Sabtu, 03 Januari 2009

Jantung

Dorsal. Ventral. Lateral.
Kubuka sedikit kulitmu,
dengan pisau pembuka surat.
Perak, dua puluh senti, berkilau. Tajam.

Maaf sebentar,
kututup mukamu dengan bantal,karena aku muak melihatnya.

Gelenyar, lembut dan mengundang,
jantungmu berdetak.
Sedetik aku terpana.
Begitu hidup dan indah,
kenapa tidak hitam seperti bayanganku?

Ternyata,kamu manusia juga.
Lalu,kenapa sekejam ini?

3 komentar:

Anonim mengatakan...

hm.. ga menyangka juga yah ternyata manusia sekejam itu, jantungnya begitu hidup dan indah..

Anonim mengatakan...

Keren bgt c puisinx jeung..

Vio mengatakan...

@penunggu subuh : iya.. Sejahat jahat orang,mereka manusia juga..
@PNS : hehehe. Makasi Id..