Ini,ini kupinjamkan padamu.
Robek,robek saja hatiku.
Buraikan isinya di hadapanmu.
Lihatlah,lihatlah.
Apakah merah?
Biru?
Hitam?
Tak akan kautemu warna solid itu.
Karena dia lubang hitam,dengan spektrum warna tak bertepi.
Aku pun tengah terengah mencari asa,yang hilang entah di sudut mana.
Pancanaka,ya, pancanaka.
Hanya itu yang sanggup menembusi ari hatiku. Saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar