Sedikit melangkah pada arah yang tak terbaca
selain pada tetap dan keras hatiku,
untuk selalu menghadapkan punggung padamu.
Dan entah apa.
entah mengapa,
pada aksara aksara maya itu
kutemu kembali duka dan jeri yang pernah kepadanya aku menghamba.
Saat ini, Tuhan terasa bagaikan sebuah mitos,
karena sebuah doa yang bagiku masih belum terjawab.
Pergi, dan hilanglah bersama esok pagi, bermentari, ataupun hujan.
jika memang semudah itu,membalik.
Ataukah Kauanggap diriku masih cukup keras untuk sekali lagi tersungkur, bersimpuh pada lekat lekat sisi bumi?
Ataukah ini caraMu menghajarku untuk jatuh dan berlutut, ya Rabb?
Duh Gusti, kula nuwun dipun paringi segara sabar, segara ikhlas ingkang jembar, gusti...
2 komentar:
Amin, ya Rabb. Whatever it takes, good or bad, best wishes for you, sis. :)
Noraaaa.. makasih jeeng.. Amiin, amiin, doanya ya..^^
Posting Komentar