Sabtu, 24 April 2010

Kepada belahan hatiku.

Mencintaimu bukanlah sebuah sekedar perasaan anak belasan tahun yang ingin saling memeluk dan mencuri curi kesempatan untuk berciuman.
Mencintaimu bukan pula sebuah ketergesaan yang jatuh bagaikan puzzle, tepat lekat di tempatnya.

Mencintaimu, adalah sebuah pilihan.
Mencintaimu adalah sebuah pemikiran untuk menerimamu masuk dalam hidupku yang tidak sempurna, namun, sungguh ingin kubuat berarti dalam sisa detiknya.
Mencintaimu adalah manifestasi kehidupan yang kusadar dalam umur yang mungkin semakin senja.
Hidup tak selalu tentang apa yang kita inginkan, tapi kita butuhkan.
Dan mencintaimu, menerimamu dalam hidupku sesungguhnya adalah pilihanku.

Maka, mungkin aku tidak bisa memberikan kata-bunga-perhatian dan sebuah rona malu.
aku mencintaimu dalam kedewasaan dan kesadaranku,
memilihmu (insyaallah) dengan sepenuh hatiku, bahwa hidup adalah keras, hidup adalah singkat,
dan perasaan adalah hal yang mungkin terlalu diagung agungkan.
Dan membawamu, kedalam hidupku yang singkat untuk menjalaninya setepat tepatnya, sebener benarnya hakikat hidup.
Menyempurnakan setengah, dari apa yang mungkin seujung kukupun aku masih belum sanggup memahami.

Maukah kamu,
di sisiku untuk berjalan dan mensyukuri?
di sisiku untuk menopang dan bersabar?
di sisiku untuk bergandengan tangan dan saling mengingatkan?

Mencintaimu karena Dia,
adalah sebenar benar cinta.



5 komentar:

KAMPRET mengatakan...

i love it (^^,)

Vio mengatakan...

@ Mba Indah : me tooo... ^^

Anonim mengatakan...

uhmmm...speechless X_X

vio...kamu kesambet apa to ndok?#kalem
*ngabur sambil nyangking sendal*

Anonim mengatakan...

mbak, ijin copas ^-^

Vio mengatakan...

@Tyas : +sambit+

@nur : manngggaaaa...