Masih ada namamu,
di password passwordku,di sela buku tulisku,dan dari bibirku.
Masih ada namamu,
di sela obrolan sore sore bersamanya.
Masih ada wangimu,tertinggal dalam lemariku,menguar dari hitam abstrak ukuran M. Aku menyimpannya.
Masih ada jelas hangatmu,di sela neuron,berenang dalam sel,dan memenuhi alveoliku.
Masih ada jejakmu,yang tak lagi searah denganku.
Kutatap saja.
Masih ada jelas semua tentang dirimu. Aku hanya tidak lagi bergantung padanya.
Masih ada ucapanmu terngiang selamat tinggal.
Tapi tak ada lagi kata kita dan kepastian.
Malam ini,aku jalan sendirian di jalan kekuatan.
Aku kecewa.
2 komentar:
kecewa kenapa dik?
sini sama ooom?
hmm...
ni tulisan sadis bgt...
pasti nguras emosi bgt nulisnya...
kayanya gw ga bakal bs deh bikin tulisan se dalem ini
Posting Komentar