Sabtu, 30 Oktober 2010

On Twitter and words.

Gue percaya akan kekuatan kata kata. Lah iya, kata kata itu bisa jadi semuanya. Coba aja lo bilang ke seseorang yang baru putus dari pacarnya dan galau galaunya kalau dia emang jelek, ga pantes buat cowonya, dan dia cuma pecundang yang hidupnya sedih melulu (sumpah ini bukan gue) trus lo kasi silet ke tangannya dan lo bilang "Mati aja sono".
Apa yang bakal terjadi?
1. Dia bunuh diri
2. Dia bunuh lo trus bunuh diri.
3. Dia bunuh semua orang di sekitarnya sambil teriak teriak.
4. Dia nangis. Hilang harapan hidup. trus langsung ke Saritem jual diri. +astaghfirullah, amit amit+

The thing is, buat gue, kata kata itu bisa jadi kejam sekaligus bisa jadi penolong. Bukankah itu ajaib? apa yang kita ucapkan bisa menggerakkan hati orang lain. sesuatu yang kita tulis, kita nyanyikan, kita ucapkan adalah sesuatu yang BENAR BENAR didengar orang lain, dan menyentuh hati mereka?
Apakah kita akan memilih untuk mengatakan sesuatu yang ga enak didengar?

Uhm. gue nulis ini, karena sejujurnya, twitter has became sort of social bashing media, dimana saat satu orang berkata salah, semua menimpali dengan kejamnya, semua ikut ikutan apa yang lagi rame di twitter.
e.g, Kasus Renny Sutiyoso.
I dont see what the fuss is all about. Katanya, dia nge-RT masalah bokapnya yang disuruh jadi gubernur lagi. Dan dia ngetwit "Jakarta, same shit, different day. "
Semua orang muntab karena merasa dia ga pantas ngetwit itu. Lah? dia org Jakarta juga bukan? kena macet juga bukan? Not that i think people are allowed to curse di tengah macet ya, but come on, siapa si yang ga pengen cursing di tengah macetnya Jakarta yang siakek itu??
Masalah dia nge-RT beberapa org yg minta bapaknya buat ngejabat lg, emang kenapa kl dia bangga ama bapaknya?
Bapaknya mungkin salah, okelah, tapi apa ya pantas kita menyalahkan anaknya? Atas banjir dan macet yang kejadian di Jakarta?
Setelah itu, memang ada yang nyalahin twit dia yang becandain tentang becandaan Merapi. Okay, itu mungkin salah. Tapi sebelum itu, udah banyak yang bashing dia, bahkan ampe mocking physically..
Ya ya ya. Gue rasa orang udah pada hilang akal.
You tweet, you RT, dan semua follower lo langsung ikutan rame.



"Why hurt people who have never wronged you? " (Asmara Letizia @miund, 2010)









6 komentar:

Re_Notxa mengatakan...

Betul,kekuatan kata itu sama ampuhnya seperti obat. I do believe kalo melihat suatu masalah dari segala sisi itu memupuk pemikiran +. Kenapa org2 sibuk menyalahkan org pdhal byk yg harus mereka BENAHI PADA DIRI MEREKA SENDIRI. stop yell,mock(up) out loud for things we never knew. hargh... notxa. *keep on writing,sweety.

Vio mengatakan...

Akuuurrrr.. Kalo twitter panas terutama, emang mending diem.

Jengskaa mengatakan...

Eh baidewe semua cowok2 itu kalah hooot sama javier bardem.
Ayo mas aku rela trisam sama mbak cruz...

Vio mengatakan...

@Jengskaa : iki piye toh? ra nyambung komen-e.

Anonim mengatakan...

Waahh...
coba aku se-terkenal mbak Renny ya...
seneng deh banyak yang merhatiin...
fufufufufu

Vio mengatakan...

@Tta : yaudah, sana bikin sensasi di twitter biar di-bully.