Kamis, 29 Januari 2009

Kue apem, daun pisang, dan tanah becek.

Si kecil penjaja kue apem,
berteriak teriak mengusik pintu hatiku.
Menjajakan apem, menjual cerita, sekeping duka,
yang tersembunyi di balik senyum lucunya.

Hujan turun,dan berpayung daun pisang dia berlari,
menembusi pekarangan becek berlumpur.
Masih kekeuh dengan apem dan kue kue entah apa namanya.

Kecil,
kue apemmu itu, dan teriakanmu itu,
kaki mungilmu yang berlari menembusi jalan dan tanah becek itu..
Kenapa aku selalu merasa kamu datang pada serambi hatiku?

Dan siang ini Jakarta sungguh panas,
aku merindukan sosokmu yang selalu datang tiap hari..
Menembusi terik nuraniku dengan sejuk senyum dan perjuanganmu.

Apa kabarmu, lelaki kecilku..

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Duwh, jadi inget anak kecil yang jualan kacang di pom bensin deket rumah.. Anak yang harusnya masih sekolah, masih bermain, masih lugu dan polos.. :(
Life's hard.. And sometimes isnt fair..


-yeah i'm wearin pink, so what ??-