dan jika untung malang menghamparkan
aku dalam kuburan dangkal
ingatlah sebisamu segala yang baik
dan cintaku yang kekal.
Sepenggal paragraf itu adalah bagian dari puisi Chairil Anwar, saduran dari puisi John Conford yang berjudul " To Margot Heinneman".
Saya suka bagaimana dia berkata,
"ingatlah sebisamu segala yang baik dan cintaku yang kekal".
Itu menarik. Tapi, apakah kita bisa memilih seperti apa kita mengenang seseorang? bahkan dalam saduran ini pun, kata yang digunakan adalah "Ingatlah sebisamu". Sebisamu. Bukankah kata sebisamu adalah dorongan, usaha, sebisa kita? berarti kalo ga bisa... ga apa apa? :P
Salah satu hal yang paling susah dalam melupakan kenangan bersama seseorang adalah semua hal yang berhubungan dengan kenangan itu.Places. songs. Pictures.
Kenangan, IMO, bukan hal yang bisa dipilih dan dipanggil. Kenangan, adalah sedikit dari masa lalu yang melekat pada waktu lampaumu. Kalau indah, maka yang tersisa ya yang indah indah,kalau nggak, ya nikmati rasa sakitnya saat mengenang semua hal yang nggak enak dikenang.
Dalam beberapa hal, kenangan itu akan melekat selamanya, dan mungkin kita nggak bisa memilih apa emosi yang muncul saat kenangan itu muncul ke permukaan. Tapi, seperti kata Chairil Anwar, sebisamu. Sebisamu.
Dan aku, memilih mengenangmu dengan semua kebaikan yang kamu punya.
Bagaimana kamu mengajariku menjadi pribadi yang lebih, lebih baik dengan semua kata kata dan kalimatmu. Bagaimana kamu muncul dan menjadi pelangi yang muncul membuka hari. Kamu.
Dalam banyak hal, masih begitu banyak pertanyaan yang bermuara di dada, dan terkadang hal itu masih saja menyesakkan. Tapi, mungkin hal ini bukan untuk dimengerti. Kamu pergi, aku pergi, kita hanya sempat bersisian.
Kamu pernah ada, dan meskipun pada akhirnya kamu memilih pergi,
+acak acak rambut soalnya mellow lagi+
+tarik nafas+
+hembus nafas+
Semoga kita bisa sama sama lebih dewasa, dan aku tidak mau berakhir membencimu, karena aku tahu tidak ada yang layak dibenci dari kamu.
Aku ingin mengenangmu sebisamu, dengan semua kebaikan yang kamu punya...
Kamu berharga. :)
Kamu sangat berharga.
5 komentar:
owalah nduk nduk, kok rasane nelangsa ngono to yah?
aku sukaaa tulisan iniiii....
damn .... :'(
kita ini punya kasus yang sama ya ? *wonders*
Ini pertama kalinya aku tersenyum sepanjang tulisanmu, Vio...
Selamat bersahabat dengan perasaanmu, selamat berjuang melawan dirimu sendiri...
@Mbak Elvin : hahahah, masa sih mbak? :D
@Icha Kyaaaa makasih Chaaa.. :D
@Fenty : hihihihi, jangan jangan iya mbak..
@Natta : Awwwwwwwww. Maksi ttaaa..
Posting Komentar