Jumat, 31 Juli 2009

()

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Adiktif,sungguh adiktif.
Dengan efek menghancurkan, gila, halusinatif.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Aku mencarinya diam diam,dengan segenap daya dan upaya.
Bahkan meskipun aku tahu, itu bahaya bagiku.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Mengangkat angan tinggi tinggi,untuk jatuh lagi dalam sakit dan kenyataan bersahaja bahwa kita tak lagi bersama.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Dalam darah selamanya bayangmu rapi tertinggal.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Menciptakan dunia khayalku sendiri, dimana semua adalah bahagia palsu.

Merindukanmu seperti kecanduan narkoba.
Overdosis,dan aku akan mati.

Jumat, 24 Juli 2009

The Blackest Blasphemy

I have to live one,
one more day without you.

And that will be the blackest blasphemy of my life,
living the rest of my life,
without knowing how and why.

Rabu, 22 Juli 2009

Cerah

Mungkin kelam, mungkin hitam


Tapi selalu,
ada ruang untukmu singgah dalam hatiku,
dan kembali bercerita tentang semuanya.

Kau tahu pasti alamatnya.
Disana, kupastikan mendung berlalu, untukmu.

Selasa, 21 Juli 2009

Leftover

Fajar menjelang.
Buat kita,cinta adalah buta,
meraba,saling bergandeng,dan dalam gelap saling mengenal masing masing.
Nafas. Suara. Suhu. Aroma. Tiap lekuk adalah pertanda.
Tiap sudut adalah penanda.
Cinta adalah sentuhan untuk mengenal.

Pagi menyapa.
Mata kita terbuka.
Ada tawa,luka, dan warna yang,dulu, hanya kita bayangkan saja.
Matamu,wajahmu, dirimu, semua,
kureguk habis, perlahan kutera dalam memori,
aku takut lupa, sungguh takut lupa akan kamu.

Siang datang.
Panas,panas, panas. Terlalu terik semua, dan mata kita telah pedih, telah lelah saling menyentuh. Perang! Perang! Perang dan darah kita tumpahkan, pada pedang kata kata, pada panah curiga,
semua, untuk dapat saling menyakiti. Semua,untuk saling hancur.

Dan kala sore datang, aku terengah sendirian. Belum datang malam, belum datang siklus pagi kita, belum datang semua itu.

Apa yang tersisa adalah apa yang ada. Cabikan.
Percik darah.
Luka.
Keringat.





Hanya ada memori tentangmu yang sempat kutera, itu yang tersisa.

Esok hari, janganlah datang.
Malam ini, jadikan aku Grenouille, mereguk habis memorimu. Sampai tak ada sisa, sampai lupa.

Sabtu, 18 Juli 2009

Seharusnya

Bukan seperti ini,
yang kurasakan,
saat mendengar lagu kita.
Saat singgah di tempat kita.
Saat mengingat tentang kita.

Karena, apa kita?
Ada aku, dan kamu.
Dan kamu pergi, bukan untuk sementara.

Kaukatakan padaku,
jika di dunia ini terkotak kotak, dan hanya ada kamu dan dia,
itulah bahagia buatmu.

Lalu aku tercekat, meraba raba, dimana tempatku?
Terbuang jauh ke seberang galaksi,
mungkin tergulung lenyap dalam hempasan badai,
sakit yang sama yang selalu timbul tenggelam,
bagimu, bagiku juga.

Sadarkah,
saat kaukatakan itu,
telah kauambil semua, semua yang jadi alasanku, untuk tetap bertahan, pada hati yang mungkin lara, mungkin duka, namun berdenyut, dalam komanya.
Satu. dua. tiga.

Saat itulah, hatiku mati.

Rabu, 15 Juli 2009

Id rather hurt you honestly, than mislead you with a lie..

Iya.

Dan maafkan aku, tapi inilah aku, sejujur jujurnya.

Jumat, 03 Juli 2009

malam ini

Kopi, Pocky, dan lagu.
Aku dan kamu.
Dalam benakku.

hujan masih belum turun, hanya mendung menggayuti pinggir jakarta,
seperti sore itu berselimut berdua, tertawa tawa,
masih jelas arah kita terbaca.

Apakah kamu?
Apakah aku?

Malam ini,
lagu, pocky dan kopi.
serta kamu, dalam imaji.

Besok ya besok saja, sakit ya dipending dulu,
karena kamu tahu?
malam ini terlalu sejuk, indah dan sayang dilewatkan dengan menangisimu semalaman,

Kopi, Pocky, dan kamu.
Berpura puralah (masih) milikku,
semalam ini.

mendung

bukan berarti hujan akan datang mengetuki jendela kacamu,
mungkin awan awan itu hanya ingin saling menyapa dan berkumpul di atas sana,
atau mempermainkan hatimu sebentar saja,
dan membuatmu menanti nanti hujan kembali.

Percayalah,mendung bukan berarti hujan..

memahami

Funny how we think that we know about everything, but we dont.

I have a friend, a very close friend to me, who once said, untuk bisa memahami suatu keadaan seseorang, cobalah buat berdiri di posisinya.
Sama seperti a very famous quote that i read in To Kill a Mockingbird, by Harper Lee :
"You never really understand a person until you consider things from his point of view... Until you climb inside of his skin and walk around in it."

The question is, How?
Maksud gw, gini ya, semua orang memiliki pemikiran. sudut pandang, dan paradigma yang berbeda tentang semua hal,
misalnya, buat gw sebiji apel seharga seribu, mungkin murah, tapi buat orang laen? enggak. Nah, yang jadi pertanyaan gw, gimana gw bisa sepenuhnya memahami dan berdiri di posisi orang itu? gimana?
Gimana caranya kita bener2 berada di sisi seseorang?
Kecuali kita bertukar kehidupan, you'll never know, why and how.

Cuz there is no wrong, there is no right in doing something on purpose, yang ada hanyalah sudut pandang yang berbeda, dan tiap orang memiliki alasan atas semua perbuatan mereka.

jadi, ketika seseorang bikin salah, jangan dulu berpikir macam macam. Dan jangan SOTOY. please. Shuddup if you have no idea of what is going on.
Gw sendiri lagi mencoba memahami situasi atas apa yang terjadi (saat ini) dan, mungkin (sedikit) mengerti. Mungkin.
Dan kalo kita ga bisa paham, kita positive thinking aja deh.

Maksud gw, gini, dengan sedikit mencoba memahami apa alasan orang melakukan suatu hal yang mungkin menyakiti kita, kita bakalan lebih ngrasa "rela" sakit, lebih ngerti, oh, jadi gitu...

Somebody took your cab when you're standing outside the rain?
Istrinya mu nglahirin kali, butuh cepet.

Somebody robbed you?
Anaknya sakit kali, dan butuh obat, dia abis kena PHK.

Your boss yelled at you?
Gw sendiri juga bakalan yell at you kalo lonya lelet, lama, ga beres kerjaanya.




So when somebody hurts you, mungkin kita perlu nanya kenapa, kok bisa, dan bener2 memahami itu buat bisa ikhlas dan nerima. Susah si, gw aja baru mau mulai, and fail and fail and fail.

Keep trying, vio!!
*menyemangati diri sendiri*

Kamis, 11 Juni 2009

My kind of guy...

gara gara ini,

Ill try to answer here, ya wul..
1. Seiman. Penting, non debatable.
2. Tegas. Secaraaaa, ngadepin mahluk model kek gini, hahaha
3. Pinter. Wawasannya luas, enak diajak ngobrol.
4. Fisik? wangi, bersih,tapi bukan cowo pesolek. in fact, i always find myself attracted to ngasal-cuek-penampilan guy.
5. Sabar. tapi tegesnya juga ga ilang.
6. A good listener.
7. Pendiam ga masalah, bawel juga boleh,in a good way tapinya. Yang penting nyambung.
8. Dia harus laki banget. Iya. Gmn ngejelasinnya ya? seperti itulah. heheheh.
9. Bukan tipe suami Takut Istri. Ughh, jangan sampe deh. I dont wanna be a dominatrix female.
10.Oh, and he has to have a chivalry inside him. We, women loooooove to be pampered!!

Yup. that's it, i think. buat sementaraaa. ^^