Bukan seperti ini,
yang kurasakan,
saat mendengar lagu kita.
Saat singgah di tempat kita.
Saat mengingat tentang kita.
Karena, apa kita?
Ada aku, dan kamu.
Dan kamu pergi, bukan untuk sementara.
Kaukatakan padaku,
jika di dunia ini terkotak kotak, dan hanya ada kamu dan dia,
itulah bahagia buatmu.
Lalu aku tercekat, meraba raba, dimana tempatku?
Terbuang jauh ke seberang galaksi,
mungkin tergulung lenyap dalam hempasan badai,
sakit yang sama yang selalu timbul tenggelam,
bagimu, bagiku juga.
Sadarkah,
saat kaukatakan itu,
telah kauambil semua, semua yang jadi alasanku, untuk tetap bertahan, pada hati yang mungkin lara, mungkin duka, namun berdenyut, dalam komanya.
Satu. dua. tiga.
Saat itulah, hatiku mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar