Terkadang,apa yang kita mau,apa yang kita maksud..
Bisa disalah artikan ya sama orang lain.
Capek,sakit, sedih,marah,muak,dan bener bener kesel.
Udahlah, BODO AMAT.
G peduli orang mu mkr apa,mu ngom apa,
mu anggep gmna. I dont give it a damn.
Do whatever,say whatever, just stay out of my life. As far as possible,
i had enough. I knew enough. And im stuffed,so stuffed that i wanna throw up.
There are things that remain the same, the place you will always come home to.
Kamis, 25 September 2008
Second Chance
Apa sih,definisi dari sebuah kesempatan?
G tau ya kalo definisi text book.
But i think,kesempatan adalah sebuah persimpangan jalan,which will lead us to failure or success,depends on how we live and make the best of it.
Simply,it's a choice. A crossroad u can choose,whether to live it,avoid it,or put it into a waste.
Semua orang pny jalan hidup masing masing,berbeda,namanya Nasib.
Nah,kesempatan ini ibarat semua crossroads yang ada di jalan hidup kita.
Semua orang normal punya tujuan hidup sama. Melewati jalur2 yang hampir sama.
1. Born
2. School
3. Job
4. Marriage
5. Death
jalur after life,yah, Wallahu Alam..
Back to the choice thing.
My question is,
who deserves the second chance?
Semua orangkah?
My own answer is no.
Second chance,
is for them who knows how to read sign,how to act at the right time,how to change,and really seek for the second chance.
And what about giving a 2nd chance?
I myself,im not a type of person who easily forget. Until know,i haven't given any second chance..
Forgiving kan beda ama forgetting..
Intinya apa sih,posting ini? Hehe..
Yaah,kadang kadang kita perlu perubahan situasi kan..
Maybe,giving a second chance is not that bad..
Asal,we give it to the right person..
G tau ya kalo definisi text book.
But i think,kesempatan adalah sebuah persimpangan jalan,which will lead us to failure or success,depends on how we live and make the best of it.
Simply,it's a choice. A crossroad u can choose,whether to live it,avoid it,or put it into a waste.
Semua orang pny jalan hidup masing masing,berbeda,namanya Nasib.
Nah,kesempatan ini ibarat semua crossroads yang ada di jalan hidup kita.
Semua orang normal punya tujuan hidup sama. Melewati jalur2 yang hampir sama.
1. Born
2. School
3. Job
4. Marriage
5. Death
jalur after life,yah, Wallahu Alam..
Back to the choice thing.
My question is,
who deserves the second chance?
Semua orangkah?
My own answer is no.
Second chance,
is for them who knows how to read sign,how to act at the right time,how to change,and really seek for the second chance.
And what about giving a 2nd chance?
I myself,im not a type of person who easily forget. Until know,i haven't given any second chance..
Forgiving kan beda ama forgetting..
Intinya apa sih,posting ini? Hehe..
Yaah,kadang kadang kita perlu perubahan situasi kan..
Maybe,giving a second chance is not that bad..
Asal,we give it to the right person..
Kamis, 18 September 2008
Sekedar.
Maka,
ijinkan aku untuk.
Sekedar singgah di tepi hatimu yang dalam,
hanya untuk
mengetahui bahwa aku tak dapat menjangkau.
Bahkan tepinya.
Kau mencari dia,
dengan singgah di relungku.
Untuk sekedar,
menancapkan luka di borok terbuka.
Maka,
ijinkan aku,
untuk menjadi bodoh.
Sebentar saja.
Karena,kita tertakdir untuk berpisah..
Kau gelasan aku layangan.
Tahanlah aku hanya sebentar,
karena langit telah menungguku,
untuk memelukku selamanya..
ijinkan aku untuk.
Sekedar singgah di tepi hatimu yang dalam,
hanya untuk
mengetahui bahwa aku tak dapat menjangkau.
Bahkan tepinya.
Kau mencari dia,
dengan singgah di relungku.
Untuk sekedar,
menancapkan luka di borok terbuka.
Maka,
ijinkan aku,
untuk menjadi bodoh.
Sebentar saja.
Karena,kita tertakdir untuk berpisah..
Kau gelasan aku layangan.
Tahanlah aku hanya sebentar,
karena langit telah menungguku,
untuk memelukku selamanya..
Sekedar.
Maka,
ijinkan aku untuk.
Sekedar singgah di tepi hatimu yang dalam,
hanya untuk
mengetahui bahwa aku tak dapat menjangkau.
Bahkan tepinya.
Kau mencari dia,
dengan singgah di relungku.
Untuk sekedar,
menancapkan luka di borok terbuka.
Maka,
ijinkan aku,
untuk menjadi bodoh.
Sebentar saja.
Karena,kita tertakdir untuk berpisah..
Kau gelasan aku layangan.
Tahanlah aku hanya sebentar,
karena langit telah menungguku,
untuk memelukku selamanya..
ijinkan aku untuk.
Sekedar singgah di tepi hatimu yang dalam,
hanya untuk
mengetahui bahwa aku tak dapat menjangkau.
Bahkan tepinya.
Kau mencari dia,
dengan singgah di relungku.
Untuk sekedar,
menancapkan luka di borok terbuka.
Maka,
ijinkan aku,
untuk menjadi bodoh.
Sebentar saja.
Karena,kita tertakdir untuk berpisah..
Kau gelasan aku layangan.
Tahanlah aku hanya sebentar,
karena langit telah menungguku,
untuk memelukku selamanya..
Minggu, 14 September 2008
Ratu
Baru saja,
turun ke kaki singgasana
dan menemukan cinta mati tercabik,
harga diri terbunuh,
dan kewarasan mati kelelahan
bertahan pada kayu yang hanyut,
di sisi sungai dunia.
Lalu berteriak pada tuhan,
kenapa diam?
kenapa diam?
dan kenapa hanya diam?
Ratu menangis, sedikit saja.
Karena tahu air mata tidak membawa mereka kembali.
Ia sedang marah pada tuhan,
karena tuhan hilang dan pergi dari hidupnya.
Ia sedang marah,
pada matahari, awan, puisi, bintang bintang dan semua kata kata manis.
Tapi terutama, ia marah pada dunia.
Karena manjadi tenpat yang paling buruk yang pernah disinggahunya, dari Nebula ke Nebula.
Dalam lelah,
ia berdoa lagi,pada tuhan yang sedang ia benci.
"Gusti, kalau saja kau ada disini, nyuwun pangapunten sanget.."
"Hamba tidak berhak marah, karena hamba tahu, hambalah yang pergi.."
"Gusti, tolong terima aku lagi, dalam Pelukan Kasihmu, ing segara tresnamu.."
Dan ia, sedang menunggu jawab doanya...
turun ke kaki singgasana
dan menemukan cinta mati tercabik,
harga diri terbunuh,
dan kewarasan mati kelelahan
bertahan pada kayu yang hanyut,
di sisi sungai dunia.
Lalu berteriak pada tuhan,
kenapa diam?
kenapa diam?
dan kenapa hanya diam?
Ratu menangis, sedikit saja.
Karena tahu air mata tidak membawa mereka kembali.
Ia sedang marah pada tuhan,
karena tuhan hilang dan pergi dari hidupnya.
Ia sedang marah,
pada matahari, awan, puisi, bintang bintang dan semua kata kata manis.
Tapi terutama, ia marah pada dunia.
Karena manjadi tenpat yang paling buruk yang pernah disinggahunya, dari Nebula ke Nebula.
Dalam lelah,
ia berdoa lagi,pada tuhan yang sedang ia benci.
"Gusti, kalau saja kau ada disini, nyuwun pangapunten sanget.."
"Hamba tidak berhak marah, karena hamba tahu, hambalah yang pergi.."
"Gusti, tolong terima aku lagi, dalam Pelukan Kasihmu, ing segara tresnamu.."
Dan ia, sedang menunggu jawab doanya...
Selasa, 09 September 2008
Senin, 08 September 2008
Aku memilih.
Hancur di talimu.
Terbakar di apimu.
Layu di sudut matamu.
Karena sendiku tertawan manteramu.
Dan untuk saat ini,biar aku menangis sendiri sampai puas. Tak putus putus.
Karena aku tak kuasa menahanmu dalam relungku..
Terbakar di apimu.
Layu di sudut matamu.
Karena sendiku tertawan manteramu.
Dan untuk saat ini,biar aku menangis sendiri sampai puas. Tak putus putus.
Karena aku tak kuasa menahanmu dalam relungku..
Minggu, 07 September 2008
Mama,gatel gatel dan UGD.
Hihi. Gw lagi di mobil pas nulis ini.
Jadi beginih.
Hari ini,gw,mamah dan adek belanja baju lebaran. *halah* ya,g baju lebaran jg si,secara gw yang dibeli jeans ama kemeja kantor, ama polo shirt dan kemeja buat kuliah buat adek gw. Cm si mamah doang yang sukses beli 2 potong busana muslim..
Nah,pulang belanja si mamah dah ngedumel gatel gatel. Tadinya gw cuekin,soalnya gw ma si mama pny pnyakit gatel2 kalo lg kedinginan. Tapi,malem ini kita gak kedinginan. Dan gw jg ga kumat tuh.
Pas ganti baju, gw liat ko si mamah parah ya. Bentol merah merah segede pulau.. Astaga.
Akhirnya gw nelp temen yang lagi koass,yang nyaranin suntik aja di... UGD. Yap. Jam segini cm unit itu yang buka.
Mamah : UGD? CTM aja deh. Mama minum itu aja.
Gw : mah,bentolnya mama itu,gede2.. Gak mau tidur brg kalo gak disuntik.*iya,i sleep with my mum when i'm home,g usah ngehina*
Mamah : ....
Akhirnya kita ke UGD,berharap mengakhiri penderitaan bunda tersayang.
Tapi kok.
Hanjir beraaat.
Gw lg enak2 duduk ma smsan,tau tau ada orang nylonong,palanya berdarah darah. Gusti.
Kenapa gak sekalian aja korban mutilasi.
Gak brapa lama,tau tau korban kecelakaan yang masuk.
Asli,horor banget.
Akhirnya,mama dipanggil masuk ke semacam ruangan bertirai. Gw duduk di meja sebelah ruangan itu. Apparently,mama menolak,dengan tegas, buat disuntik.
Dokter Jaga : ibu.. Gatel gatel ko ke UGD?
Mama : itulah dok! Saya juga malu. Anak saya tu,ngotot aja supaya sy dsuntik.
DJ : jd,disuntik aja ya bu?
Mama : enggak!
Sumpah,gw cm bs ngikik berat dengerin si mama curhat ma dokter jaga ttg keengganannya bwt disuntik,di UGD pula.
Gw pikir juga si, emang kita juga yang rada parno.
Karena,enggak tau kenapa,bentol si mama kempes gt aja.
We went to Emergency Care Unit just to let my mum 'curhat' ke dokter jaga.
Jadi beginih.
Hari ini,gw,mamah dan adek belanja baju lebaran. *halah* ya,g baju lebaran jg si,secara gw yang dibeli jeans ama kemeja kantor, ama polo shirt dan kemeja buat kuliah buat adek gw. Cm si mamah doang yang sukses beli 2 potong busana muslim..
Nah,pulang belanja si mamah dah ngedumel gatel gatel. Tadinya gw cuekin,soalnya gw ma si mama pny pnyakit gatel2 kalo lg kedinginan. Tapi,malem ini kita gak kedinginan. Dan gw jg ga kumat tuh.
Pas ganti baju, gw liat ko si mamah parah ya. Bentol merah merah segede pulau.. Astaga.
Akhirnya gw nelp temen yang lagi koass,yang nyaranin suntik aja di... UGD. Yap. Jam segini cm unit itu yang buka.
Mamah : UGD? CTM aja deh. Mama minum itu aja.
Gw : mah,bentolnya mama itu,gede2.. Gak mau tidur brg kalo gak disuntik.*iya,i sleep with my mum when i'm home,g usah ngehina*
Mamah : ....
Akhirnya kita ke UGD,berharap mengakhiri penderitaan bunda tersayang.
Tapi kok.
Hanjir beraaat.
Gw lg enak2 duduk ma smsan,tau tau ada orang nylonong,palanya berdarah darah. Gusti.
Kenapa gak sekalian aja korban mutilasi.
Gak brapa lama,tau tau korban kecelakaan yang masuk.
Asli,horor banget.
Akhirnya,mama dipanggil masuk ke semacam ruangan bertirai. Gw duduk di meja sebelah ruangan itu. Apparently,mama menolak,dengan tegas, buat disuntik.
Dokter Jaga : ibu.. Gatel gatel ko ke UGD?
Mama : itulah dok! Saya juga malu. Anak saya tu,ngotot aja supaya sy dsuntik.
DJ : jd,disuntik aja ya bu?
Mama : enggak!
Sumpah,gw cm bs ngikik berat dengerin si mama curhat ma dokter jaga ttg keengganannya bwt disuntik,di UGD pula.
Gw pikir juga si, emang kita juga yang rada parno.
Karena,enggak tau kenapa,bentol si mama kempes gt aja.
We went to Emergency Care Unit just to let my mum 'curhat' ke dokter jaga.
Jumat, 05 September 2008
Lima belas ribu perak
Hooray! Hari Jumat akhirnya tiba jugaaa.. I post this while i'm on the bus to Malang, 15.000 AC patas,dan g kyk biasanya,hari ini lancar jaya perjalanan..
Aside from the fact that guy beside me sings pretty loudly all the way. Geez. Apa muka gw kurang judes ya ngeliatin dia tadi. I should try again.
Hari ini mood gw,kata adhitya mulya 'mojo', udah balik lagi. Dan ini makin nguatin teori gw kalo mood bisa diatur. Heheheh.
Tau gak si, udah hari ke..5 ya? Hari ke5 puasa,dan gw belum dpt feelnya bulan Ramadhan sama sekali. Gw tarawih malam pertama,ikut saur,and got my period one hour later. Nice.
Di ruangan kantor gw,ada 5 orang cewek,4 orang have their period at the same time.
Kacrut deh,yang laen puasa,kita di ruangan nyetokin Happytos. Delivery KFC. Kinder Bueno. Dutch Mill. Jeruk. Apel. Pisang. Bawa bekal dari rumah.
Makan makan melulu.
*sigh*
sumpah deh,ngantor hari ini berasa piknik. Rame rame nonton DVD ama ngemil Happytos. tidur. Ngenet. Gustii..
Oh,dan cela celaan. Gw itu,paling ahli narsis di kantor,sekaligus tukang nyela paling ulung. Yang jadi bahan celaan biasanya adek gw si Adit dan Mbak Rika,yang kalo dicela cm bisa ngomong 'Dasar..'
tapi akhir akhir ini gw ma Adit rada jauh,gw keseringan maen ma Dinyot,dan Adit kalo malem kuliah ekstensi S1. Trus,tiba2 aja dia juga jadi jago nyela. Apa harus S1 dulu supaya jago nyela ya?
Eniwei,gw tadi dicela. Dibantai. Dikatain jelek lagi. Huh.
But all the teasing and the laughing part turn out to be the elixir for my mood..
And here i am,smiling and writing,though the future is hazy..
I love my life,i love this 15000 journey..
Aside from the fact that guy beside me sings pretty loudly all the way. Geez. Apa muka gw kurang judes ya ngeliatin dia tadi. I should try again.
Hari ini mood gw,kata adhitya mulya 'mojo', udah balik lagi. Dan ini makin nguatin teori gw kalo mood bisa diatur. Heheheh.
Tau gak si, udah hari ke..5 ya? Hari ke5 puasa,dan gw belum dpt feelnya bulan Ramadhan sama sekali. Gw tarawih malam pertama,ikut saur,and got my period one hour later. Nice.
Di ruangan kantor gw,ada 5 orang cewek,4 orang have their period at the same time.
Kacrut deh,yang laen puasa,kita di ruangan nyetokin Happytos. Delivery KFC. Kinder Bueno. Dutch Mill. Jeruk. Apel. Pisang. Bawa bekal dari rumah.
Makan makan melulu.
*sigh*
sumpah deh,ngantor hari ini berasa piknik. Rame rame nonton DVD ama ngemil Happytos. tidur. Ngenet. Gustii..
Oh,dan cela celaan. Gw itu,paling ahli narsis di kantor,sekaligus tukang nyela paling ulung. Yang jadi bahan celaan biasanya adek gw si Adit dan Mbak Rika,yang kalo dicela cm bisa ngomong 'Dasar..'
tapi akhir akhir ini gw ma Adit rada jauh,gw keseringan maen ma Dinyot,dan Adit kalo malem kuliah ekstensi S1. Trus,tiba2 aja dia juga jadi jago nyela. Apa harus S1 dulu supaya jago nyela ya?
Eniwei,gw tadi dicela. Dibantai. Dikatain jelek lagi. Huh.
But all the teasing and the laughing part turn out to be the elixir for my mood..
And here i am,smiling and writing,though the future is hazy..
I love my life,i love this 15000 journey..
Kadang.
Kadang,kesendirian itu terasa begitu nyaman,ya.
Seperti tidur seharian di kamar yang berantakan,and no one shouts u to clean it up.
Seorang temen pernah ngom ma gw, when u ask urself,am i okay? U already aren't. Because okay people doesnt ask that. They just live it.
Belakangan ini,gw mulai brtanya am i okay?
Padahal di kantor jg lumayan sibuk. Lumayan sering maen,ngob ma temen, curhat, masih sering ketawa.
Then why do i ask my self?
Dua malam berturut turut,gw jalan sendirian.
Naek taksi ke TP,jalan, terus pulang. Sebenernya gw cm mu ngeklirin pala yang mumet. Jalan,jalan,jalan dan ngeliat orang.
Karena esensi dari suatu perjalanan bukanlah tujuan akhir,tapi apa yang kita jalani. Okay,lu punya tujuan,tapi kan dalam perjalanan kesana,u have so much distraction,u might change..
Makanya gw prefer jalan sampe capek sampe nemu tujuan.
Sendirian. G terpengaruh orang.
Sekalian jg si,nyari sneaker. :D
girls,easily distracted.
Ah gw jadi bingung mu posting apa. Puisi aja deh. *uhuk*
dan kesendirian itu seperti sweater,
yang kupakai di hari dingin hujan,dalam kamar.
Memeluk dengan aman.
Untuk kemudian dilepas,dan dsimpan dalam lemari.
Tapi hari hari ini hujan turun melulu.
Dingin dan berangin,
i need my sweater.
I put them on,
nyamannya masih berasa.
Dalam kamar,dengan sweater.
Diluar biarlah badai menggila,aku aman dalam hatiku.
Seperti tidur seharian di kamar yang berantakan,and no one shouts u to clean it up.
Seorang temen pernah ngom ma gw, when u ask urself,am i okay? U already aren't. Because okay people doesnt ask that. They just live it.
Belakangan ini,gw mulai brtanya am i okay?
Padahal di kantor jg lumayan sibuk. Lumayan sering maen,ngob ma temen, curhat, masih sering ketawa.
Then why do i ask my self?
Dua malam berturut turut,gw jalan sendirian.
Naek taksi ke TP,jalan, terus pulang. Sebenernya gw cm mu ngeklirin pala yang mumet. Jalan,jalan,jalan dan ngeliat orang.
Karena esensi dari suatu perjalanan bukanlah tujuan akhir,tapi apa yang kita jalani. Okay,lu punya tujuan,tapi kan dalam perjalanan kesana,u have so much distraction,u might change..
Makanya gw prefer jalan sampe capek sampe nemu tujuan.
Sendirian. G terpengaruh orang.
Sekalian jg si,nyari sneaker. :D
girls,easily distracted.
Ah gw jadi bingung mu posting apa. Puisi aja deh. *uhuk*
dan kesendirian itu seperti sweater,
yang kupakai di hari dingin hujan,dalam kamar.
Memeluk dengan aman.
Untuk kemudian dilepas,dan dsimpan dalam lemari.
Tapi hari hari ini hujan turun melulu.
Dingin dan berangin,
i need my sweater.
I put them on,
nyamannya masih berasa.
Dalam kamar,dengan sweater.
Diluar biarlah badai menggila,aku aman dalam hatiku.
Langganan:
Postingan (Atom)