Senin, 16 November 2009

Karam

Cinta adalah anomali

Yang liar,lompat kesana kemari.

Ia merobek-robek hatiku,seperti sepotong roti.

Ia bilang,ia melengkapi aku.

Tapi aku tau ia berdusta.

Karena aku tak pernah sesepi ini.

Aku ingin menangkap cinta itu.

Mengikatnya di kursi,mungkin sedikit introgasi.

Seharusnya cinta dihukum mati….

5 komentar:

numb mengatakan...

ini pernah dibuat ya kayaknya? recycle.

Vio mengatakan...

Iya,makanya dikasi label repost. :-)

gerandis mengatakan...

napa sih vi...bukannya yg sekarang dah settle yak...napa lagi...

Anonim mengatakan...

katanya udah punya pacar, tapi koq sedih2 terus sih sayang?

Anonim mengatakan...

mau baca berkali2, tetep suka puisi ini.. ;)