Kamis, 18 September 2008

Sekedar.

Maka,
ijinkan aku untuk.
Sekedar singgah di tepi hatimu yang dalam,
hanya untuk
mengetahui bahwa aku tak dapat menjangkau.
Bahkan tepinya.

Kau mencari dia,
dengan singgah di relungku.
Untuk sekedar,
menancapkan luka di borok terbuka.

Maka,
ijinkan aku,
untuk menjadi bodoh.
Sebentar saja.
Karena,kita tertakdir untuk berpisah..

Kau gelasan aku layangan.
Tahanlah aku hanya sebentar,
karena langit telah menungguku,
untuk memelukku selamanya..

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Nice
NiceNice
Nice
Nice
Nice

Bagus banget Vi..

Anonim mengatakan...

Kok melow melow terus to Mbak?!

Ayo dunk, semangat!!

GAMBATTE!!

sonny mengatakan...

yah, harus ku akui
kamu menulis puisi lebih baik drpd aku

Vio mengatakan...

hehehe..
@pemuda biasa: makasiii..
@Nur: ga tau nih nur, good poetry always comes out at the hardest time.. hehehe..
@ Sonny: enggak lah mas, cuma curahan hati aja kok..