Malam ini,
hatiku mengendap dari belakang
dan
menusukku dengan kesempurnaan seorang pembunuh berdarah dingin,
lagi lagi
harus kuputuskan untuk tidak lagi mempercayai intuisi.
Kau tahu kenapa?
Karena seperti namanya,
ia adalah tidak pasti,
Nyawaku mungkin satu mungkin seribu,
adalah lara yang bicara tentang seberapa jauh,
aku dapat bertahan.
Beri aku,
sekali lagi.
1 komentar:
aku percaya pada intuisi, karena intuisi menjadi kompas dalam perjalananku agar tidak terjebak lagi lagi dan lagi.
sekedar berjalan tanpa tahu kemana dia akan pergi, seperti orang yg mati hati mati rasa.
Posting Komentar