewenya si Jaya kita nek mobil, dari situ ke Kramatjati, ke tempat kondangan, si pacar udah sibuk nyela nyela si Jaya, cewenya juga, gara2 yang paling semangat ngeburu2 si Jaya. Emang rada kepagian si kita, hahahha, nyampe tempat kondangan jam 11..
Bener aja, kita nyampenya barengan ama penganten, hahahha..
Belum lagi ada acara pembukaan pake bahasa apalah itu, mana lama. _ _;

Kelar acara pembukaan adalah..salaman jreng!! Kami sempat bimbang, *halah* mana yang harus dilakukan terlebih dulu? SALAMAN apa MAKAN? antrian slamannya lumayan aja gituuu, huhuhu..
Akhirnya si Jaya makan dulu *timpuk* dan gue serta si pacar memutuskan untuk salaman dulu. Tamu yang baiik.. *songong*

Ini foto fotonyaaaaaaaaa.. =D



itu mobil Jaya, jangan tertipu.



Sayang, kamu ganteng sekali gelap gelapan gitu.. gelap2an yuuk *minta digampar*




*sedih karena belum mampu memberikan seorang anak.. maaf, ay..* hahahhaha..



Kelar dari kondangan,, kita lanjut maen ke.. PS!! yay!! sebenernya mampir dulu ke kosan si ay skip ngobrol ma nenek nenek skip naek ojek skip naek taksi skip PS!!!
Di PS, memutuskan buat nonton filem apapun yang tengah diputar, pas jalan.. TWWWEEEWWWWWW. SEPATU GUEEEEEEE!!! Yang sebelah kanan jaitan bawahnya lepas ajeee. Kalo ini sepatu murah yang beli di emper mah gue relaaaaa...
1. Sepatu ini baru dipake sekali.. YA KONDANGAN INI!!
2. Belinya di Grande.
3. Harganya enam digit!! makdikipe deh,gue tertipuuuuuuuuuu!!!
Si pacar udah menatap dengan pandangan ga enak. "Wah si ayang pasti bete nih."
BETE? gue MEWEEEEK. GUE STREEES!!! HIGS....
Akhirnya karena udah mepet Ashar juga, sholat dulu, kata si pacar. Biar tenang..
Kelar sholat, gue inget kalo di PS ada Stop n go, yang buat ngebenerin sepatu itu.. akhirnya degan tertatih tatih penuh kepedihan, gue menuju stop n go.
Pacar : mau ke Semanggi ay?
Gue : ngapain?
Pacar : beli sepatu..
Gue : ......
Pacar : aku beliin.
Gue : *menangis bahagia* hahah, gaklaah!! boros banget, heu.
Akhirnya demi efisiensi dan ekonomi, kita putuskan buat nambal di stop n go. nambal plus jait si. Abis berapa? 60 ribu, sodara sodara!! YAK. Gue sempet ngomel ngomel.. Kalo di tukang tambal lewat paling sepuluh ribuuu!!! huh.

menanti di stop n go.


sepatu durjana. Bencih, huh. Tapi lucu..



Coklat pelipur lara!!! ^^ makasi sayaang...

PS. maap fotonya miring miring, hahahha.

Selasa, 06 Oktober 2009

Saat jarak menjadi begitu berarti.....

Iya, i know, judulnya emang gimanaaaa gitu, tapi posting kali ini bukan tentang hal prikitiw prikitiw...
Tapi tentang hal yang disebelin oleh hampir semua anak STAN D4 yang berdomisili di Bintaro dan saat ini harus menjalani kuliah di Purnawarman. YES.
space does matter.
Tadinya, gue dan jeng ini berniat untuk kos lagi saja di daerah Purnawarman, secara ya *duh, bahasa alay ini terpaksa keluar* gue dan dia adalah sejenis mahluk yang sama sama males dan lebih milih praktis...
Dari jaman libur lebaran, kita udah chatting chatting ngebahas masalah kos bareng, dengan budget terjangkau dan masih dalam a distant walk kalo dari kampus Purnawarman.

Hari pertama kuliah *kedua sebenernya, yang pertama bolos* hahahahha, berangkatlah dua jeng jeng manis ini buat..ENG ING ENG.. NGUKUR JALAN. Literally.
Intinya sih, kita pengen tau kalo naek angkot dari kosan kira kira nyampe jam berapa..

Gue, sebagai anggota sekte pemuja taksi tarif lama combined with direction-complete-blindness adalah seseorang yang sangat tidak ingin anda ajak sebagai partner naek angkot. Untunglah, jeng ini ternyata sudah paham, trayek mana yang dipake..
Setelah janjian jam setengah enam dan sedikit ngaret ke 6 kurang dikit, kami ketemuan di gereja depan PJMI yang emang udah famouuussss buat tempat ketemuan/ janjian di kalangan mahasiswa STAN.
Lanjut naek D09, angkot putih setia yang selalu jadi jujugan anak STAN buat ke BP.. turun di deket masjid, dan.. bengong. Iya loh, kita *eh gue deng* sempet bingung, naek apa. Lha wong jeng wulannya aja sempet bingung, kenapa S 08 yang seharusnya lewat jalur itu malah tak nampak.. Setelah bertanya pada supir, ternyata kita wajib jalan ampe erempatan trus baru bisa dapet S08.. *fuh, perjuangan, mengelus dada*
Dari situ gue udah ilfil mampus. alamakjang, kl tiap hari macem ini, ajegile, bisa bisa tidur mulu di kelas. Cape di jalan!!!

Akhirnya setelah jalan kaki yang diselingi ngomel *lebih banyak ngomelnya* gue dan Kriw menemukan S 08 yang dengan mesranya melintas.. "Organon pak?" "hooh"
Nah, dari situ jalanlah si angkot ini ke Organon, dari Organon, nyebrang, menemukan P74 yang udah siap parkir. Yay!! Dan ternyata dia ngetemnya ga gitu lama sodara sodara.. dobel yay!!

Setelah terkantuk kantuk dan bergosip.. eng ing eng.. sampaiii di BLOK M!! *girang*
Hahahahha.... Dari situ, tentu sajaaa, kami memilih angkot sejenis taksi yang bisa mengantar kita kemanapun dengan taris setengahnya.. BAJAJ. hahahhaha...
Dan disini terkuaklah rahasia kalo ternyata si jeng ini BELUM PERNAH NaEK BAJAJ!!
Mwahahaha *merasa senior dalam dunia perbajaj-an*


Ini dia barang buktinya..


*sense the nerve, hahhahah*

Nyampe di kampus jam 7.15, berangkat jam 6.45....NAJONG. Masa gue tiap hari bangun pagi pagi? TIDAAAK!!!
Pulang kampus, gue dan si jeng akhirnya memutuskan beristirahat *halah* windowshopping ke Grande...
Pulangnya ? TAKSI dong, yeuk mariii...
Emang susah lawan wanita wanita metropolis ini, ahahahha....
Eits, wajar dong!! kan cape..*alesan banget!!*

Senin, 05 Oktober 2009

wkwkkkw

meet the BF. Wkwkwkw.

*Ampun ^^*


Rabu, 30 September 2009

Aku mencoba

Sedikit melangkah pada arah yang tak terbaca
selain pada tetap dan keras hatiku,
untuk selalu menghadapkan punggung padamu.
Dan entah apa.
entah mengapa,
pada aksara aksara maya itu
kutemu kembali duka dan jeri yang pernah kepadanya aku menghamba.
Saat ini, Tuhan terasa bagaikan sebuah mitos,
karena sebuah doa yang bagiku masih belum terjawab.
Pergi, dan hilanglah bersama esok pagi, bermentari, ataupun hujan.
jika memang semudah itu,membalik.
Ataukah Kauanggap diriku masih cukup keras untuk sekali lagi tersungkur, bersimpuh pada lekat lekat sisi bumi?
Ataukah ini caraMu menghajarku untuk jatuh dan berlutut, ya Rabb?


Duh Gusti, kula nuwun dipun paringi segara sabar, segara ikhlas ingkang jembar, gusti...

Ikhlas

Satu kata, ikhlas.
Tapi butuh begitu banyak waktu untuk dapat benar benar memahami dan mampu mengamalkannya.

There are these moments, when you feel like u've already reached the point that u believed "i am already in the state of ikhlas" buat then you get stuck and u realize that u are nowhere near that point.

Maybe, im not trying that hard, or maybe, i just couldnt accept things as it should be.

To be able to tell other : yang ikhlas ya, yg sabar" is such a piece of cake. It would be as easy as 123. But to be able to really tell your self to let go, is completely different. you know why? because everytime we tell ourselves to be able to feel ikhlas, we deny it back. We know exactly that we're not that good to really come clean, to be the one who smile inside and outside.
So tell me, am i hypocrite to tell myself that i am okay, but i am not? totally not?
to be able to smile, to be completely tear-less, angerless, yet i feel like im choked all the time, but i know that there is nothing that i could do but to accept and embrace things?

Minggu, 27 September 2009

Twisted

I.
am twisted.
I couldnt find a word that fits better than twisted.
I already have enough twist in my life, until something very big, very huge, came into my life, and everything i believed crashed, literally.
This is, almost a doom for me.
This is the biggest thing that happen into me.
And i have to admit, i myself is amazed with my calmness in handling the situation. Me, moi, the drama queen slash exaggerative spoiled brat.

I do, sincerely, asking for your pray, dear friends, i really really hope things will be better, and i can handle everything without causing any damage...
The only thing that matter is, this time i won't go down, no, not anymore...

Wish me the best of luck, the best of courage, and most of all, mental survival.

Kamis, 24 September 2009

Kepada yang datang

Aku adalah gugusan terbuang,
dan tentang orbit yang kauberikan,
Sejenak memberi perpanjangan,
Belum, belum saatnya aku menjadi bintang mati di semesta.

Dan kepadamu,
sebuah supernova akan kuberikan,
sedkit melawan teori fisika,
karena aku tidak ingin menjadi lubang hitam bagimu.

Sebuah supernova, selamanya.
dalam sebuah konstanta yang kontinuitisnya terjaga,
terus menerus memberi terang dalam hidupmu.

girls

I once said, that sometimes, girls are much more frightening than a troll. Karena, cewek itu lebih pinter faking a smile.
Cewek lebih jago menyembunyikan perasaan. Cewek lebih bisa berpura pura. Cewek itu.. menakutkan.

I had bad experiences in having friendship with girl. And i have to admit, sadly, kalo gue sering banget menutup diri dari cewek, bahkan sebelum gue sempat mengenal cewek. Ga tau kenapa, karena gue trauma kalo temenan ma cewek.
Cewek itu suka posesif kalo temenan. Cewek lebih sensitif. Cewek kalo temenan mesti "dijaga" banget. Dan cewek, suka ga jujur dalam berteman.

1. Gue punya seorang temen, sebut aja F. Gue ga terlalu deket ma dia, cuman sebatas kenal.
Yang gue ga suka dari cewek ini adalah, she's so gooood in faking smile and giving fake compliment.
Dari awal gue kenal, i instantly felt.. like..i dont like her.
Sayangnya, dia sahabat baik orang yang "pernah" penting buat gue. dia tempat orang ini curhat, dan gue tau kalo si F ini ga suka ama gue, ga suka ama kelakuan gue, ga suka ama perlakuan gue ke orang yang "pernah" penting buat gue ini.

Itu, gue ga masalah.
Yang gue ga suka adalah, she was playing nice di depan gue.
Dia suka muji muji gue cantik, bilang gue pinterlah, apalah.. komen baek2 di status gue..
Why on earth she had to do that?
Kalo misalnya lo ga suka ma gue, why would you pretend like you care? Itu.. aneeeeeh!!!

2. Ada lagi, gue pernah punya temen deket, sebut aja A.
Di depan gue, dia baek, dia sering cerita- cerita, normal relationship, dan kita emang cukup deket karena suatu keadaan dimana kita sering ketemu.
Later, i found out that she was a backstabber bitch. Pardon my french, but she was. Dia flirting ke pacar gue saat itu.
Gue taunya dari orang lain. Dia suka maen ke kosan cowok gue. Dia ngasi lagu2 cinta ke cowok gue. Dan dia sering minta tolong apalah, inilah, itulah, ke cowok gue. Dan dia pernah bilang terang terangan ke cowok gue kalo dia suka. Dan dia pdkt, ke cowok gue, bener2 pdkt. Setelah gue dan cowok gue ini putus, gue masih temenan baik dengan si mantan ini, dia sempet cerita kalo si A ini, minta dilamar.
I chose to be silent. Cukup tau aja deh waktu itu...


It was kinda traumatic. Sampe sekarang, temen temen cewek gue yang bener bener deket, dikit banget... Gue suka secara ga sadar menutup diri, karena emang banyak banget kejadian diluar dua kejadian diatas, involving me, problems, and the girlfriends.
I have serious problem in making friend with girl. Dan gue pengen banget sebenernya perbaikin itu.
Tapi diluar semua masalah itu, satu hal yang bikin gue susah temenan dengan cewek mungkin adalah kelakuan dan mulut gue yang gak kontrol. Gue suka bingung mu ngom apa sama cewek.. Gue suka nemu dead end kalo lagi ngobrol ma cewek. Gue suka ngasal kalo ngomong, ga semua cewek tahan temenan ma gue...
Dan gue paling, paling takut dengan cewek yang bisa baek2, manis, tapi di belakang gue.. MMMMMH, AMITABA.
Tapi, seriously...

I. I think i need girlfriends.#confession

Sabtu, 19 September 2009

Get hurt.

Gue itu, termasuk orang yang gampang maafin orang kalo seseorang itu bikin salah ma gue.
Tapi, tidak untuk dikecewakan.
Apa bedanya?
Gue ga tau ya, tapi, IMHO, dikecewakan itu adalah saat gue memiliki semacam ekspektasi/ harapan tertentu dari orang itu, dan ternyata meleset. Itu, gue suka susah lupa. Sama kaya Mba Ska, forgiven, not forgotten.
Tapi kalo dia accidentally, atau mungkin intentionally bikin salah, dan itu came out of nowhere, gue gampang lupa/maafinnya.
Nggak tau, ini karena gue orangnya punya short term memory loss atau gimana, tapi bahkan orang yang salahnya terhitung sangat gede, dan lumayan fatal pun, gue bisa maafin. Sama sekali ga ada dendam, ataupun bekas.
Tapi kalo buat dikecewakan, itu.. ngebekas. I get hurt by that.
Aneh ya?
Karena itu awalnya gue belajar buat enggak berharap apa apa. Kalo sama temen yang ga terlalu deket si gapapa.
Yang susah, begitu seseorang masuk ke dalam circle gue, kalo gue berharap sesuatu dari dia dan dikecewakan, itu bakal ngebekas banget. I still could get along very well, tapi bakal ada yang berubah.
Karena, normally, ketika kita dekat dengan seseorang, buat gue, itu karena gue suka, gue "cocok", gue nyambung, gue merasa, oh, ini dia, and that is how i let people in.
Gue gampang akrab, gampang percaya, gampang cerita, just like an open book, you might say.
Guess what? im not that "open".
Hanya sedikittt sekali, orang yang bener bener ada dalam lingkaran yang gue bikin ini, yang bener bener tau gue luar dalam. Not even my family.
I split secrets between my best-best-best-est friend and, my (ex) bf. Kepada merekalah, gue selalu barharap (banyak). Gue berharap mereka selalu ada, selalu mendukung, selalu menjadi diri mereka seperti sekarang, as they are to me.
Dan sama seperti berinvestasi. Gue gak pernah menaruh semua rahasia gue dalam satu orang. I did, once. Gue berharap sangat banyak dari orang yang, notabene adalah the only my-whole-secrets keeper. He left me, and i got hurt, the most painful wound i'd ever suffered.

But then again, gue belajar lagi satu hal, dikecewakan/ disakiti oleh seseorang adalah suatu pelajaran. Sama seperti dua sisi mata uang, you won't be feeling as happy and grateful as what you are feeling now, if u never get hurt.
Once you arrived at some happy point, this is how you will be thinking about get hurt.

It's like all of the bad stuff that you went through that you hated along the way: the people who disappointed you, the things that didn't go the way you wanted; suddenly, you feel grateful to them, because those are the things that got you to here, to this.( Adam Forrest-The Perfect Man)

Karena itu, jangan takut buat berharap (lagi). Being hurt is just fine, sama seperti disuntik, it will be hurt at the beginning, and then you might be suffering fever, but the truth is, it is a cure.
An antibody for yourself.
Being hurt will make you stronger than before, wiser, more grateful for everything you have, less stupid, and much, much happier than anybody who never get hurt. I wont stop my self from hoping good things and letting new people in. That way, we could continue to live.

Percakapan pagi ini, sepulang dari pasar.

Mama : Duh, ini si tito ga bangun2, mama jadi ga bisa nyuruh beli gas sama beras.
Me : heh? mama pilih kasih!! Kalo aku ajaaa langsung dibangunin membabi buta, kl sama adek mesti ditungguin sampe bangun!! *FYI, tadi pagi dibangunin secara sewenang wenang jam enam pagi disuruh nemenin ke pasar*
Mama : Iyalah, kamu kan tidur terus.
Me : Tidur teruss dari hongkong? Mam, adek itu yang bangunnya siang terus, kok aku yang dituduh tidur terus?
Mama : Kamu kan cewek.
Me : Oh, bawa bawa gender. Kan jaman emansipasi, aku maunya disamain aja hayo ma cowok..
Mama :".......Yaudah sana, beli beras ama gas...."
Me : .......

Kamis, 17 September 2009

Being Nice and Playing Nice

Big difference.
Emang apa bedanya?
Apakah berbuat baik, karena kita merasa kita harus baik adalah playing nice?
Bagaimana kalo kita emang usaha, untuk berbuat baik?

Bagaimana kita membedakan, apakah yang kita lakukan, simply karena kita being nice, atau we're playing nice?
Dan, apa yang membedakan dua hal itu dimana Tuhan?
Intinya sama kan?
Doing something not because we ARE nice, but trying to be.

Dan, emang ada ya, orang yang bener2 memang terlahir NICE. Simply an angel? melakukan segala hal karena dia baik?
Wahat kind of person is that?
Kita kan g bisa melihat kedalam hati seseorang..

Dan kalo seperti itu,
berarti ga masalah kan, being nice or playing nice?
kan, yg tau cuma yang diatas?

Trus, napa lo bingung vi?
Ya gapapa. Cuman eneg aja liat orang orang yang playing nice.

Loh.Tadi katanya bingung, ga bisa bedain?
Ya, keliatannya playing nice banget si..

How do u know, vi?
JIH, berisik banget si, nanya mulu!! Feeling aja.

Are you sure that they're playing nice,not being nice?
Im not that sure. Okay, maybe it's just me, irritated, puas?
I'm (still) irritated with those people, anyone who write "bangun untuk berzikir/tahajud/taushiyah hari ini/similar activity in their FB status.

Nah, u did find the answer.
_ _. gth, u my little innersoul.

Rabu, 16 September 2009

The Guy Im Falling Into.

Oke, setelah LDR yang nyebelin, mending gue nulis hal yang menyenangkan hati, kan? Kalo kata Raditya Dika, tulislah emosi paling kuat yang kamu rasakan.
And so, i write the strongest emotion that i am feeling right now. Gabungan hormon hormon keparat:

1. Oxytocin
2. Pheromones
3. Vasopressin
4. Dopamine
5. Neuropinephrine

Yep. A perfect mix of hormones. Ga tau itu apa? google, darling, google. I wont write that word here.

And somehow, it felt good and frightening at the same time.
Perasan gue tentang ini masih sama, it tears your emotion apart.
Dont get me wrong, gue bersyukur karena ada dia yang sekarang bisa bikin gue senyum senyum najong cuma dengan baca smsnya .*ya tuhaan, abg banget*
Bisa bikin gue bangun pagi pagi and instead of ambil wudhu buat sholat kek, apa kek, gue buka hape dan baca ulang sms sms itu. Hahahha.
*oh Tuhaan, gue mempermalukan diri sendiri*
It felt good and wrong at the same time. Seperi anak kecil yang lagi makan permen di deket preman sekolahan, tau ga?
Enak, dan lo setengah takut2, kalo permen itu bakal direbut ama preman preman itu. This, somehow, felt too good, too damn good to be true. to me. Dia. Gue. Semua cerita dibalik ini.. IDK.
But then again, he's the person that has this magical ability to soothe me up, not by saying sweet words,but introducing me to the world of ignorance. Ignorance.

Dan..iya juga.
Gue selalu, selalu, jadi orang yang sibuk sendiri dengan berbagai macam possibilities, efek, perasaan, ampe eneg sendiri.
Dan dia dengan santainya jadi orang yang dateng, nendang2 itu semua kotak2 bertuliskan POSSIBILITY di dalam ruang hati gue *anjiss, bahasanya* and,.. anehnya..
i cant help but admiring his-semau-gue-cuek-aja-jalani-ajalah style.

Siyal. Yes, you had me, right there.

LDR

I hate LDR. Kalo kata dia, LDR sucks. *kata dia, not me, mwahahaha*

And so, i write this.
LDR itu. PAIT.

Gue kapok ngejalanin LDR. Dan. Gue takut.
Gue pernah ngrasain nangis2 pas kangen, pengen ketemu dan ga bisa ngapa2in. It. sucks.
Gue tau rasanya sakit, butuh temen, butuh kehadiran seseorang itu di dekat lo dan. NADA.
Gue tau rasanya berantem, hilang kepercayaan, hilang rasa, bahkan menjurus benci.

According to some bloggers i know, it worth the wait.
Me? im good with having someone i love, within my reach. Been there done that,and i have to admit. It was a hell.

Gue ga tau ya, kalo gue harus ngejalanin itu lagi, gue mesti gimana.
But now, i'd love to say, no thanks. Gue ga mau.
Gue MUNGKIN ngelakuin itu kalo sangat tepaksa,tapi Tuhaaaan, gue rada trauma ngejalanin itu lagi..
Buat urusan LDR ini, i cant help but seeing things from the darkside, im sorry.
Apalagi setelah kejadian ga enak, gue cuma bisa salut ama mereka yang ngejalanin LDR dan bertahan. I really do, im admiring you, Kriww.
And so, buat semua orang yang menjalani LDR diluar sana.. Be happy.
Kalo mungkin kuat, kalo masih bisa ngejalanin LDR.. go ahead. Make me eat my own shitty words.

Me? let just say, im now being grateful with my love-life. Kalo suatu saat LDR? entar aja dipikirin itu mah. Bikin lieur. Hahahaha.

Sebuah sajak

Aku membayangkan,
aku memotong nadiku sendiri.
Dan tiap tetesan darah yang jatuh menetes,
akan menjadi penghapus bagi rasa sakitku.
Drip. Soothe. Drip. Soothe.

Tapi kemudian,itu hanya akan jadi sekedar bayangan. Bukan karena aku takut melakukannya, apa susahnya? Satu irisan dalam pada arteri.

Sebuah sajak bunuh diri,akan lebih berarti.
Bukan tentang tetesan darah,atau irisan pada arteri.
Aku akan mati, namun hidup berkali lagi.
Pada sebuah uluran tangan dan kesempatan.
Sakit ini akan jauh lebih berarti, karena mengingatkanku akan memiliki.

Aku pernah mati.
Tapi aku hidup lagi..

Minggu, 13 September 2009

A so-called Goodbye

Aksara tentang kita,
adalah sebuah kenangan
di sudut berdebu.

Kupilah, pelan kutata dalam sebuah kotak kayu.
Klik.
Pelan, kukunci pandora itu.

Akan ada saatnya untuk membuka kembali,
saat aku bisa menatap lembar demi lembar memoar itu tanpa harus menangis.
Akan kubaca, lantang sambil tertawa.
Sebentar lagi, aku percaya.

Sama

Terkadang, kita semua adalah mahluk yang menjalani hidup dengan hanya berjalan, dalam suatu massa yang seakan diprogram dalam satu pabrikan, untuk berjalan menuju arah yang sama. Homegenitas individu. Dan tidak, saya tidak ingin menyalahkan atau menjadikan hal itu sebagai sebuah aib, cacat, atau apalah. Lagipula, saya juga termasuk di dalamnya.
Tapi, sungguh sayang, bukan?
Tiap individu adalah karakter karakter unik, sangat unik. Each one of us made personally, distinctively unique.

Tapi, kenapa bisa menjadi homogen? emangnya kita tanaman? Kalo tanaman mungkin masi bisa diterima, serumpun krokot atau rumput teki atau sabaris tanaman perdu, mereka sma aja. Atau Sekelompokan hewan, jerapah, misalnya, mereka sama.
Hidupnya ya makan, kawin, beranak, mati. Live by instinct. Rame rame migrasi, rame rame mempertahankan diri dari predator...

But, us?
Tiap tiap dari kita memiliki tujuan dan cara pandang yang berbeda, karakter, tingkat intelegensia yang berbeda.
Zodiac or shio then try to sum people's character up, but i dont think it clearly divide us into 12-character. No.
Emangnya karena saya dan kamu sama sama lahir tanggal 29 Desember 1985, kita sama sama narsis, keras kepala, manja, moody? enggak kan?
Saya jauh lebih narsis kok, saya sadar.

Apa yang mebuat semua orang bisa hidup dalam keteraturan yang maha meraksasa ini? Apa yang mebuat orang berpikir bahwa majority, being wealthy adalah SECURE, HAPPY, dan IMPORTANT?
What if, the only thing that makes you happy, ternyata cuma hidup sederhana di kaki gunung menanam palawija, kol kolan, wortel, dan beranak banyak walaupun kesusahan menyekolahkan mereka.
*Dan kata siapa sekolah adalah penting? Dunia ini yang membuatnya jadi penting!!*

Tiap arti kebahagiaan saat ini adalah sebuah standar yang dipaksakan oleh dunia kita.
Berpendidikan, Kaya, Punya rumah??
Dan mau gak mau, karena kita memang hidup dalam SISTEM ini, kita harus ikut arus, kalaupun bukan karena kita pengen, we live by the rule just because we know that people who does care about us, thinks that it's the only thing that makes us, happy. JAdilah kita hidup sesuai sistem untuk menyenangkan/ menenangkan orang lain.
No?
Atau mungkin anda anda sekalian memang pengennya seperti itu? yakin? hidup mengejar rasa secure untuk tetap tinggal dalam sistem?


Pardon. I myself, sangat sangat tergantung dengan sistem, dan saya juga belum berani buat keluar dari sistem ini. Jadilah saya seperti tanaman perdu itu, hidup normal seperti lainnya.

Saya ngomong apa sih pagi pagi begini. Ini pasti gara gara mood swing.
*cari kambing hitam*
But really, mau sistem kek mau enggak kek, asalkan ada kamu dalam sistem ini, i will be just fine.
Hahahaha. Ujung ujungnyaaa...

Sabtu, 12 September 2009

Mood Swing parah

I Blame you!!

Jumat, 11 September 2009

Ijinkan aku.

Untuk saat ini,
menunjukkan bahwa,
aku takut.


Kehilanganmu.


Sebentar saja,
dan besok bila tiba saatnya simpang itu..

Untuk menangis atau tertawa,
sebenarnya adanya aku, itu untukmu.

Tapi saat ini,
aku hanya ingin diam dan berpikir tentang kita.
Karena aku, sungguh takut.

Lele pembawa petaka

Dont get me wrong, gue itu penyayang binatang kok.
Kecuali spesies tertentu yang memang ditakdirkan untuk berakhir di piring, i always try to be nice..

Nah, siang ini, gue dan si mama pergi ke pasar. Selama dirumah ini, emang gue kebagian tugas sebagai asisten RT slash babu slash pembantu. Nah,kemaren gue masak lele goreng dan hasilnya enak ternyata. Si mama pun menyuruh gue buat sekali lagi masak lele goreng.
Gue suka masak, TAPI, buat mahluk yang satu ini, gue rada rada gimanaaaa gitu.
1. Dia berkumis
2. Dia licin
3. Dia item
4. Dia GAK GAMPANG MATI.
Kemaren gue bisa ngebumbuinnya karena ditengarai *halah* si lele ini udah sehari lebih di kulkas DAN udah dipotong2, dikerat2, jadi kemungkinan dia idup itu, less than 1%. Aman.

Nah, hari ini, direncanakan buat masak lele lagi, lalapan, terong balado,udang tepung dan es buah..
Pos pertama, beli sayur..Terong dkk, blewah, melon.done.
Pos kedua, beli bandeng buat kucing gue..*iya, emang centil dia, gak mau pindang..*
Pod ketiga, beli udang dan lele ke****t (ntar juga tau napa gue emosi)

Nah disini, lele lele itu ditaroh dalam semacam akuarium, IDUP dan BERENANG. Firasat gue udah ga enaaak banget.
Dengan tampang melas, gue membujuk si mama buat ganti menu, apa kek.. selain lele..
gagal. Nampak si mama emang udah ngidam lele abis.
Okeh, akhirnya lele itu dibeli, dan kita minta tolong penjualnya buat NGEGETOKIN ampe mati.

CATET ya, enjata pembunuhnya adalah bilah balok kayu yang lumayan berat, gede, dan nampak gak bersahabat. Gue dan si mama jadi saksi bener bener gimana lele lele itu digetokin dan dibantai secara sadis, ditarikin organ dalamnya... OOUGHHH *lebay*
Logikanya, ini hewan udah mati. Udah mampus. Udah Ga ada!!!
Masuklah dia ke kantong belanjaan..
menuju pos selanjutnya, buat beli tempe dkk, tiba tiba DIA GERAK AJA GITU. Di tengah pasar gue spontan teriak WTF!! WTF!! ANJR*******T.
Trus diem. Gue mengelus dada. Mama menatap dengan hina, sepasar juga ngeliatin gue.
Oke, oke, mungkin ini lele post-mortem syndrome. Sekarang, lele itu bener bener udah mati. RIP. DEAD. DIE YOUU!!!!

Nah, setelah semua beres, gue dan mama memutuskan buat pulang sebelum kalap ngeborong sepasar. Berhubung belanjaan kita banyaak banget, dibagi2 kan ya, megangnya.. Gue sebagai sopir *motor*, gue pegang tas belanjaan berisi lele kepar*t tadi di depan.
Sebagai hamba yang beriman,gue cuma bisa berkhusnuzon bahwa lele itu udah bener2 mati..

Di tengah jalan, pas lagi konsen ke jalan, karena gue bukanlah seorang pengemudi handal, makanya gue bawanya ati2 banget..*yeah, rite* LELE ITU GERAK LAGI.
Dan bukan yang GOJEK GOJEK yang bentar, tapi GOJEK GOJEK HEBAT.. HEUUUU..
Asli, kaget banget.
Reaksi gue adalah.
1. Ngerem mendadak.
2. Ngelempar belanjaan ke tengah jalan.
3. Ngumpat ngumpat.
Semua dilakukan dalam waktu kurang dari 5 detik.
Mama bengong. Gue apalagi!!!
Motor yang di belakang juga lgs ngerem gitu, heuu, untung jalanan ga gt rame..
Akhirnya setelah dimarahin dan nyembah nyembah minta maaf ke pengguna jalan laen,gue pulang, kali ini belanjaan dibawa mama di belakang.. heu..
Untung aja gak pake acara kecelakaan. Gak asik banget,
GADIS CANTIK MATI GARA2 KECELAKAAN AKIBAT GOYANGNYA LELE.
Hmmh.


Btw, saat ini lele udah disimpan di kulkas, bakal gue goreng buat buka ntar malem. Mari kita doakan dia tenang..dalam perut gue.

Senin, 07 September 2009

Sepotong pelangi untuk sahabatku

Mungkin,
akan ada sepotong pelangi itu didalam kopi yang akan bersama kita hadapi, sore nanti.
Karena membacamu, selalu aku terbata, dan
ingin menangis pada hatimu yang sungguh,
sungguh kutahu apa maksudmu.
Jadi, pada Dia pergilah engkau mengadu, seperti yang sudah sudah.
Itu saran terbaik yang selamanya tak akan kadalauwarsa.
Percaya, padaku.

Dan tentang lelah, hati yang ingin kau bawa pergi itu,
tinggalkan dia barang sejenak di pelataran rumahmu.
Beristirahat di bawah bayang pohon rambutan,
angin dan bias rintik hujan biar jadi penenang, sejenak.

Tuhan tahu maksudmu, sebenar benarnya,
dan Dia tidak pernah pergi.
Itu, aku percaya.

Ini sajak, sedikit pelangi untuk kubagi.
Karena, aku tak pernah ahli menghadapi jiwa yang patah hati.
(kau tahu, aku pun tengah mencoba..)
Karena itu, ini sekerat pelangi, sekali lagi, untuk kubagi denganmu.

Hanya itu. :-)

Sambal Petis Pencek Telur

Tadinya, rencana hari ini mu bikin Ayam goreng tradisonal ama pepes jamur.
Tapi kok yaa pas ngecek kulkas, masih ada udang, ada telur juga seabrek abrek.. Agak sayang euy kalo beli lagi.
kl masak telur, udah pada biasa kan kalo dibalado, disambel goreng, nah tadi iseng2 nyoba, dibumbu sambel petis begini..
dulu pernah bikin dan sukses..
Bahan :
1. Telur
2. Cabe rawit
3. Bawang putih
5. Bawang merah
4. Garam
5. Petis udang
6. Kecap manis
7. Bawang merah, goreng kering.
8. Jahe, dikit aja. geprek.
9. Air secukupnya
10. gula merah
11. Terasi

Maafkaan kalo ga ada takarannya, tapi emang masaknya biasa ngira2.. gue masak 5 butir telur ayam utuh, cabenya 10 biji biar pedeees, petisnya setengah bungkus yang kecil itu, jgn banyak2, malah "amis", kecap secukupnyaaa, bawang putih 3 siung yg agak gede,bawang merah 3 siung, jahe kira2 sejempol,haluskan semua bahan *jahe digeprek aja* kecuali bawang goreng, dan telur.
Telur direbus trus digeprek (dipenyet gitulah) deh diatas sambel tadi, taburi bawang goreng, heheheh.
Fotonya nyusul ya, hahahah...

Sabtu, 05 September 2009

The courage within

I (almost) never stepped out of my comfort zone.
Kuliah, kerja di Jakarta, itu keadaan yang memaksa gue buat pindah.
gue sanat sangat jarang mengambil keputusan "because i want it". Mostly, i decided because i have to. Gue lebih nyaman, berada di dalam "gua" ini.

Gue lebih sering melakukan sesuatu, buat gue sendiri. Ga mau pusing masalah orang lain, suka ga mau tau, cuek, dan ga paeduli. Istilahnya, ga mau cawe2. Karena semakin kita ikut campur, kadang gue ngrasa, hal itu bakal menyeret kita keluar dari comfort Zone. Semakin banyak kontaminasi dari pihak luar.
Lagipula, buat bener2 "cere" dengan seseorang, you have to be really courageous. Kenapa?
Karena, memberikan perasaan kita pada seseorang itu sama seperti taruhan.
I know, ada orang orang di luar sana yang bisa bener2 "menyayangi" tanpa mengharap balasan. And honestly, gue salut dengan orang orang semacam itu. gue ga tau, gue bisa apa ga.
Giving without asking back.
Not that im always asking for feedback, enggak, tapi pasti ada harapan itu, dan kalo ga kebales, you know that will hurt.

Dan buat gue, keputusan buat menyayangi seseorang, ide itu, scared me like hell.
Im the most selfish person, ever.
I love the idea of being loved, being taken care of.
Kadang ide itu terasa begitu benar, tapi, itu, utopis buat gue.

Gue orang yang lebih memilih orang yang gue sayang daripada orang yang sayang gue. Itu agak bersebrangan dengan ide " im-comfort-zone-lover-person", i know. Mungkin, karena buat hal lain gue milih sembunyi dalam gua, semua efeknya ngalir ke masalah "hati". Tentang hati, gue ga mau menjadi orang yang nentinya menyesal dan berkata " kenapa dulu gue ga gitu?"
Karena gue pernah menyesali satu hal, dan itu, gue sungguh berharap ga keulang lagi.

When you do feel it, you know that you really feel it, just go for it.
Buat semua orang orang yang gue sayang, gue peduliin, *dan kalian tau siapa kalian*
Just, go. Just go for everything you know worth trying for, strive for it.
Giving, and risking all you have to risk.
Kalo bisa nyampe tahap "im giving you this, just giving", itu bagus. Tapi kalo ga bisa, prepare to get hurt.

And when you get wounded, there will always be a friend to come home. I know im not a good person, lebih sering cuek, bukan tipe orang yang nanya2 atau care, dan gue ga bs offer apa apa, tapi Insyaallah, gue salalu ada buat orang orang yang gue sayang dan butuh gue.

I know, endingnya agak ga nyambung..^^

The Bus, the Iler Monster, The Shooting Game and The Disappointment equals happiness.

Iye. Gue emang pelor dan slebor. Asal pala nempel, pasti ga brapa lama kemudian udah tidur. You name it, gue pernah tidur di tempat tempat absurd dimana manusia biasa ga akan mungkin bisa tidur.
Sambil berdiri? check.
Di kamar mandi? check.
Di Wastafel? check.
Di motor (yang sedang berjalan lumayan kenceng)? check.
Di bus apalagi. Oh.

Jadi, berhubung hari ini rencananya gue mau mudik, sebagai ponakan yang baik, gue putuskan untuk sambang dulu ke tempat tante gue di Tebet, selagi gue masih di Jakarta. Rencana semula adalah:
1. Pergi ke Arteri Pondok Indah buat ngambil tiket pesawat Batav*a.
2. Pergi ke tempat tante di Tebet.
3. Hidup bahagia.

Karena gue pengen ngirit, gue putuskan untuk sekali2 naek bus. Lagian, insting ibu2 gue mengatakan, apalah fungsinya beli tiket pesawat promo jauh2 kalo ujung2nya naek taksi? sama aja jatuhnya!! Wokeh.
Berhubung gue bego masalah rute dan trayek bus, gue pajang status di Fesbuk. Kenapa? Karena sodara sodara, Fesbuk adalah ajang paling gampang untuk meminta pendapat dari orang laen, terutama jika anda tampak begitu lemah dan mudah dicela. PAsti banyak yang komen. Dan benar. Dari beberapa puluh komen yang sebagian besar isinya celaan,ada juga yang menunjukkan jalan kebenaran.


YAng mana, tetep aja kepake, pada akhirnya gue ditawarin barengan naek motor. wkwkwkkw.
Nah, naek motor mah ga masalah.. Masalah baru terjadi saat gue.. JRENG. Diturunin di jalan.
Dari depan halte kantor pusat, gue nyebrang dan sempet ketemu Rerere *maap Re. linknya lg ga bisa* yang ngajakin ngopi2 siang bolong. Ckckckcck.

Okeh. Akhirnya gue nunggu di halte KC, naek bis 46, duduk tenang dan...

saat itu suasana begitu tenang, angin semilir..suara pengamen begitu merdu terdengar..
suara bapa kenek yang kecrek2 minta ongkos terdengar bagaikan musik..
Mendadak kursi bis Kopaja 46 ini terasa begitu nyaman..
Can u imagine? siang itu, suasana Kopaja begitu lain dari biasanya.. dan..
samar kudengar kenek mendendangkan nada
" Gelaeel.."
"Cawaaaang"
"Ukii.."
"Cililitaan.."


ANJROT. Gue ketiduran. Dan, bangun di cililitan. Seharusnya gue tidur di Gelael/ Cawang..
*mewek*
akhirnya dengan akal sehat, gue putuskan untuk naek taksi. No, really, gue cukup sadar diri untuk ga naek bus lagi..
_ _;


Nyampe di Tebet, jam dinding menunjukkan pukul *alah* berapa ya? gue lupa. pokoknya siang2 sebelum jam 12 lah. Di Tebet cuma ada ponakan gue the monster Iler Hana. Kenapa gue sebut monster? karena memang hobinya adalah mendekati lo dengan kecepatan tinggi dan tampang imut mengundang simpati, dan saat lo lelah.. BWEEEHHH... dikeluarkannya enzim enzim Saliva yang berbahaya, dengan tingkat keasaman tinggi..
And the only thing that soothe her up adalah ngemut hape dan kalung manik manik gue.
Yah, at least dia ga minta gue buat nyusuin dia. Pake apa neng? jempol? *sadar diri*


Setelah puas maenan iler, gue putuskan buat tidur. Cape bo.
Bangun bangun, udah sore aja. Setelah ngemil otak otak dan nangka goreng *iya, gue ga puasa kemaren..* bau gue, entah kenapa, setelah ngebis dan diilerin Hana, nampak begitu mengudang.. untuk dilalerin.

Gue, seorang gadis baik baik normal berusia 23 tahun, masuk ke kamar mandi dengan nawaitu baik, mengurangi polusi bau, gue sama sekali ga siap dengan kenyataan buruk yang harus gue hadapin.

GEROMBOLAN KECOA.
Not one, not two,tapi BANYAK. Segerombolan kecoa buas yang terbang dan pervert.
Gusti. JAdi ajaa gue mandi sama pegang keran "tembak" yg ada di deket wc itu.. mandi sama melipir di pojokan, nyemprot2 kecoa yg datang mendekat, ahaha, ga tenaaang bgt itu mandi. Kebayang ga si? mandi sama "nembak2" kecoa? wew. That was... random.
wkwkkwkw.
Mestinya tante gue buka rental shooting game paling menegangkan abad ini. "NEMBAKIN KECOA SAMBIL MANDI" Nice.


One thing that really made my day, was the closing.
You, know, when you were having a bad day,*in my case, it wasn,t that bad, really, i enjoyed being in my auntie's family, i really did*
But the closing was like a perfect tune. A re after do.
Yes, it's like when you were having a good day, and then you had something that made it even better.
I watched a movie.

The film sucks. The Chicken Corn sucks even more.
But the closing part was the best among all.
It was a disappointment, Final Destinat**n sangat sangat enggak direkomendasikan.
But to me, the suckness and the disappointment equal smiles.

This is not a bad day. At all.

Kamis, 03 September 2009

L'arc en Ciel.

No, im not talking about that rock band from Japan. Im talking about Rainbow.
Have you ever seen rainbow, dengan mata kepala sendiri?
Marvelously beautiful, isn't it?

I met my rainbow. Sesuatu yang datang sesudah hujan panjang (hampir) tak berkesudahan, muncul tiba tiba, and it's so beautiful you can't barely explain. You just see it and you get choked.

But here's the thing,
like a common rainbow,
it came in a moment, and then it will disappear.
The sky will be back in blue, but you know you won't forget the blissful color it put inside your very mind.

I knew for the very first time, i would be breaking my heart.
The moment i gave in, the moment i choosed to let it in..
It's like tearing your heart apart, to agony and happiness, at the same time.
You laugh, yet you still suffer inside.







But i'll tell you something.
Pelangi itu, enggak pernah pergi.
Dia tetap ada, cuma butuh prisma titik air hujan untuk memunculkannya kembali.
dia cuma tampak sehabis hujan,
karena kita baru menghargai hal hal kecil setelah hal hal yang menyakitkan datang dalam hidup kita.
And so this rainbow came inside my life, knocked my heart, and told me that i am loved. that i could be in love (again) and over again. that i still have the gut to love and risk my heart. The rain is over, and the sky will be back in blue.
And that this rainbow will leave, i knew the risk.
I understand.
And all that you can do is seizing every single moment while it's colouring the plain blue sky.




And remember, you're still young enough to fall in and out of love a few more times before you get it right. That doesn't sound very fun. It isn't... And it is... And it isn't. But it's worth it. Every single time.
*Arthur Brooks to Dawson, Dawson's Creek*



Dear god, please, please, let me keep this rainbow forever inside my own plain blue sky....
don't let it go.
:-)

Minggu, 30 Agustus 2009

The pattern i fail to see.

di lantai kamar mandi kosan gue, ubinnya bercorak dengan pola yang nampaknya abstrak, tapi ternyata enggak.Kalo kita cuma melihat 1 ubin, iya, ubin itu abstrak, tapi pas disambungin ke ubin lainnya, baru keliatan pola abstak itu ternyata bersambung.
Ubin ubin itu membentuk suatu pola, kalo kita sambungkan satu sama lainnya.

Maybe life is just like that. Kalo kita melihat dari suatu masalah, kita cuma ngeliat, how life is just completely fucked up for us. TAnpa kita sadari, ada rencana laen, semua masalah masalah itu, akan membentuk suatu rencana besar laen. RencanaNya.

Not that i am able to see the pattern, im a failure. Gue paling ga bisa menemukan silverlining dari suatu masalah. Sampai saat ini, gue masih stuck di satu masalah, dimana harusnya gue udah bisa overcome. I just could not do that.

Gue masih belum nemu, patternnya dimana, gue belum bisa liat, dimana rencana indah yang disiapknNya buat gue.

And everyday i pray, that i will see and understand the pattern.
Tuhan, beri saya kekuatan untuk memahami bahwa semua ini adalah bagian dari rencanaMu, semua adalah sakit yang harus saya alami untuk merasakan nikmatMu.
I could only pray for strength and understanding, dear god..

Jumat, 28 Agustus 2009

Truth does sometimes.. hurt.

But i've been in a worse situation, so,
hey..
just seize the day, and see what life will bring, to us.

I've got nothing to lose.

Minggu, 23 Agustus 2009

The Playlist!!!

You know, there is always a song that easily brings you back to a certain memory? a song about lover, about a certain event, or maybe even a song that brings back your feeling? Well i do have lots of it.. The triggers.

When i was in my lowest point, i tried to make a list of song about me and him, a mistake, actually, because it's kind of playlist that if you listen to it over and over again, you would find yourself deeep and deeeep drowned in a TRISTESSE...
I lovveeee those songs, they are this tear-jerking-heart-breaking songs that i found soo similar with the condition i was in. Noww? hehehe, much better,but i still have no gut to listen to them again. The reason why i made them, , i needed to cry and cry, and was hoping so much that days or maybe a week of tears-jerking momentum will do good to me. Crying, and then i would be just fine. Wouldn't say that works, though.



Here's my list..
in case you need to cry.. do make sure that you have a box of tissue reachable from where you are...


1. Secondhand Serenade - Broken

This song was like a denial to me, you know, like, i kept asking to him, can we work it out? is it broken? is it really broken? because we used to fight like million times, but we were unseparable... back then..

2. Secondhand Serenade (again!!)- It's Not Over

This song, actually the song that he gave to me when we were in the middle of a fighting and decided to step back.
This song is much more denying than the first song, it's like : no, don't tell me it's over, plese, we could be forever, cuz i'm falling apart, and you're breaking my heart..
It's never over.. or it's over?

3. John Mayer - Dreaming with a broken heart

Yeah, it's like the only moment where we can really forget that we're broken hearted is when we fall asleep. But when we wake up, we realize that he or she is no longer ours, and it's the hardest thing to deal with. He's no longer mine, and he's gone, just gone, truth really does hurt. And it's true, i barely couldnt breathe when i woke up and remember that he was gone. i still do.

4. Secondhand Serenade (yess, i love their song so much!)-Why

This song really describe the never ending question that haunt me, why? why? why? how could this happen to me, us? it's not real, is it? and why do you do this to me, so easily?
And though i kept asking inside my mind, i still couldnt find the perfect answer. It was like ripped your heart off your chest and left this hole, and your life would never be the same again. ever. And the worst thing is, the one that do that is the person we are in love with, that's why you keep asking "Why?"

5. Shania Twain -It only hurts when i'm breathing

Well, the title explains all, right?

6. Avril Lavigne- When You're Gone

When you're gone, i missed you so much, needed you soo bad but i just couldnt find you everywhere, and everthing that i did and do reminds me of you.. so yeah, this is how i feel when you're gone. I miss you.

The list goes on and on, and on.
Josh Groban- SHe's out of my life..
Rocket ROckers-ingin hilang ingatan
Saybia _ The Second You Sleep

okay, seriously, i have to stop, like, now. :D
Just by remembering the songs, pretty much trigger the feeling. ahahhaa.

What about you?

Kamis, 13 Agustus 2009

me. wanna.

Oke, sekarang jam 12 malem lebih 1 menit, dan tugas paper MKP gue, halaman pendahuluan aja belum jadi, but i got this little sumthin that's been bugging me lately.

Shallow, but i have to admit..

how i missed dimanja seseorang.
kangen seseorang.
ngomong babytalk *yep, i did it sometimes with my ex, ketika cuma ada kita berdua*
you know, cuma bersama seseorang special yang lo tau bahwa dia ada buat lo, nemenin lo, dan nyaman ajaa.


*seseorang disini ga refers ke orang tertentu yaa*

Maybe, im just being over sensitive. Dengan semua tugas tugas brengsek ini, kondisi badan yang lagi ga fit, daaan.. oh, shit. this just sucks.



KEPEEEEETT emang tugaaaaassss2 ini, huhuhu..

+mewek+

Minggu, 09 Agustus 2009

Cengo di Kondangan

Sejujurnya, gue rada menyesal bela-belain pulang ke Malang kemaren.

Jadi gini, tgl 1 Agustus kemaren, gue dapet undangan kawinan dari temen gue, Otek. Tanggal 8, gue dapet undangan juga dari temen gue, Mey. Sempet bingung, mu pulang tanggal berapa. Mengingat Mey adalah temen gue deket dan gue dapet bahan kebaya gratis (D'oh). Oke, gue putuskan pulang tanggal 8 dan dateng ke kondangan Mey sebagai Pagar Ayu, instead of dateng ke kawinan Otek sebagai tamu.

Yang gue ga tau, itu bahan kebaya ternyata bukan buat pagar ayu. Itu bahan kebaya buat sahabat2 deket dia. Gue dan Chizta, dan ga tau ada beberapa cewek laen yang i dont even know their names tapi gue mesti foto2 sok akrab ma mereka for the sake of "keliatan bagus difoto". Matching kebaya.

Si Mey ini, dapet suami anak pejabat, so pasti Resepsinya mewah abis. Fotografernya aja ada banyak, candid, beneran, gue sampe bingunggggg. Pose di pelaminan ada kali 12 kalian sekali nemplok. Jadi aja gue rada tertahan di Pelaminan bersama gadis2 itu.
And i feel like an outsider.

Gue temen dekat Mey, tapi gue ga tau siapa mereka. Iya, gue emang temen yang buruk. Lingkungan gue ma mereka itu. BEDA. Semenjak lulus SD, Mey dan gue ga pernah satu sekolah. Kita tetep kontak, tetep akrab, tapi sejujurnya, gue ga tau temen2 dia di SMP, SMA, Kuliah, siapa aja. Kalo Che, karena dia satu SMP dan masih sama2 kuliah di Malang, masih nyambunglah dengan para gadis itu. Lah gue? completely outsider.


Daripada gue nganggur, gue putuskan untuk menjelajah hunting makanan. Asli, mewah banget. Segala macem makanan, u name it, pasti ada. Poffertjes, Takoyaki, crepes, Martabak, kambing guling, steamboat, chocolate fondue, batagor bandung, soto lamongan, sate, steak, Chicken Cordon bleu, capek nulis nama2 makanannya. BANYAAAK. Malah ada minibar segala. beugh.

Mewah. Rame. Glamor.

But not my kind of wedding.
Tadinya gue pikir, a glam wedding bakalan menyenangkan. Bunga, Lampu, Makanan berlimpah, banyak orang.. a one-night-princess. Impian semua cewek.
But thanks to Mey, i finally realize what i really want in my wedding.
Orang orang yang gue sayang, dan sayang gue. Mereka yang stand still, pas gue jatoh, pas gue ada mesalah, mereka yang bener2 gue kenal, kenal gue, dan mereka yang cuma dengan mengingatnya, bisa bikin hati gue hangat. Family. Friends.

Dan gue ga peduli biarpun yang dateng cuma 20 orang, tapi selama mereka dateng dan tersenyum buat gue, that is all that matters. Mereka tamu tamu gue. Mereka, my circle. Dan gue ga mau, mereka merasa jadi outsider di pesta gue. I want it to be intimate, private, dan hangat.

Itu, yang gue bener2 pengen.

Sabtu, 08 Agustus 2009

Suicidal mood

Pagi dingin,setengah berkabut.
Rumput basah, dan nafas terhampar di udara seperti asap.

Di tengah hiruk dan pikuk, kau tidak tergesa, tak juga terjaga.
Hanya kesadaran akan eksistensi, berpijak pada bumi.

Menunggu, menunggu walaupun tahu, selamanya tak akan datang dirimu padaku.

Di bangku yang sama.
Menunggu flight sore Mandala 0385.
Setahun lepas ke belakang.

Bagaimana caramu menyelipkan memori memori keparat ini?

What a beautiful morning. And im choked by this sudden urge to start bumping at the nearest car.

Suicidal mood

Pagi dingin,setengah berkabut.
Rumput basah, dan nafas terhampar di udara seperti asap.

Di tengah hiruk dan pikuk, kau tidak tergesa, tak juga terjaga.
Hanya kesadaran akan eksistensi, berpijak pada bumi.

Menunggu, menunggu walaupun tahu, selamanya tak akan datang dirimu padaku.

Di bangku yang sama.
Menunggu flight sore Mandala 0385.
Setahun lepas ke belakang.

Bagaimana caramu menyelipkan memori memori keparat ini?

What a beautiful morning. And im choked by this sudden urge to start bumping at the nearest car.

Minggu, 02 Agustus 2009

Dia yang sayang kamu,

Adalah dia yang tetep ngotot bilang kamu cantik padahal kamu belum mandi seharian dan bau jigong.
Adalah dia yang tersenyum pas kamu bertingkah tolol dan bodoh, and calling it's cute.
Adalah dia yang selalu ada disaat kamu menangis, kamu tertawa, dan menunggu dengan sabar disaat kamu ingin sendiri.
Adalah dia yang marah disaat kamu ngotot kopi itu cukup edible sebagai sarapan.
Adalah dia yang rela menempuh jarak jauh untuk melihatmu, memastikan kamu baik baik saja.
Adalah dia yang menawarkan bahunya disaat kamu menangis, disaat kamu ingin manja, disaat kamu cape, disaat kamu ngantuk, well, when you just need it, kapanpun itu.
Adalah dia yang selalu menerima semua polahmu dengan sabar, dengan senyum, dengan tulus, dan kamu langsung tau itu tulus, it's written in his eyes.
Adalah dia yang pertama kali berlari, menangkapmu disaat kamu jatuh.
Adalah dia yang tau pasti, kapan kamu sedih, kapan kamu senang, kapan kamu pura2 senang, dan somehow, bisa membuatmu merasa tenang, just by touching your head and smiling at you.




And it will be the most heartbreaking thing to me, if i fail to love him back.

I am sorry, in advance.

Jumat, 31 Juli 2009

()

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Adiktif,sungguh adiktif.
Dengan efek menghancurkan, gila, halusinatif.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Aku mencarinya diam diam,dengan segenap daya dan upaya.
Bahkan meskipun aku tahu, itu bahaya bagiku.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Mengangkat angan tinggi tinggi,untuk jatuh lagi dalam sakit dan kenyataan bersahaja bahwa kita tak lagi bersama.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Dalam darah selamanya bayangmu rapi tertinggal.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Menciptakan dunia khayalku sendiri, dimana semua adalah bahagia palsu.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Overdosis,dan aku akan mati.

Jumat, 24 Juli 2009

The Blackest Blasphemy

I have to live one,
one more day without you.

And that will be the blackest blasphemy of my life,
living the rest of my life,
without knowing how and why.

Rabu, 22 Juli 2009

Cerah

Mungkin kelam, mungkin hitam


Tapi selalu,
ada ruang untukmu singgah dalam hatiku,
dan kembali bercerita tentang semuanya.

Kau tahu pasti alamatnya.
Disana, kupastikan mendung berlalu, untukmu.

Selasa, 21 Juli 2009

Leftover

Fajar menjelang.
Buat kita,cinta adalah buta,
meraba,saling bergandeng,dan dalam gelap saling mengenal masing masing.
Nafas. Suara. Suhu. Aroma. Tiap lekuk adalah pertanda.
Tiap sudut adalah penanda.
Cinta adalah sentuhan untuk mengenal.

Pagi menyapa.
Mata kita terbuka.
Ada tawa,luka, dan warna yang,dulu, hanya kita bayangkan saja.
Matamu,wajahmu, dirimu, semua,
kureguk habis, perlahan kutera dalam memori,
aku takut lupa, sungguh takut lupa akan kamu.

Siang datang.
Panas,panas, panas. Terlalu terik semua, dan mata kita telah pedih, telah lelah saling menyentuh. Perang! Perang! Perang dan darah kita tumpahkan, pada pedang kata kata, pada panah curiga,
semua, untuk dapat saling menyakiti. Semua,untuk saling hancur.

Dan kala sore datang, aku terengah sendirian. Belum datang malam, belum datang siklus pagi kita, belum datang semua itu.

Apa yang tersisa adalah apa yang ada. Cabikan.
Percik darah.
Luka.
Keringat.





Hanya ada memori tentangmu yang sempat kutera, itu yang tersisa.

Esok hari, janganlah datang.
Malam ini, jadikan aku Grenouille, mereguk habis memorimu. Sampai tak ada sisa, sampai lupa.

Sabtu, 18 Juli 2009

Seharusnya

Bukan seperti ini,
yang kurasakan,
saat mendengar lagu kita.
Saat singgah di tempat kita.
Saat mengingat tentang kita.

Karena, apa kita?
Ada aku, dan kamu.
Dan kamu pergi, bukan untuk sementara.

Kaukatakan padaku,
jika di dunia ini terkotak kotak, dan hanya ada kamu dan dia,
itulah bahagia buatmu.

Lalu aku tercekat, meraba raba, dimana tempatku?
Terbuang jauh ke seberang galaksi,
mungkin tergulung lenyap dalam hempasan badai,
sakit yang sama yang selalu timbul tenggelam,
bagimu, bagiku juga.

Sadarkah,
saat kaukatakan itu,
telah kauambil semua, semua yang jadi alasanku, untuk tetap bertahan, pada hati yang mungkin lara, mungkin duka, namun berdenyut, dalam komanya.
Satu. dua. tiga.

Saat itulah, hatiku mati.