Jumat, 17 April 2009

now..

Kadang kadang, gw pengen berhenti, bener bener berhenti. Stop thinking, stop doing anything, stop. Just totally stop.

There are times when u feel like you’re okay, really okay, dan saat ternyata kita sadari bahwa semua yang kita pijak adalah kerapuhan semata.. ice lake.. how do we getback?
Mempercayai sesuatu, menjalani hidup sebaik baiknya, untuk kemudian menemui yang namanya sakit, pahit, trus.. u just feel so tired. And wanna stop.
I dont know, bukankah semua manusia mengalami yang namanya cobaan? Dan bagaimana overcome cobaan itu kan yang menentukan nilainya sebagai manusia? I know. God, iya gw tau, kita harus berpaling pada yang punya kuasa. Easy to say.
Sejujurnya, saat ini gw lagi berpaling pada Green Day. Secondhand Serenade. The Fray. Linkin Park. I know. Iman gw lagi down banget. Gw sholat karena gw tau harus sholat.
Dan gw bingung. Ngrasa kayak mayat hdup kalo lagi sholat. Duh gusti, tolong hambamu ini. Kalo emang bisa, could you just kill the feeling inside?
Feel like im dying inside. Dying. Gw udah lupa gimana rasanya tenang, benar benar tenang. Mengingat rasanya bersama seseorang, diam, sharing the silence together yet still feel like having the best conversation ever.
Berada di dalam satu ruangan itu, mendengar nafas masing masing, kadang saling ngliat, senyum, untuk kemudian kembali diam. The only person that makes me believe all this long. Apa itu namanya? Nyaman, iya, nyaman. Sungguh gw merindukan masa masa itu.
Gw ga peduli mu dibilang cengeng atau berlarut larut atau apalah, im not okay, im not okay dan im really not okay. So why should i pretend like im okay while im not?
Saking gilanya, kadang gw sampe mikir, what can of pain that can overcome this? Even having an asthma couldnt make you forget. Cuma bisa diem dalam kamar, ngrasain, menikmati rasa sakit itu, menikmati tiap nyeri yang ditimbulkan dalam dada, tiap kita menarik nafas atau ngebuang nafas. Ngrasain air mata itu yang leleh tiba tiba tiap mengingat hal hal kecil yang jadi trigger. Endless coming of pain. Dan menanti, kapan bakal berakhir serangan serangan ini. Just to find your self awake in the morning dalam keadaan nangis (lagi) dan sakit. Tetep.
Menjalani hari harimu, dengan sempoyongan,tanpa kesadaran, Melakukan tanpa tahu kenapa, harus gimana, dan kemana. U just know that u have to do it. Or ull forget about living this life. Banyak banget yang sayang ma gw, dan banyak yang bakal kecewa kalo gw berhenti berusaha hidup. Tanpa mereka tau, bahawa buat bernafas dan berpikir pun, gw mati matian.


tapi bukankah, there will always be an answer for everything?

1 komentar:

Haris mengatakan...

hm... i know how u feel...

rasa nyaman yg cuma bisa dirasain when ur with that one person yg gak bisa dirasain saat bersama orang lain

but hey... that doesn't mean it's the armageddon

lu sendiri sadar klo banyak banget yg sayang sama lu, jadikan lah mereka alasan supaya lu tetep struggle and survive

apapun masalah yg lagi lu hadapin ...
ur not a little girl that's gonna stop walking just becoz u fell and bleed... go ahead and cry, but keep on walking

dan suatu saat akan ada orang yg datang dan membuat lu merasakan kenyamanan itu lagi, believe in that