Tampilkan postingan dengan label Sucks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sucks. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2009

Ikhlas

Satu kata, ikhlas.
Tapi butuh begitu banyak waktu untuk dapat benar benar memahami dan mampu mengamalkannya.

There are these moments, when you feel like u've already reached the point that u believed "i am already in the state of ikhlas" buat then you get stuck and u realize that u are nowhere near that point.

Maybe, im not trying that hard, or maybe, i just couldnt accept things as it should be.

To be able to tell other : yang ikhlas ya, yg sabar" is such a piece of cake. It would be as easy as 123. But to be able to really tell your self to let go, is completely different. you know why? because everytime we tell ourselves to be able to feel ikhlas, we deny it back. We know exactly that we're not that good to really come clean, to be the one who smile inside and outside.
So tell me, am i hypocrite to tell myself that i am okay, but i am not? totally not?
to be able to smile, to be completely tear-less, angerless, yet i feel like im choked all the time, but i know that there is nothing that i could do but to accept and embrace things?

Kamis, 24 September 2009

girls

I once said, that sometimes, girls are much more frightening than a troll. Karena, cewek itu lebih pinter faking a smile.
Cewek lebih jago menyembunyikan perasaan. Cewek lebih bisa berpura pura. Cewek itu.. menakutkan.

I had bad experiences in having friendship with girl. And i have to admit, sadly, kalo gue sering banget menutup diri dari cewek, bahkan sebelum gue sempat mengenal cewek. Ga tau kenapa, karena gue trauma kalo temenan ma cewek.
Cewek itu suka posesif kalo temenan. Cewek lebih sensitif. Cewek kalo temenan mesti "dijaga" banget. Dan cewek, suka ga jujur dalam berteman.

1. Gue punya seorang temen, sebut aja F. Gue ga terlalu deket ma dia, cuman sebatas kenal.
Yang gue ga suka dari cewek ini adalah, she's so gooood in faking smile and giving fake compliment.
Dari awal gue kenal, i instantly felt.. like..i dont like her.
Sayangnya, dia sahabat baik orang yang "pernah" penting buat gue. dia tempat orang ini curhat, dan gue tau kalo si F ini ga suka ama gue, ga suka ama kelakuan gue, ga suka ama perlakuan gue ke orang yang "pernah" penting buat gue ini.

Itu, gue ga masalah.
Yang gue ga suka adalah, she was playing nice di depan gue.
Dia suka muji muji gue cantik, bilang gue pinterlah, apalah.. komen baek2 di status gue..
Why on earth she had to do that?
Kalo misalnya lo ga suka ma gue, why would you pretend like you care? Itu.. aneeeeeh!!!

2. Ada lagi, gue pernah punya temen deket, sebut aja A.
Di depan gue, dia baek, dia sering cerita- cerita, normal relationship, dan kita emang cukup deket karena suatu keadaan dimana kita sering ketemu.
Later, i found out that she was a backstabber bitch. Pardon my french, but she was. Dia flirting ke pacar gue saat itu.
Gue taunya dari orang lain. Dia suka maen ke kosan cowok gue. Dia ngasi lagu2 cinta ke cowok gue. Dan dia sering minta tolong apalah, inilah, itulah, ke cowok gue. Dan dia pernah bilang terang terangan ke cowok gue kalo dia suka. Dan dia pdkt, ke cowok gue, bener2 pdkt. Setelah gue dan cowok gue ini putus, gue masih temenan baik dengan si mantan ini, dia sempet cerita kalo si A ini, minta dilamar.
I chose to be silent. Cukup tau aja deh waktu itu...


It was kinda traumatic. Sampe sekarang, temen temen cewek gue yang bener bener deket, dikit banget... Gue suka secara ga sadar menutup diri, karena emang banyak banget kejadian diluar dua kejadian diatas, involving me, problems, and the girlfriends.
I have serious problem in making friend with girl. Dan gue pengen banget sebenernya perbaikin itu.
Tapi diluar semua masalah itu, satu hal yang bikin gue susah temenan dengan cewek mungkin adalah kelakuan dan mulut gue yang gak kontrol. Gue suka bingung mu ngom apa sama cewek.. Gue suka nemu dead end kalo lagi ngobrol ma cewek. Gue suka ngasal kalo ngomong, ga semua cewek tahan temenan ma gue...
Dan gue paling, paling takut dengan cewek yang bisa baek2, manis, tapi di belakang gue.. MMMMMH, AMITABA.
Tapi, seriously...

I. I think i need girlfriends.#confession

Kamis, 17 September 2009

Being Nice and Playing Nice

Big difference.
Emang apa bedanya?
Apakah berbuat baik, karena kita merasa kita harus baik adalah playing nice?
Bagaimana kalo kita emang usaha, untuk berbuat baik?

Bagaimana kita membedakan, apakah yang kita lakukan, simply karena kita being nice, atau we're playing nice?
Dan, apa yang membedakan dua hal itu dimana Tuhan?
Intinya sama kan?
Doing something not because we ARE nice, but trying to be.

Dan, emang ada ya, orang yang bener2 memang terlahir NICE. Simply an angel? melakukan segala hal karena dia baik?
Wahat kind of person is that?
Kita kan g bisa melihat kedalam hati seseorang..

Dan kalo seperti itu,
berarti ga masalah kan, being nice or playing nice?
kan, yg tau cuma yang diatas?

Trus, napa lo bingung vi?
Ya gapapa. Cuman eneg aja liat orang orang yang playing nice.

Loh.Tadi katanya bingung, ga bisa bedain?
Ya, keliatannya playing nice banget si..

How do u know, vi?
JIH, berisik banget si, nanya mulu!! Feeling aja.

Are you sure that they're playing nice,not being nice?
Im not that sure. Okay, maybe it's just me, irritated, puas?
I'm (still) irritated with those people, anyone who write "bangun untuk berzikir/tahajud/taushiyah hari ini/similar activity in their FB status.

Nah, u did find the answer.
_ _. gth, u my little innersoul.

Rabu, 16 September 2009

LDR

I hate LDR. Kalo kata dia, LDR sucks. *kata dia, not me, mwahahaha*

And so, i write this.
LDR itu. PAIT.

Gue kapok ngejalanin LDR. Dan. Gue takut.
Gue pernah ngrasain nangis2 pas kangen, pengen ketemu dan ga bisa ngapa2in. It. sucks.
Gue tau rasanya sakit, butuh temen, butuh kehadiran seseorang itu di dekat lo dan. NADA.
Gue tau rasanya berantem, hilang kepercayaan, hilang rasa, bahkan menjurus benci.

According to some bloggers i know, it worth the wait.
Me? im good with having someone i love, within my reach. Been there done that,and i have to admit. It was a hell.

Gue ga tau ya, kalo gue harus ngejalanin itu lagi, gue mesti gimana.
But now, i'd love to say, no thanks. Gue ga mau.
Gue MUNGKIN ngelakuin itu kalo sangat tepaksa,tapi Tuhaaaan, gue rada trauma ngejalanin itu lagi..
Buat urusan LDR ini, i cant help but seeing things from the darkside, im sorry.
Apalagi setelah kejadian ga enak, gue cuma bisa salut ama mereka yang ngejalanin LDR dan bertahan. I really do, im admiring you, Kriww.
And so, buat semua orang yang menjalani LDR diluar sana.. Be happy.
Kalo mungkin kuat, kalo masih bisa ngejalanin LDR.. go ahead. Make me eat my own shitty words.

Me? let just say, im now being grateful with my love-life. Kalo suatu saat LDR? entar aja dipikirin itu mah. Bikin lieur. Hahahaha.

Senin, 07 September 2009

Sepotong pelangi untuk sahabatku

Mungkin,
akan ada sepotong pelangi itu didalam kopi yang akan bersama kita hadapi, sore nanti.
Karena membacamu, selalu aku terbata, dan
ingin menangis pada hatimu yang sungguh,
sungguh kutahu apa maksudmu.
Jadi, pada Dia pergilah engkau mengadu, seperti yang sudah sudah.
Itu saran terbaik yang selamanya tak akan kadalauwarsa.
Percaya, padaku.

Dan tentang lelah, hati yang ingin kau bawa pergi itu,
tinggalkan dia barang sejenak di pelataran rumahmu.
Beristirahat di bawah bayang pohon rambutan,
angin dan bias rintik hujan biar jadi penenang, sejenak.

Tuhan tahu maksudmu, sebenar benarnya,
dan Dia tidak pernah pergi.
Itu, aku percaya.

Ini sajak, sedikit pelangi untuk kubagi.
Karena, aku tak pernah ahli menghadapi jiwa yang patah hati.
(kau tahu, aku pun tengah mencoba..)
Karena itu, ini sekerat pelangi, sekali lagi, untuk kubagi denganmu.

Hanya itu. :-)

Sabtu, 06 Juni 2009

Malam ini

Tentang gerimis yang mendadak muncul di hati,
aku tak hendak mencari analogi.
entah cinta, entah cemburu, entah rindu milik sesiapa.

Kubuang ia di jalanan tak bertuan
kedalam kaleng kosong, nyaring berdentang.

Rabu, 03 Juni 2009

Namanya A

He's the only person that move me to write. Puisi puisi di blog ini, ada dua macam. Kisahku, dan kisah seseorang yang dekat denganku. entah itu sahabat, sodara, temen, temen curhat..

The rest of it, itulah A.

Dia lelaki, tentu saja, saya sangat normal.
Dia...
Dia lah satu satunya orang yang bisa membuat saya marah dan kangen sekaligus pada saat yang bersamaan.
Tertawa sekaligus menangis, he's my anger and ease..

Dia adalah orang yang sangat, sangat saya sayang sekaligus saya sia siakan. Dalam waktu yang bersamaan. Menyesal? ya.
Too much comfort, too much.

And along with his leaving, he took the biggest portion of my heart, the biggest.
Weel yeah, i'd blame him because i couldn't find any space left to be shared with somebody new.

I moved on, i've moved on, i'll move on. Im trying.

He's both the best and the worst thing that ever happened to my life, somebody i love and hate at the odd, equivalent intensity.

I dumped him, he dumped me, maybe we both just not meant to be.
But he was the only person that i trusted to hold my hand and vow the Ijab Kabul. He was. He was everything, he was the reason.

Dan ketika sesuatu yang sangat kamu percaya dan mengakar begitu dalam di dirimu, tercabut, apa yang terjadi?

U bleed to death. U will heal. Later.
But now, you bleed to death.
And you wake up everyday hoping that the wound will be just fine. Dan kalau hati, perasaan itu adalah sesuatu yang konkrit dan nyata, kasat mata... i'd probabaly wake up screaming, seeing my heart bleed, wounded, shattered.. Bolong menganga.

What could be better?

And i hate him. And i love him. And i pray, but the other times i curse.

He walked out of my life. He's out my life. I need to walk out of my life too, but how?










Tolong orang itu dijumroh kalo ketemu..... Sial.

Senin, 04 Agustus 2008

Cape...

Karena selalu dianggap g mampu.
Karena selalu dianggap anak kecil.
Karena selalu jadi anak bawang.
Karena selalu dianggap bodoh.

Tapi lebih cape,karena selalu memilih diam di tepi.
Karena selalu,dan selalu memilih menyerah..

Tuhan,beri saya kekuatan,sekedar buat tersenyum saja..