kata itu menghancurkan serupa pedang dan menusuk seperti pecahan kaca.
mungkin perlu mungkin tak perlu tapi..
ada diantara entah aku entah kamu..
sepakat untuk akhir yang harus disepakati.
sakit? sudah pasti.
mari cabut durinya cepat saja.
tapi seperti yang sudah sudah akan kututup saja nganga ini dengan diam.
karena nasib berjalan sambil menggilas, hati kita dibawah kerikil kenangan.
kalau ada yang bertanya tentang kamu nanti, aku berharap bisa menjawab setulus makna..
Dia, yang pernah kusayang sepenuh hati.
2 komentar:
it will pass :)
merindu nyai satu ini...
Halo saya renotxa.
Posting Komentar