Baru saja,
turun ke kaki singgasana
dan menemukan cinta mati tercabik,
harga diri terbunuh,
dan kewarasan mati kelelahan
bertahan pada kayu yang hanyut,
di sisi sungai dunia.
Lalu berteriak pada tuhan,
kenapa diam?
kenapa diam?
dan kenapa hanya diam?
Ratu menangis, sedikit saja.
Karena tahu air mata tidak membawa mereka kembali.
Ia sedang marah pada tuhan,
karena tuhan hilang dan pergi dari hidupnya.
Ia sedang marah,
pada matahari, awan, puisi, bintang bintang dan semua kata kata manis.
Tapi terutama, ia marah pada dunia.
Karena manjadi tenpat yang paling buruk yang pernah disinggahunya, dari Nebula ke Nebula.
Dalam lelah,
ia berdoa lagi,pada tuhan yang sedang ia benci.
"Gusti, kalau saja kau ada disini, nyuwun pangapunten sanget.."
"Hamba tidak berhak marah, karena hamba tahu, hambalah yang pergi.."
"Gusti, tolong terima aku lagi, dalam Pelukan Kasihmu, ing segara tresnamu.."
Dan ia, sedang menunggu jawab doanya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar