Pagi dingin,setengah berkabut.
Rumput basah, dan nafas terhampar di udara seperti asap.
Di tengah hiruk dan pikuk, kau tidak tergesa, tak juga terjaga.
Hanya kesadaran akan eksistensi, berpijak pada bumi.
Menunggu, menunggu walaupun tahu, selamanya tak akan datang dirimu padaku.
Di bangku yang sama.
Menunggu flight sore Mandala 0385.
Setahun lepas ke belakang.
Bagaimana caramu menyelipkan memori memori keparat ini?
What a beautiful morning. And im choked by this sudden urge to start bumping at the nearest car.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar