When somebody says.. that adolescence means less fun..
Right now? i'd say yes.
*mendengar celetukan dan cemoohan tanda tidak setuju*
Okay, okay, please, go easy on me, people.
Kenapa saya bilang begitu?? Karena tiap tindakan kita saat ini memiliki tanggung jawab, tiap aksi akan mengundang reaksi. Dan semakin bertambah umur dan kedewasaan kita, semakin kita tahu bahwa dalam tiap langkah kehidupan yang kita ambil, ada hal kecil bernama kedewasaan yang lambat laun masuk memasuki hidup kita, dan pelan mengambil alih hal kecil bernama keacuhan.
See, you cant no longer running in the park without people staring at you.
You cant no longer wearing underwear only without people claimng you as perv.
You cant no longer dancing in the rain (well, yes you still can, actually.. ^^)..
Dan masalah. Saya ga tau darimana datangnya masalah masalah ini. But they came and yes, indeed, they took my fun away. Ada kalanya saat saya bersama teman2 terbaik saya, saya harus membiarkan masalah masalah itu mengambil sedikit space dalam hati dan otak saya. Where did they come from? and why am i bothering myself thinking of them? Since when?
Dan yang menarik.. hal yang dahulu terasa jadi masalah yang beratttt banget, saat ini begitu ingin saya tertawakan. I did remember, when i was 5 or 6. Saya batal pergi ke Mall (cieh, mall.. Semacam pusat perbelanjaan gitulah) di Malang. Saya shock!! Saya marah! Saya kecewa berat.. Sesiangan itu saya sudah asyik memikirkan mau pake baju apa, mau ngapain aja, mau beli apa aja pake duit mama.. :P. Dan turun hujan. Dan batal. Lalu saya berteriak marah ke langit..
"Ya Allah... kenapa Kau turunkan hujaaan?? apa Kau tak ingin melihat aku pergi ke Mall??"
And i did crying hysterically.
Damn. Ternyata dari kecil pun saya sudah bakat jadi drama queen.
Saat ini, semua hal yang pernah begitu merisaukan saya di masa lalu, terasa begitu jauh. Ada masalah masalah yang jauh lebih berat, masalah masalah yang saat ini membebani saya, tapi Insyaallah, saya percaya ini adalah bagian dari apa yang digariskan..
Yang jelas, semakin bertambah umur (dan Insyaallah kedewasaan saya) rasanya seperti kita bisa melihat suatu masalah itu ga cuma dari sisi yang jeleknya saja..
Buat saya, masalah adalah sebuah tembok. When i was a little kid, i saw them as a tall, big, wide problem. Lalu saya tumbuh. Pelan pelan, tinggi saya sama dengan tembok itu. Still, i cant find why and how this wall is blocking my way. But then again, i find myself taller than this wall. Dan di balik tembok itu, i see a silverlining. Masih butuh usaha dan pasti saya juga bisa jatuh tiap saya memenjat tembok itu. The pain will felt the same. The bruises will still be there. Saya tumbuh, bukannya jadi kebal terhadap masalah. but one thing i learn, ga ada yang sia sia buat semua hal yang kita alami dan jalani. Tiap masalah beda dan tiap sakit yang kita rasakan itu benar benar mebuatmu jauh, jauh lebih kuat.
Jangan pernah berpikir masalah yang kita alami udah ngepol. Oh no, there will be more to come. But note this..
Whatever your problem is, itu semua akan berlalu. Tuhan ga ngasih masalah yang lebih besar dari kemampuan kita, dan Tuhan kasih masalah itu buat lihat gimana kita hadapin itu. and i'd confidently say.. Rugi kalo kita stuck dan whining pada satu masalah. Rugi kalo kita terus menerus bersusah hati.. Percayalah, happiness itu state of mind..
So, i'd say.. hey problem, come and get me.. But i wont go easy on you..
9 komentar:
Secara teknis,orang baik itu banyak melewati cobaan.Hanya saja,kita gakan pernah tau konsep apa yg Rabb gambarkan.Kesusahan kah? Atau sesuatu kebahagiaan yg menuntut kita lebih banyak bersyukur. Percaya deh,semua porsi hidup kita selalu baik di mata Nya. Dan berat ringan masalah itu tergantung bagaimana kita menghadapinya..
cudnt agree more on this!
belajar sabar lewat masalah besar...
belajar tawakal lewat masalah yang bebal..
---masalah itu ibarat seni, mbak..
--butuh persepsi untuk menghadapi..
-makanya butuh sering sering menghadapi biar ahli..
:)
@Nora : Insyaallah selalu diingat.. masalah ada bukan untuk diingat, tapi supaya kitas elalu ingat kepadaNya.. amiin.. :)+kirim peluk+
@Mba Ska : +peluuukk+ +peluk kaka juga+
@Okit : ^^ Bener banget sayaaangg.. belajar sabar, belajar tawakal apapun masalahnya... ^^ huhuhuhu.. +kirim peluk juga+
setuju banget.
kenapa sih tulisanmu selalu bagus, Vio? hihi..
adore it sooo much
@Nitya : huaaaa.. makasiih... ^^
like this
wah, nur belum dewasa. Masih ngambek kalo tiba2 ruangan kosong aku ditinggal sendirian makan siang ga ada yg ngajakin... :(
@Bang yaser : like you!!!!
@Nur : hehe, gapapa, semua manusia kan berproses nur.. ^^
Posting Komentar