Senin, 07 September 2009

Sepotong pelangi untuk sahabatku

Mungkin,
akan ada sepotong pelangi itu didalam kopi yang akan bersama kita hadapi, sore nanti.
Karena membacamu, selalu aku terbata, dan
ingin menangis pada hatimu yang sungguh,
sungguh kutahu apa maksudmu.
Jadi, pada Dia pergilah engkau mengadu, seperti yang sudah sudah.
Itu saran terbaik yang selamanya tak akan kadalauwarsa.
Percaya, padaku.

Dan tentang lelah, hati yang ingin kau bawa pergi itu,
tinggalkan dia barang sejenak di pelataran rumahmu.
Beristirahat di bawah bayang pohon rambutan,
angin dan bias rintik hujan biar jadi penenang, sejenak.

Tuhan tahu maksudmu, sebenar benarnya,
dan Dia tidak pernah pergi.
Itu, aku percaya.

Ini sajak, sedikit pelangi untuk kubagi.
Karena, aku tak pernah ahli menghadapi jiwa yang patah hati.
(kau tahu, aku pun tengah mencoba..)
Karena itu, ini sekerat pelangi, sekali lagi, untuk kubagi denganmu.

Hanya itu. :-)

6 komentar:

Jengskaa mengatakan...

weewww....

vio mengatakan...

wkwkkwkkwkw...

who am i mengatakan...

Somewhere over there..
Where the rainbow and moon collides..
Where this heart and these words meant to be..

Anonim mengatakan...

so nice, but where is the core of it?

vio mengatakan...

@Ami : ^^ btw Mi, apaan si Fruity loops?

@Anonim : heu? dimana? apanya? yang mana? hahaha...

Anonim mengatakan...

uhuk...uhuk...uhuk....