Bagiku, dunia adalah sebuah panggung ekstravaganza,
dan aku, serupa diva,
dengan topeng di tangan dan segelas sampanye,
menyapa sana sini hahahihi.
tiap dansa adalah pertanda,
satu lagi alasan untuk membuka pintu,
dan turun ke dunia,
melihat kristal bakarat, lusinan gelas berdenting,
dan sebuah sandiwara, sekali lagi.
Bila tiba malam bagiku,
akan kututup tirai,
menunggu,
udangan pesta berikutnya,
dalam kelam bertanya tanya,
apakah tiba saatku melepas topeng selamanya??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar