Selasa, 21 Desember 2010

Setengah.


Rintik perlahan melunturkan nama cinta diatas kartu nama, tintanya biru meluruhi luka.
Lukaku.
Ada yang getir, hati yang berpaling pada tikungan komitmen.
Kamu, aku, sama terbawa rasa tentang janji yang menyerpih dilindas jarak.
Padam pada asa yang kian lama suram mengelam.
Hujan pada bahu kita, airmata di pipi kita, payung yang sama menaungi kita.
Kita, tersenyum pada luka yang serupa.
Aku diam menantimu, kamu diam menantinya.


Sore itu, kamu diam di sampingku, bercerita tentang namanya yang tinggal lama di teras hatimu.
Ada pendar yang datang pada tangan kita yang bersisian dalam ketidak sengajaan.
Aku merasakannya.
Menanti jurusan yang sama di halte, entah untuk keberapa kalinya.
Menjemput senyum paling pelangi.
Masihkan lelah hatimu memuai dalam penantian yang belum juga sampai pada nadirnya?
Aku menatapmu, lekat dalam titik air yang pecah di lintasan pipimu.
Kalau nanti janjinya lepas dari genggammu sekali lagi, mungkin akan terbit maumu untuk berpaling padaku.


Kamu masih terus bercerita dalam hujan yang kian lama kian kencang tangisnya.
Aku menyelipkan harap dalam bagasi hati yang kukemas sedari dulu.
Satu kata darimu,
dan aku berjanji akan membawamu lari dari penantian ini.
Mungkin cinta bukan sekedar rasa yang lama dan kita jaga,
tapi tentang pendar yang aku tahu, kamu juga rasa.
Bisakan kita tumbuhkan ia bersama?

Jalan masih panjang membentang, kalau saja tangan ini kausambut dalam pelukmu.





10 kata : @benzbara





5 komentar:

Re_Notxa mengatakan...

Akan ada untukmu. Seseorang yg menunggu di ujung doa mu,pasti. :)

Siapapun yg mampu menggugahmu, sobat. Pastikan dia pria yg tidak membuatmu menunggu lama. (Mencoba berpikir standar mbak Reti) :)

Alil mengatakan...

Duh Vio...
hari ini jangan ngarep dot kom dong honey...

cari yang laen...

Anonim mengatakan...

Hihihi, gw sepertinya kali ini akhirnya ngerti. *ribet amat komennya buuu* -ska-

Vio mengatakan...

Nganuuu.. beneran ini cuma bikiin.. ga ada tendensi apa apa atau kisah siapa siapaaaa..



krik krik krik...

Natta mengatakan...

ahh... masaaa???
**melipir