Rabu, 07 Juli 2010

Gema.

Bahwa aku setengah ingkar, setengah menyangkal.
apa yang kurasa tentang apa yang mungkin kaurasa tentang aku,
adalah sebagian gema, ilusi, dan harapan kosong.
Karena kita bertemu dalam mimpi mimpi tak berbalas.
dan tuhan sedang mengujiku.
Maka kusembelih ayam cemani hitam sembari marah,
Gilakan aku.
Gilakan aku.

Dalam perih yang mendaging aku bernafas pelan pelan,
dan bulan masih saja sama berulang siklus pada bintang yang mendua.
Hidup setengah setengah.
Dan hatiku pelan menyusuri labirin, tersesat pada kabut kematian.
Hidup.

ah, hidup.
Bilakah aku bisa mati dalam hidupku.

3 komentar:

Unknown mengatakan...

bingung....
hehehehe

AzHis Jhie mengatakan...

Ini semacam puisi kah ??
aku suka. Bahasanya bagus, walaupun bingun kayak riesta...hehe

Vio mengatakan...

@Riesta : :P

@Azhis :yaaa, semacam itu sih, hehehe..