Terkadang, kita semua adalah mahluk yang menjalani hidup dengan hanya berjalan, dalam suatu massa yang seakan diprogram dalam satu pabrikan, untuk berjalan menuju arah yang sama. Homegenitas individu. Dan tidak, saya tidak ingin menyalahkan atau menjadikan hal itu sebagai sebuah aib, cacat, atau apalah. Lagipula, saya juga termasuk di dalamnya.
Tapi, sungguh sayang, bukan?
Tiap individu adalah karakter karakter unik, sangat unik. Each one of us made personally, distinctively unique.
Tapi, kenapa bisa menjadi homogen? emangnya kita tanaman? Kalo tanaman mungkin masi bisa diterima, serumpun krokot atau rumput teki atau sabaris tanaman perdu, mereka sma aja. Atau Sekelompokan hewan, jerapah, misalnya, mereka sama.
Hidupnya ya makan, kawin, beranak, mati. Live by instinct. Rame rame migrasi, rame rame mempertahankan diri dari predator...
But, us?
Tiap tiap dari kita memiliki tujuan dan cara pandang yang berbeda, karakter, tingkat intelegensia yang berbeda.
Zodiac or shio then try to sum people's character up, but i dont think it clearly divide us into 12-character. No.
Emangnya karena saya dan kamu sama sama lahir tanggal 29 Desember 1985, kita sama sama narsis, keras kepala, manja, moody? enggak kan?
Saya jauh lebih narsis kok, saya sadar.
Apa yang mebuat semua orang bisa hidup dalam keteraturan yang maha meraksasa ini? Apa yang mebuat orang berpikir bahwa majority, being wealthy adalah SECURE, HAPPY, dan IMPORTANT?
What if, the only thing that makes you happy, ternyata cuma hidup sederhana di kaki gunung menanam palawija, kol kolan, wortel, dan beranak banyak walaupun kesusahan menyekolahkan mereka.
*Dan kata siapa sekolah adalah penting? Dunia ini yang membuatnya jadi penting!!*
Tiap arti kebahagiaan saat ini adalah sebuah standar yang dipaksakan oleh dunia kita.
Berpendidikan, Kaya, Punya rumah??
Dan mau gak mau, karena kita memang hidup dalam SISTEM ini, kita harus ikut arus, kalaupun bukan karena kita pengen, we live by the rule just because we know that people who does care about us, thinks that it's the only thing that makes us, happy. JAdilah kita hidup sesuai sistem untuk menyenangkan/ menenangkan orang lain.
No?
Atau mungkin anda anda sekalian memang pengennya seperti itu? yakin? hidup mengejar rasa secure untuk tetap tinggal dalam sistem?
Pardon. I myself, sangat sangat tergantung dengan sistem, dan saya juga belum berani buat keluar dari sistem ini. Jadilah saya seperti tanaman perdu itu, hidup normal seperti lainnya.
Saya ngomong apa sih pagi pagi begini. Ini pasti gara gara mood swing.
*cari kambing hitam*
But really, mau sistem kek mau enggak kek, asalkan ada kamu dalam sistem ini, i will be just fine.
Hahahaha. Ujung ujungnyaaa...
7 komentar:
Tumben Vio berfilosofi..
jadi intinya vio-ikut-kemanapun-dia-mau??? wkwkwkwk
tante ska
@Bang Polty : hahah,iya ya? Sekali kali gpp.. Msh dlm suasana mood swing..
@Mba Ska : WAH! Hahahah,aku g nyampe sana kok mkrnya.. Wkwkwk..
Vio
@Bang Polty : hahah,iya ya? Sekali kali gpp.. Msh dlm suasana mood swing..
@Mba Ska : WAH! Hahahah,aku g nyampe sana kok mkrnya.. Wkwkwk..
Vio
nice writing vio ^^
standard of happiness depends on each person. yes, this post is your answer to your own question,
what is happiness?
jadi f*ck other people who define wealth or success with happiness. We all have our own standards and we are living with it, it's high time that other people respect it.
So even if your happiness would mean throwing away your life, start from scratch to follow the love of your life, who are people to judge?
*tarik napas panjang*
@Vanilla : halo mbak In!!! ^^
@Mbak Elvin : IDK.. tapi kadang aku merasa kita harus membahagiakan orang laen juga, dengan definisi kebahagiaan menurut mereka..
i'll do that, chasing my own happiness, but later.. ^^
Posting Komentar