Di sudut gelap kamu berdiri,
menjajakan vagina imitasi.
Sekeping, dua keping,
melacurkan hati dan nurani.
Dan aku terpekur.
Apakah air matamu imitasi juga?
Apakah hatimu lembut hati wanita?
Apakah cintamu murni, dan pada siapa?
Apa siapa,
aku tak hendak menghakimi.
Kalian cantik, sungguh cantik.
Aku hanya kebetulan sedih saja.
Mungkin,
tidak ada sangkut pautnya dengan kalian.
Mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar