In the wasteland,dear baby,
i left the only thing i had for so long.
And sealed it under the glimpse of weary moonlight.
For you i had gone heel over head.
For you i had jumped into fire.
In the wasteland,dear baby,
i buried the soul in a graveyard of a longing soul searching the core of her unborn .
And those scavanger soul eater watching with their red ruby eyes.
For you i had bleed.
For you i had got through pain.
And in the wasteland,
i met you.
For you i did completely nothing.
For you i turned my back.
I said ive left,
but i dragged you miles away from utopian,
to this tear-masked wasteland and now,
if you have to go. If u feel like going..
Im completely fine.
There are things that remain the same, the place you will always come home to.
Selasa, 05 Januari 2010
bye bye black bird.
do you know, what i really need right now??
i need to runaway, feel free to call me chicken, coward, but i need to run.
This is just something i cant handle, and sometimes i myself wonder why do i put too much effort having a normal, normal life in fact that it's not.
I need a bottle of wine, maybe drunk will help me a little, and a perfect hideaway, maybe this beach with coral and sand and blue water under the blue-clear-cloudless sky. Then i'll make a hammock between this stable-tall-thick coconut tree and sleep beneath the pillows, potpurri and rose petals. Oh and then i'll start to read books, matbe two or three, i'll read those mind-fucking-twist book i used to read fast and i'll read them carefully, sheet by sheet, page by page to really understand what the fuss is all about.
Lonely, with nobody but myself and the windbreeze.
Hideaway, in a perfect heaven.
And then i'll die smiling.
i need to runaway, feel free to call me chicken, coward, but i need to run.
This is just something i cant handle, and sometimes i myself wonder why do i put too much effort having a normal, normal life in fact that it's not.
I need a bottle of wine, maybe drunk will help me a little, and a perfect hideaway, maybe this beach with coral and sand and blue water under the blue-clear-cloudless sky. Then i'll make a hammock between this stable-tall-thick coconut tree and sleep beneath the pillows, potpurri and rose petals. Oh and then i'll start to read books, matbe two or three, i'll read those mind-fucking-twist book i used to read fast and i'll read them carefully, sheet by sheet, page by page to really understand what the fuss is all about.
Lonely, with nobody but myself and the windbreeze.
Hideaway, in a perfect heaven.
And then i'll die smiling.
Saya capek menjadi cengeng.
Sebenernya, judul itu ga pas. Menjadi kan, artinya baru akan jadi, dalam proses.. yeah, u figured.
Tapi saya sudah cengeng sejak lama.
Lamaaaaaa.
And i need to quit.
Tapi saya sudah cengeng sejak lama.
Lamaaaaaa.
And i need to quit.
Minggu, 03 Januari 2010
Medi.
Mediku, medi saya,
bukanlah pacar yang romantis seperti Koko-nya Wulan, taupun si penyabar yang menuruti apapun kemauan saya seperti Mas Roni-nya Mbak ska.
Dia simple, sederhana, dan selalu membuat saya bertanya tanya,
gerangan apa yang membuatnya begitu sabar menghadapi saya??
saya tau batasnya, dia tidak suka diduakan, dia benci dibohongi.
Lakukan salah satu diantaranya, bisa dipastikan kami kandas di tengah jalan. Itu dari awal sudah dia pastikan, dengan kapital.
Tapi dia istimewa, dengan caranya sendiri.
dia sederhana, lurus, apa adanya, dan tidak neko neko. Tidak sekalipun.
Dia menerima saya, yang hancur hancuran, perfectly unperfect, labil, cengeng, dan depresif.
Mungkin kalau diibiratkan, saya ini tanaman merambat yang tigmonasti ya, dan dia tonggaknya. dibiarkannya saya tumbuh merayap kemana mana karena pada akhirnya selalu dia memenangkan balik hati saya. Saya. Tak berkutik.
Dan bagi saya, dia sempurna.
Dia cukup tega untuk menampar saya, cukup kuat untuk menegakkan bahu saya, cukup tegas untuk berkata tidak atas absurditas saya, cukup kejam untuk memaksa saya melihat fakta, daripada terus tenggelam dalam kesedihan.
Saya labil, dia rasional.
Saya depresif, dia optimis.
Saya bodoh, dia pintar.
Saya begitu seringnya tenggelam dalam suicidal mood, dia selalu menarik saya ke permukaan.
Dear ay, if you read this...
I love you, and i dont know how much it is,
But i need you more than i love you, i have to admit.
But love grows, and i do hope that you will always be there for every bitter pain, every laugh and every story in my life.
Maaf, lebih sering aku bikin kamu sedih daripada kamu seneng...
^^
bukanlah pacar yang romantis seperti Koko-nya Wulan, taupun si penyabar yang menuruti apapun kemauan saya seperti Mas Roni-nya Mbak ska.
Dia simple, sederhana, dan selalu membuat saya bertanya tanya,
gerangan apa yang membuatnya begitu sabar menghadapi saya??
saya tau batasnya, dia tidak suka diduakan, dia benci dibohongi.
Lakukan salah satu diantaranya, bisa dipastikan kami kandas di tengah jalan. Itu dari awal sudah dia pastikan, dengan kapital.
Tapi dia istimewa, dengan caranya sendiri.
dia sederhana, lurus, apa adanya, dan tidak neko neko. Tidak sekalipun.
Dia menerima saya, yang hancur hancuran, perfectly unperfect, labil, cengeng, dan depresif.
Mungkin kalau diibiratkan, saya ini tanaman merambat yang tigmonasti ya, dan dia tonggaknya. dibiarkannya saya tumbuh merayap kemana mana karena pada akhirnya selalu dia memenangkan balik hati saya. Saya. Tak berkutik.
Dan bagi saya, dia sempurna.
Dia cukup tega untuk menampar saya, cukup kuat untuk menegakkan bahu saya, cukup tegas untuk berkata tidak atas absurditas saya, cukup kejam untuk memaksa saya melihat fakta, daripada terus tenggelam dalam kesedihan.
Saya labil, dia rasional.
Saya depresif, dia optimis.
Saya bodoh, dia pintar.
Saya begitu seringnya tenggelam dalam suicidal mood, dia selalu menarik saya ke permukaan.
Dear ay, if you read this...
I love you, and i dont know how much it is,
But i need you more than i love you, i have to admit.
But love grows, and i do hope that you will always be there for every bitter pain, every laugh and every story in my life.
Maaf, lebih sering aku bikin kamu sedih daripada kamu seneng...
^^
Topeng
Bagiku, dunia adalah sebuah panggung ekstravaganza,
dan aku, serupa diva,
dengan topeng di tangan dan segelas sampanye,
menyapa sana sini hahahihi.
tiap dansa adalah pertanda,
satu lagi alasan untuk membuka pintu,
dan turun ke dunia,
melihat kristal bakarat, lusinan gelas berdenting,
dan sebuah sandiwara, sekali lagi.
Bila tiba malam bagiku,
akan kututup tirai,
menunggu,
udangan pesta berikutnya,
dalam kelam bertanya tanya,
apakah tiba saatku melepas topeng selamanya??
dan aku, serupa diva,
dengan topeng di tangan dan segelas sampanye,
menyapa sana sini hahahihi.
tiap dansa adalah pertanda,
satu lagi alasan untuk membuka pintu,
dan turun ke dunia,
melihat kristal bakarat, lusinan gelas berdenting,
dan sebuah sandiwara, sekali lagi.
Bila tiba malam bagiku,
akan kututup tirai,
menunggu,
udangan pesta berikutnya,
dalam kelam bertanya tanya,
apakah tiba saatku melepas topeng selamanya??
Sabtu, 26 Desember 2009
Butuh koma.
Aku terlalu tergesa.
Berlari menyusuri lorong waktu.
Saat kemudian aku jatuh,terjegal dan sakit.
Lalu aku lanjut.
Tapi jalan ini,
terkadang begitu terjal dan memenatkan.
Ampuni aku Gusti,
tapi saat ini aku bertanya tanya,
gerangan apa yang membuatMu begitu konstan mengujiku?
Aku lelah.
Dan aku butuh koma, sebuah jeda.
Bukan titik, seperti apa yang pernah ingin kutulis sendiri.
Dalam kisah yang belum sampai klimaks dan happy ending.
Tuhan,aku butuh koma.
Dan maafkan aku untuk berani berani,
meminta kepadamu.
Aku. Takut tersandung dan tak sengaja menorehkan titik itu, sekali lagi.
Berlari menyusuri lorong waktu.
Saat kemudian aku jatuh,terjegal dan sakit.
Lalu aku lanjut.
Tapi jalan ini,
terkadang begitu terjal dan memenatkan.
Ampuni aku Gusti,
tapi saat ini aku bertanya tanya,
gerangan apa yang membuatMu begitu konstan mengujiku?
Aku lelah.
Dan aku butuh koma, sebuah jeda.
Bukan titik, seperti apa yang pernah ingin kutulis sendiri.
Dalam kisah yang belum sampai klimaks dan happy ending.
Tuhan,aku butuh koma.
Dan maafkan aku untuk berani berani,
meminta kepadamu.
Aku. Takut tersandung dan tak sengaja menorehkan titik itu, sekali lagi.
Kamis, 24 Desember 2009
Ada seribu alasan.
Untuk beranjak pergi dan melupakanmu.
Untuk berlari dan berlalu.
Untuk melaju dan tak kembali lagi.
Untuk benar benar pergi.
Tapi,diatas semua itu.
Ada satu alasan,
kenapa,aku memilihmu untuk benar benar tinggal dalam ruang terdalam.
Dan membiarkanmu pelan pelan mengganggu malam malamku,
dengan sakit yang kadang tak terperi.
Dengan isak tanpa suara,
dan garis air mata,pagi pagi.
Dengan mimpi mimpi buruk tak berkesudahan.
Dengan sebuah kenyataan,
bahwa..
Hidupku tak akan sama,tak akan pernah sama lagi.
Karena,sungguh teramat sangat aku jauh..
Jatuh padamu.
Untuk berlari dan berlalu.
Untuk melaju dan tak kembali lagi.
Untuk benar benar pergi.
Tapi,diatas semua itu.
Ada satu alasan,
kenapa,aku memilihmu untuk benar benar tinggal dalam ruang terdalam.
Dan membiarkanmu pelan pelan mengganggu malam malamku,
dengan sakit yang kadang tak terperi.
Dengan isak tanpa suara,
dan garis air mata,pagi pagi.
Dengan mimpi mimpi buruk tak berkesudahan.
Dengan sebuah kenyataan,
bahwa..
Hidupku tak akan sama,tak akan pernah sama lagi.
Karena,sungguh teramat sangat aku jauh..
Jatuh padamu.
Selasa, 15 Desember 2009
Sirik
Gue sirik mampus.
IYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
KENAPA?? KENAPA SIKKK??
KENAPA HARUS TERJADI BERTUBI TUBI DAN BIKIN GUE MESTI MIKIR TERCENUNG TERCENTOK DANNNNNNNNNNNNNN.
Oh well.
Allah save the best for last. I love you, dear god. :-)
IYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
KENAPA?? KENAPA SIKKK??
KENAPA HARUS TERJADI BERTUBI TUBI DAN BIKIN GUE MESTI MIKIR TERCENUNG TERCENTOK DANNNNNNNNNNNNNN.
Oh well.
Allah save the best for last. I love you, dear god. :-)
Senin, 07 Desember 2009
These things wont last,and that is why..
When i see you,
i know that sooner you'll be gone.
These are little things that wont last forever,dear baby.
Our love, your love,mine.
And these words,they arent meant to be real.
And those miseries, promises, hugs,kisses stolen between hours,secrets.
You are closer that everyone i ever let in.
But like a needle, u got thru with unavoidable pain.
An injection.
Because everytime you touch me i know exactly..
This little space between your beating heart and mine..
Is everything.
And when the time is right,
you walk away out of my life..
Maybe ill surrender into faith and let u go in no time.
And that is, darling.
The only thing that's real.
Resurrection, foreordained fate,
painful,painful life.
i know that sooner you'll be gone.
These are little things that wont last forever,dear baby.
Our love, your love,mine.
And these words,they arent meant to be real.
And those miseries, promises, hugs,kisses stolen between hours,secrets.
You are closer that everyone i ever let in.
But like a needle, u got thru with unavoidable pain.
An injection.
Because everytime you touch me i know exactly..
This little space between your beating heart and mine..
Is everything.
And when the time is right,
you walk away out of my life..
Maybe ill surrender into faith and let u go in no time.
And that is, darling.
The only thing that's real.
Resurrection, foreordained fate,
painful,painful life.
Selasa, 01 Desember 2009
Ada kalanya
Aku ingin berdansa bersama hujan dan rembulan di tangan kanan,
menggila dalam musik alam tak bertuan.
Memelukmu jauh, jauh masuk ke dalam jiwaku,
agar bisa sedikit kubagi nada rahasia dalam labirin ini.
Lalu kamu akan mengerti,
bahwa sebuah perasaan kadang tak akan bisa tergambar dalam kata,
dan kamu akan berhenti bertanya.
Dan berdua,
kita akan saling memeluk dan menatap dalam dalam,
bertukar bahasa yang hanya kita tahu artinya.
Dalam sunyi.
menggila dalam musik alam tak bertuan.
Memelukmu jauh, jauh masuk ke dalam jiwaku,
agar bisa sedikit kubagi nada rahasia dalam labirin ini.
Lalu kamu akan mengerti,
bahwa sebuah perasaan kadang tak akan bisa tergambar dalam kata,
dan kamu akan berhenti bertanya.
Dan berdua,
kita akan saling memeluk dan menatap dalam dalam,
bertukar bahasa yang hanya kita tahu artinya.
Dalam sunyi.
Langganan:
Postingan (Atom)