Jumat, 13 April 2012

rasuk

dan aku berharap bisa mengenalmu, mencintaimu lebih tulus.

seperti tubuh tubuh lelah yang merebah di peraduan tanpa paksaan.

bukankah jatuh cinta, bahkan dari namanya adalah sebuah gravitasi, tarikan tanpa dapat dielakkan?

dan siapalah aku, sekedar manusia yang mungkin tak ad artinya, tanpa sebuah nama dan identitas di padang mahsyar maha besar.

Ini hanyalah sebuah misteri ilahi, dan otak serta hatiku hanya keping yang menjalani takdirnya sebagai bagian dari satu kesatuan maha raksasa. menjalankan tugasnya sebagai penggerak, angin yang mungkin jadi beliung kelak.

detik ini, aku mungkin terlalu bodoh memahami. Tapi satu hal kutahu pasti, jika Tuhan telah membuatmu jatuh hati, maka jatuhlah sampai tiba saatnya kamu benar benar harus pergi.

menyerah hanyalah sebuah reaksi purba tentang ketakutan akan hancur dan sakit lagi. Dan manusia, mahluk Tuhan yang paling sempurna, sungguh diciptakan dengan kapabilitas sempurna untuk hidup dan tetap berdiri meskipun... hati yang menjadi inti harus lebur tersakiti.

Tiap hati memiliki nyawa, dan ia bukan sekedar nyawa biasa. Hatimulah burung burung api, dari patah ia hidup dan mencinta lagi.

Tidak ada komentar: