Jumat, 22 Januari 2010

Menulis.

Beberapa hari ini, ada kegelisahan yang terus menerus bergolak dalam perutku,dada dan ulu hatiku. Seakan ada sesuatu yang menghentak hentak, memohon untuk dikeluarkan, menghirup dunia.
Aku rindu menulis, rindu serindu serindunya.

Aku rindu menulis kata kata yang mampu mengkomunikasikan suasana hati, setepat tepatnya, aku rindu bercerita sedetil detilnya tentang dunia yang terekam dalam otak dan hatiku. aku rindu menyentuh orang lain dengan cerita cerita itu, aku rindu menulis sejujur jujurnya.

Entah apa yang menjadi kabut dalam kepala ini, sehingga semua indra indra itu seakan tumpul dan menua, melayu pada keluhan keluhan, pada cacian, pada makian, dan entah pada apa lagi yang selama ini sekan terlalu sibuk kupikirkan, kujadikan beban.

Aku rindu menulis.
aku kangen.
Aku ingin menulis dengan jujur, sekali lagi.

Dan tentang inti yang selama ini kucari, Tuhan, ijinkan aku mencarinya sekali lagi.

3 komentar:

Arema mengatakan...

Tulisan ini udah jujur kan karena saya bisa ikut merasakan gejolak hati kamu yang pengin nulis dengan jujur... paduan kata-katanya ampuh sekali.

Re_Notxa mengatakan...

Iya iya...ini uda jujur kok,bu.
oke..? eko..?

Vio mengatakan...

@Arema : heheu.. makasih..

@Nora : +masi ngambek karena gak dikasi tau kalo di jakarta.. hahahah.. nora bagi ym dong..+