Jumat, 24 Juli 2009

The Blackest Blasphemy

I have to live one,
one more day without you.

And that will be the blackest blasphemy of my life,
living the rest of my life,
without knowing how and why.

2 komentar:

gie mengatakan...

mmm... baru liat, ternyata bagus juga caramu menungkapkan perasaanmu vi, ngga se-straight yang kamu klaim tentang dirimu (ciahh...), buktinya, aku ngga gitu ngerti maksudnya apa (emang dasar aja oon..)

*maaf, ngaco, tapi emang bagus koq! ;)*

vio mengatakan...

Waah, ada mas gilang, hehehe..
Yah, kan semua punya sisi lain..^^