Senin, 08 September 2008

Aku memilih.

Hancur di talimu.
Terbakar di apimu.
Layu di sudut matamu.

Karena sendiku tertawan manteramu.

Dan untuk saat ini,biar aku menangis sendiri sampai puas. Tak putus putus.
Karena aku tak kuasa menahanmu dalam relungku..

Tidak ada komentar: