Pacarku guru ngajiku
menyayangiku dalam omelnya saat tho' bertukar dho' dan tajwid tidak terbaca benar.
Pacarku dokterku
menyayangiku saat gigiku bengkak,asmaku kumat, maagku menggila,
dalam amarah khawatir, tepuk lembut di dahi,dan sms mengingatkan aku untuk makan dan minum obat.
Pacarku supirku
menyayangiku dalam macetnya Jakarta,
antara Gatsu Bintaro jam pulang kerja yang menggila.
Pacarku ayahku
mengingatkan tentang hidup, tujuan, dan perjuangan.
Menyayangiku dalam nasihat nasihat kecilnya.
Pacarku adikku juga.
Manja dengan mata coklatnya,
merajuk dengan bahasa rahasia.
Masih ada cemburu dan curiga juga.
Pada jalan yang kian terjal ini, janganlah pergi dan berubah.
Janganlah layu pada janji dan kata.
Tetaplah jadi pria..
2 komentar:
nice poems viooo, aku sukaa :)
@Cha : ^___^
Posting Komentar