Mari bercinta.
Pada musik yang bingar dan gerak yang riang, lalu dengan ritme dan pola tarimu kaukatakan lantang kebahagiaanmu. Koreo yang kau rangkai perlahan dalam diam saat sendirian.
Langkah ini adalah senyum, Ayunan tangan ini adalah tawa, dan tiap lirikan adalah jari tengah yang lantang kau acungkan pada semua orang yang pernah kau sakiti sekali dulu, dan diam-diam berharap kamu jatuh terjerembab.
Mari menghamba,
pada nada sedemikian rupa,
tiap nada adalah langkah yang diatur dengan rapi, tiap ritme adalah pijak yang dengan seksama kautata seperti arah bonsai dalam taman zen, walapun jiwamu aalah cabik dan tangismu lantang memukul dinding hatimu. Berdentang begitu kencang. Dan jiwamu terasa begitu pekak namun sekuatmu kau bendung suara itu. Sampai sunyi. sampai hilang.
Semua adalah pemirsa, dan tanpa kau sadari kau jadi pemain sendiri di panggung yang kau ciptakan pelan-pelan dalam imajimu. Semua adalah pemirsa, dan kau meyakini hal itu sepenuh jiwa, rasuk sedemikian rupa.
Maka hidupmu drama.
Maka suaramu adalah dialog dan tiap gerakmu adalah apa yang ingin kau sampaikan kepada mereka yang kau anggap melihat hidupmu. Menyaksikan hidupmu. Menunggu runtuh panggungmu.
Tidak semua paham dan mungkin lakonmu adalah pilihan. Karena siapa yang sudi melihat hitam jelaga pekat hidupmu, sedangkan semua bertaruh kau akan luruh.
Dan kau juga menunggu lelah, runtuh dindingmu, sampai batasmu.
4 komentar:
Ooo..ini hasil dari bengong siang tadi...
banyak salah ketik... #plaaakkk #salahfokus #bodo
Gelap merupakan warna dasar kehidupan dalam dunia 3 dimensi, namun menjadi terang adalah sebuah pilihan
._.
premisi..
Posting Komentar