Jumat, 26 Februari 2010

Sebuah pertanyaan tentang pernikahan.

Pagi ini, ketika saya bangun, saya melihat sebentar halaman formspring saya.
Sebuah pertanyaan terbaru menggelitik batin saya.

Pernah ga, merasa takut bakal jadi perawan tua?

Sejujurnya, saya sedikit (banyak) tersentil dengan pertanyaan ini.
saya, memang baru (atau SUDAH) berusia 24 tahun, tepat Desember kemarin.
Dan usia segini, memang saya belum tahu, pantas dikategorikan sebagai tua atau belum dalam konteks pernikahan. Tapi, saya takut jadi perawan tua.
Sekarang, coba berdiri di posisi saya.
Saya kuliah di sebuah kampus kedinasan, dimana kami tidak perlu memikirkan masalah pekerjaan. Setelah tamat, yang perlu dipikirkan cuma penempatan di instansi apa, dimana.
Kebanyakan diantara kami, menikah dalam usia yang tergolong muda. 21,22,23.

Saya dulu kos di sebuah tempat, terdapat 8 orang penghuni..
Dan kami punya semacam piala kecil kecilan, you know, that marriage-cup-thingy?
Saat penghuni pertama menikah, masih terasa begitu lucu, seru. Saat itu, saya masih jalan dengan pacar saya saat kuliah. Pernikahan kedua, juga masih seru. Pernikahan ketiga? Sama, saya masih merasa fine fine aja.

Saya ada dalam posisi dimana meskipun saat itu saya dan seseorang itu berjauhan, saya sangat yakin, dialah yang bakal jadi suami saya.
Mungkin, terasa aneh. Saya sempat dekat dengan orang lain, dia juga dekat dengan orang lain, but we both promised that this, is going to be marriage.
Apa saya salah, kalau saya bersandar pada satu benang yang ternyata lebih tipis dari rambut dibelah tujuh itu? apa saya salah kalau saya percaya, dengan dialah saya akan menghabiskan hidup saya nantinya?

Dan semua rencana itu, batal.

And all of sudden, this marriage thingy became so irritating. Apalagi, saya juga dengar setelah itu dia berpacaran dengan seorang cewe dan langsung mengajaknya menikah.
Saya sempat mengalami fase takut jadi perawan tua. Ngerasa dibuang, disia siakan, dan takut tidak akan ada yang menerima saya.
Dan di sekeliling saya, semua sudah menggandeng pasangan masing masing. Pun, si mama sudah sangat semangat mendorong dorong saya untuk segera menikah. Sejujurnya, saat itu saya sempat bertindak tanpa dilandasi logika. I was about to jump into anybody. Literally.

Berbulan bulan, saya mencoba menyembuhkan diri dengan cara yang salah, saya memaksa diri saya untuk bisa sepenuhnya menyayangi orang lain. Dan saat itu, saya sempat merasakan sesuatu. But the time was not right, kalau diibaratkan, saat itu saya mencoba melukis diatas kanvas robek. i hurt him, and by trying so hard to be in love, i hurt myself.

Pernikahan seakan manjadi jawaban atas semua masalah dan perasaan saya. Saya berharap, dengan menikah, maybe i'll be just fine.
Bodoh ya? iya.


Saya tanya lagi, saat ini.. takutkah saya jadi perawan tua? YA IYALAH. that is one insensitive question, you know.
Mati matian saya mencoba lupa.. that i was that close, trying to be so cool about this marriage thingy, bahkan meskipun semua wanita di sekeliling saya a)sudah menikah b)sudah menikah dan punya anak c) akan menikah dalam waktu dekat d)sudah bertunangan
Saat ini, tinggal tiga orang dari penghuni kosan kami yang belum menikah. Satu diantaranya SEGERA menikah juga.


Jadi gini ya, kadang pertanyaan yang sangat lucu dan bercanda pun, kalau dilontarkan pada saat yang GAK TEPAAATT dengan tone dan diksi yang salah...
sungguh sangat bisa membuat hari saya yang (supposed to be) indah rusak.
Saat ini, saya baru ajaaaa ngejalanin suatu hubungan, dan saya gak mau masalah ketakutan2 gak beralasan ini harus ada dan muncul, saya gak mau jadi orang yang jump-into marriage karena masalah TAKUT JADI PERAWAN TUA dan PARENT PRESSURE ataupun apalah itu namanya.

Udah cukup banyak apa yang saya pikirkan dan saya rasakan untuk kemudian sesorang yang tidak mengenal saya dengan baik harus melontarkan sebuah pertanyaan insensitive seperti itu.

4 komentar:

Jengskaa mengatakan...

boong kalo bilang gw tau gimana rasanya, jadi gw cuma mau bilang....



HARAMKAN FORMSPRIIING!!!


cheer up baby!

TranSumatra mengatakan...

Terus pertanyaan saya yg dielus medi ko ga djawab?
*ngumpet

Vio mengatakan...

@Mba Ska : +sighing+ iya.. gw juga jadi males ngejawabinnya, higs.

@Selasasore : +kejar pake lembing+

Ariza mengatakan...

25th-y.o this year, merencanakan 2010 sebagai tahun untuk membicarakan arah relationship yang serius, but, just broke up.

dan aku jg mencoba dengan sangat keras untuk gak menikah karena takut jadi perawan tua dan desakan lingkungan, just like you do.