Setiap manusia itu, mengalami perubahan. ga bisa manusia itu cuma statis, ga berubah. I feel sorry for those who do.
Kenapa? karena tiap hari kita belajar, kadang mengalami kemunduran, kadang kita mengalami kemajuan. Kadang rapot bagus banget, kadang rapot kita jelek banget.Tiap peristiwa, kadang kecil kadang gede itu bisa bawa efek, bisa membawa perubahan buat kita. Some scars, some smiles, some values. bener bener diinget dalam dalam. Dan itu baru bisa berarti kalo semua hal itu membawa kita jadi lebih baik.
Ada sebuah pemikiran yang bagus banget dari Oprah..
Kata hati, apapun yang kita lakukan, kalo it doesnt feel right, then dont do it.
Dan semakin kita alpa mendengarkannya, maka suaranya akan semakin pelan.
Saya? saya lupa, kapan terakhir kali saya mendengarkan kata hati saya. Bahkan saya juga tidak tahu, apakah yang saya tulis sekarang benar benar berasal dari kata hati saya. Bisa aja kan, saya menulis ini karena saya ingin orang berpersepsi bahwa saya adalah orang yang mendengarkan kata hati saya, padahal enggak?
I dont listen to my heart, i almost forget how. Saya takut, apa iya yang saya dengarkan ini kata hati saya? Apa iya? bukannya dia suara ego saya?
Tapi, apapun itu, saya percaya, ada bel yang berbunyi di dalam saya kalo saya melakukan hal yang salah. Ada sesuatu yang berteriak di dalam saya kalo saya tau yang saya lakukan itu ga bener.
Tapi, dalam masalah hubungan dengan orang lain, kita ga bisa maksain itu. Mau kata hati kamu teriak teriak minta kamu untuk selalu dekat dengan dia, atau ada bersamanya, you just cant push it if she/he doesnt wanna be with you. Berjuang? boleh. Tapi apa kita tahu, waktu yang tepat buat berhenti?
saya enggak tau, why am i rambling and writing this all. But i know that i need to write this, i want to write this.
Saya cuma merasa , saya gak tau mana yang benar mana yang salah saat ini, I did a lot of mistakes, dan untuk beberapa hal, saya enggak bisa ikhlas, karena sulit banget buat belajar ikhlas. Saya gak mau salah, tapi saya juga gak tau mesti gimana.
Apapun itu, kata temen saya, yang paling penting adalah lihat ke dalam diri kamu. Iya, saya banyaaaak banget bikin salah. AY-LOT. ^^
Mungkin suara hati saya udah bisu saking lamanya saya gak mendengarkan dia, sehingga saya sendiri bingung apa yang harus saya lakukan saat ini. Berjuang? sampai mana? sampai kapan? Diam? tapi saya merasa perlu bergerak. Saya merasa, saya ada benarnya.
Dalam islam, bentuk usaha itu terdiri dari tiga tingkat.
1. Berusaha sekeras mungkin
2. Berdoa.
3. Pasrah.
Saya gak tau udah sampe di step mana. Kalo mau berusaha, tapi kalo usaha yang kamu lakukan mental dan gak ada jalan untuk berusaha lagi, apa iya kamu bisa meneruskan usaha itu?
Berdoa, ini insyaallah juga dilakukan. Pasrah? haruskan saya diam dan pasrah sekarang?
Apapun itu, gimanapun hasilnya, saya cuma bisa berharap, saya yang sekarang bisa menghadapi semuanya dengan chin up, karena apapun yang terjadi, itu sudah ginaris, tinggal gimana kita mengahadapi dengan ikhlas, saya juga masih belajar buat itu. :)
Terakhir, saya mau mengutip quote bagus dari Paulo Coelho.
When each day is the same as the next, it’s because people fail to recognize the good things that happen in their lives every day that sun rises.
Duh gusti, saya tidak berdoa minta yang bagus bagus terjadi dalam kehidupan saya, Matur nuwun sanget kalau itu terjadi. Tapi saya minta agar diberi sikap positif dan keikhlasan supaya termasuk dalam golongan orang yang bisa bersyukur, apapun itu. Bisa mencari semua hal yang positif dari apapun yang terjadi. That would be enough. :)
Semangaaaaat!!!!
1 komentar:
love this article!
:D
keep writing ya Vio..!
Posting Komentar