Senin, 01 November 2010

Perasaan saya pagi ini.

Dulu banyak banyak saya berdoa supaya cepat bisa lupa sesorang, karena saya tahu mencintai tanpa balasan itu menyakitkan. Sekali. dua kali. Sakit hati jangan sampai datang lagi, amit amit jabang bayii.
Sampai menyadari akhir akhir ini bangun tanpa ada pikiran saya terpaut ke sesiapa. Seperti bangun dan sepi saja, begitu, Bangun tadi yang pertama terpikir adalah revisi skripsi. Baguslah, Vio.
Lalu saya menatap jendela yang tampias cahaya matahari banyak banyak. Cerah yang sudah lama sembunyi karena berhari hari Jakarta dikepung mendung. Dan saya merasa sedih. Saya rindu dicekam rindu yang membuat saya menggambar garis biru di pipi saya sendiri. Saya rindu hingar kelebat bayang seseorang yang ramai bersahut sahutan.
Semoga, perasaan ini adalah tanda kalau saya siap untuk sekali lagi merindukan seseorang sampai jauh malam. Amin.










4 komentar:

Re_Notxa mengatakan...

Tetep ya, galaunya...
Mending enjoy dulu aja apa-apa yg sekarang,neneng. Atau sekalian aja nikah ya, biar gak ada haru biru pagi-malam. Apalagi tiap hujan. Kok jd aku yg khawatir siiiih?! Hahaha...

Vio mengatakan...

Hahahahhaha.. +sigh+

+ngloyor+

+liat ujan+

yoan mengatakan...

aku... juga pengen ngerasain emosi yg kuat (lagi), entah itu jatuh cinta atau patah hati. akhir2 ini hidup terasa datar2 saja... *curcol di blog orang tanpa malu*

Vio mengatakan...

@Yoan : +TOSSS+ mungkin emang lagi buth adrenaline.. #alah