Ada yang muncul tiap kali aku membaca kisah kisah yang tertulis dari hati, menghamba sampai jemari.
Pada huruf huruf itu kutemu perih, kadang haru, kadang tawa, tapi selalu biru yang paling memukulku.
Tiap kisah adalah tautan yang diijinkan sampai untuk ke hati kita, memaksa dengan kurang ajarnya masuk ke hati, tidak jarang menekan mata kita sampai berarir mata, lalu memaksa aku diam dan berpikir....
Hati.
Begitu rapuhnya kamu, mata membaca, dan kamu yang terluka.
Telinga mendengar, kamu yang pecah oleh pekak tanpa suara.
Fisik yang lelah, kamu yang dengan peluh berkesah.
Bibir yang bicara, kamu pula yang sesak, cekat dihimpit sesal saat kata itu menampar orang lain.
Tuhan, jaga hatiku, jaga hatiku, jaga hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar