Berargumen dengan dasar agama, ingatlah, bahwa semua yang anda katakan, anda tulis, dicatat.
Teman baik saya berkata, kalo mau ngomong ngaca dulu, udah ngerasa bersih? karena itu, ketika yang lain pada bingung, kesel, sakit hati dengan fitnah dan semacamnya, dia tetap cuek. emang bener si, sikapnya juga masuk akal. Tapi kalo ada yang salah kan sebisa kita wajib mengingatkan, ya ga si?
Mungkin juga si, sikap "ingin" bicara itu adalah bagian dari emosi, dari "ketidak mau kalahan" manusia. Moga moga kita ga termasuk di dalamnya.. +ngetok meja 3 kali+.
Kalo misalnya kita ga merasa benar benar yakin atas apa yang kita sampaikan, dan ingin menghindari konflik..
silence is better than cheap talking. Or else, talking shit.
Yang sabar temen temenku, udah ada yang menilai di atas. :)
2 komentar:
Saya lebih milih diam,vi. Entah kenapa, saya lebih nyaman kalu ada di situasi diatas. Di fitnah atu mungkin "ditindas" beribu kata oleh orang lain. Mungkin karena sering merasa begitu, diam dan menyimak orang lain, setidaknya ada kalanya waktu kedepan yang membalikkan (hmm, maksudnya tidak mengamini sesuatu yg buruk terjadi pd orang lain) nya.
Mulut ini, salah satu alasan kuat kita untuk masuk neraka, menghambat diri ke surga.
Semangat....!!
tapi susah vi...susah buat nahan diri buat gak defend...
Posting Komentar